Pada 1928 Anregurutta KH. Muhammad As’ad datang ke Kabupaten Wajo setelah lama tinggal di Mekah bersama orang tuanya. Kedatangannya di Kabupaten Wajo disebabkan oleh banyaknya informasi yang didengar dari jamaah haji asal Wajo bahwa kehidupan beragama di Wajo sangat memperihatinkan, banyak terjadi kemungkaran dan kemusyrikan. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk melihat sejauh mana gerakan dakwah yang dilakukan sehingga bisa membawa perubahan besar dalam kehidupan beragama masyarakat Wajo. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dan pengumpulan datanya dilakukan dengan cara observasi langsung dan wawancara serta telaah pustaka dan dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gerakan dakwah Anregurutta H. Muhammad As’ad terdiri dari tiga bentuk yaitu secara lisan, tertulis dan perbuatan. Adapun faktor yang mendukung keberhasilan dakwahnya yaitu kemampuannya dalam mengamati lingkungan, menyesuaikan diri dengan masyarakat, dan melakukan pembinaan dan pengajaran. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa Anregurutta H. Muhammad As’ad berhasil melakukan gerakan dakwahnya di Kabupaten Wajo tidak terlepas dari kepiawaiannya mengamati medan dakwah dan kemampuannya mengemas isi dakwah, sehingga dapat diterima dengan baik oleh masyarakat. Implikasi dari penelitian ini yaitu seorang da’i harus pandai menyesuaikan diri, baik lingkungan, materi dan metode dakwahnya, terlebih lagi di era perkembangan teknologi komunikasi dan informasi saat ini.
Copyrights © 2026