Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Komunikasi Profetik Islam (Nilai dan Etika Komunikasi Persfektif Islam) Herman Jamaluddin; Aguswandi; Syahrul
Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 1 No 2 (2020): Pendidikan dan Studi Islam
Publisher : STAI DDI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (620.931 KB) | DOI: 10.55623/au.v1i2.12

Abstract

Sisi kehidupan manusia dengan manusia yang lain dihidupkan oleh interaksi melalui komunikasi. Tak sedikit dalam interkasi manusia tidak berada dalam etika komunikasi yang sesuai dengan persfektif agama Islam yang telah di contohkan oleh Nabi Muhammad saw. Sebagai seorang ummat Nabi Muhammad saw, tentu sudah sepantasnya seluruh sunnah-sunnahnya dilaksanakan pula sebagai wujud nyata keberummatan, termasuk Komunikasi-komunikasi Nabi Muhammad yang dengan makna dan etika.
Nilai Dakwah dalam Tradisi Adodoro (Membuat Dodol) di Desa Lantang, Kecamatan Polongbangkeng Selatan, Kabupaten Takalar Herman Jamaluddin; Rina R; Nur Aisyah
Journal of Islamic Management Vol. 2 No. 1 (2022): January
Publisher : Program Studi Manajemen Dakwah Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Ampel Surabaya, UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.794 KB) | DOI: 10.15642/jim.v2i1.623

Abstract

The formulation of the problem studied in this study is How are Da'wah Activities in the A'dodoro Tradition in Lantang Village, South Polongbangkeng District, Takalar Regency? and What is the Value of Da'wah in the A'dodoro Tradition in Lantang Village, South Polongbangkeng District, Takalar Regency? The purpose of this study was to describe the activity of making dodol in Lantang Village, South Bontonmpo District, Takalar Regency and to find the value of da'wah in the tradition of making dodol in Lantang Village, South Polongbangkeng District, Takalar Regency. This study uses a descriptive qualitative research method where this type of research only tries to describe and analyze the A'dodoro Tradition as a Da'wah Activity in the Lantang area. The data were dug in depth with interview, observation and documentation techniques. The results of this study indicate that the value of da'wah contained in the a'dodoro tradition is the value of community solidarity, the value of generosity and the value of gratitude.
Gerakan Dakwah Anregurutta Kh. Muhammad As’ad Di Kabupaten Wajo Aguswandi; Sutriani; Herman; Alamsyah
Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 7 No 1 (2026): Education and Islamic Studies
Publisher : STAI DDI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55623/au.v7i1.576

Abstract

Pada 1928 Anregurutta KH. Muhammad As’ad datang ke Kabupaten Wajo setelah lama tinggal di Mekah bersama orang tuanya. Kedatangannya di Kabupaten Wajo disebabkan oleh banyaknya informasi yang didengar dari jamaah haji asal Wajo bahwa kehidupan beragama di Wajo sangat memperihatinkan, banyak terjadi kemungkaran dan kemusyrikan. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk melihat sejauh mana gerakan dakwah yang dilakukan sehingga bisa membawa perubahan besar dalam kehidupan beragama masyarakat Wajo. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dan pengumpulan datanya dilakukan dengan cara observasi langsung dan wawancara serta telaah pustaka dan dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gerakan dakwah Anregurutta H. Muhammad As’ad terdiri dari tiga bentuk yaitu secara lisan, tertulis dan perbuatan. Adapun faktor yang mendukung keberhasilan dakwahnya yaitu kemampuannya dalam mengamati lingkungan, menyesuaikan diri dengan masyarakat, dan melakukan pembinaan dan pengajaran. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa Anregurutta H. Muhammad As’ad berhasil melakukan gerakan dakwahnya di Kabupaten Wajo tidak terlepas dari kepiawaiannya mengamati medan dakwah dan kemampuannya mengemas isi dakwah, sehingga dapat diterima dengan baik oleh masyarakat. Implikasi dari penelitian ini yaitu seorang da’i harus pandai menyesuaikan diri, baik lingkungan, materi dan metode dakwahnya, terlebih lagi di era perkembangan teknologi komunikasi dan informasi saat ini.