Muhammad Yusuf
Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) DDI Makassar

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Etika Keterbukaan dan Perlindungan Privacy di Media Sosial Faridah Faridah; Muhammad Yusuf; Nur Setiawati
An-Nasyr Vol 9 No 1 (2022): An-Nasyr
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Institut Agama Islam (IAI) Al-Aziziyah Samalanga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.837 KB) | DOI: 10.54621/jn.v9i1.252

Abstract

Tulisan ini membahas tentang etika keterbukaan dan perlindungan privacy dimedia sosial. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan metode penelitian kualitatif yakni berupa kajian pustaka yakni berusaha menelusuri tentang etika keterbukaan dan perlindungan privaci di media sosial dari jurnal dan pemberitaan atau tulisan-tulisan yang mengkaji tentang data penelitian. Hasil penelusuran mengungkapkan bahwa ada beberapa etika yang berlaku secara universal termasuk dalam bermedia sosial seperti kejujuran dan tanggung jawab, bersikap adil, menghormati hak orang dan melindungi hajat hidup masyarakat. Etika media merupakan pedoman, nilai-nilai atau norma-norma yang mengikat pengguna media dalam memanfaatkan atau menggunakan media sosial. Di Indonesia, privacy pengguna teknologi komunikasi diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik pada Pasal 26 Ayat (1) yang menyatakan bahwa dalam pemanfaatan teknologi informasi, perlindungan data pribadi merupakan salah satu bagian dari hak pribadi (privacy rights). Namun meskipun telah diatur dan memiliki pedoman serta acuan dalam bermedia sosial masih ditemukan banyak pelanggaran termasuk dalam pencurian atau kebocoran data pribadi pengguna media sosial. Hal tersebut dapat dilihat dari beberapa fakta yang diberitakan di antaranya yaitu pada tahun 2012 pernah terjadi peretasan terhadap 6.5 juta kata sandi (password) pengguna Linkedin. di tahun 2019 telah terjadi kebocoran data pribadi pengguna facebook yang mencakup informasi pribadi dari pengguna Facebook dari 106 negara, yakni di AS32 jutalebih pengguna, di Inggris11 juta pengguna , di India 6 juta pengguna, dansekitar 130.331penggunadari Indonesia. Dan dari Media CNBC Indonesia yang terbit tanggal 14 Januari 2021 disampaikan bahwa sebanyak 214 juta data pribadi pengguna facebook, Instagram, dan linkedIn di internet yang mengalami kebocoran. Berbagai fakta yang disampaikan tersebut menggambarkan belum maksimalnya penerapan etika dan regulasi yang menjadi panduan setiap pengguna media sosial dalam bermedia sosial.
Perkembangan Islam Pada Masa Dinasti Fatimiyah di Mesir (Pembentukan, Kemajuan dan Kemunduran) Muhammad Yusuf
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.036 KB)

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis terkait dengan dinasti Fatimiyah di Mesir. Penelitain ini menggunakan penelitian pustaka ( Labrary research). Adapun hasil dari penelusuran peneliti adalah pembentukan dinasti fatimiyah pada saat dinasti Abbasiayah di Baghdad mulai melemah dan daerah kekuasaannya yang luas tidak terkoordinasikan lagi, kemajuan dinasti fatimiyah yang sangat pesat diberbagai aspek kehidupan, kemajuan ilmu pengetahuan bahkan bidang politik, militer, administrasi serta stabilitas ekonomi, selanjutnya kemunduran dinasti fatimiyah dengan adanya masalah dari faktor internal dan eksternal. Adapun implikasi dari penelitian ini, diharapkan menjadi rujukan dan penambahan wawsan kepada para pembaca terkait dengan dinasti Fatimiyah di Mesir.
Efektivitas Ragam Metode Dalam Pembelajaran PAI Muhammad Yusuf; Andi Marauleng; Islamiah Syam; Siti Masita; Marsuanti Marzuki
Al-Abshor : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 3 (2024): Pendidikan Agama Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/w9qyak28

Abstract

  Abstract This study aims to examine the effectiveness of various methods used in Islamic Religious Education (PAI) learning and its implications for improving students' understanding, attitudes, and religious practices. Through a qualitative approach with library research methods, data were collected from various literatures, such as books, scientific journals, articles, and relevant previous research results. The results of the study indicate that there is no one method that is absolutely the most effective, but rather effectiveness depends on the suitability of the method to the learning objectives, characteristics of students, teaching materials, and the context of the learning environment. The lecture method is effective for delivering conceptual information, while discussion and case study methods encourage more active involvement and critical thinking. Contextual and role-playing methods have been proven to be able to increase the internalization of religious values ​​in the real lives of students. Thus, the success of PAI learning is largely determined by the teacher's ability to choose, combine, and implement the right methods creatively and adaptively. This study is expected to be a reference in developing more effective and meaningful PAI learning strategies. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas berbagai metode yang digunakan dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) serta implikasinya terhadap peningkatan pemahaman, sikap, dan praktik keagamaan peserta didik. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode penelitian kepustakaan (library research), data dikumpulkan dari berbagai literatur, seperti buku, jurnal ilmiah, artikel, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa tidak ada satu metode yang paling efektif secara mutlak, melainkan efektivitas bergantung pada kesesuaian metode dengan tujuan pembelajaran, karakteristik peserta didik, materi ajar, dan konteks lingkungan belajar. Metode ceramah efektif untuk penyampaian informasi konseptual, sedangkan metode diskusi dan studi kasus lebih mendorong keterlibatan aktif dan berpikir kritis. Metode kontekstual dan role playing terbukti mampu meningkatkan internalisasi nilai-nilai agama dalam kehidupan nyata peserta didik. Dengan demikian, keberhasilan pembelajaran PAI sangat ditentukan oleh kemampuan guru dalam memilih, mengkombinasikan, dan mengimplementasikan metode yang tepat secara kreatif dan adaptif. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan dalam pengembangan strategi pembelajaran PAI yang lebih efektif dan bermakna.