Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

STRATEGI PENGEMBANGAN KARAKTER DALAM KEGIATAN KEPANDUAN HIZBUL WATHAN (HW) (Studi Kasus pada Sekolah Dasar Muhammadiyah 5 Kebayoran Baru) Endang Listiowaty; Margono Mitrohardjono
Jurnal Tahdzibi : Manajemen Pendidikan Islam Vol 4, No 2 (2019): Jurnal Tahdzibi : Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/tahdzibi.4.2.103-110

Abstract

Karakter adalah inti dari pendidikan dan pengajaran karena pembelajaran adalah kegiatan utama pendidikan dan pengajaran, semua upaya guru dalam pendidikan dan pengajaran sehingga siswa belajar, karena melalui pembelajaran ini siswa dapat berkembang lebih optimal. Menurut Departemen Pendidikan Nasional 2010 pendidikan karakter bertujuan untuk mengembangkan nilai-nilai yang membentuk karakter bangsa yang Pancasila meliputi: (1) mengembangkan potensi siswa untuk menjadi manusia yang baik hati, berpikiran baik, dan berperilaku baik , (2) membangun bangsa dengan karakter Pancasila; (3) mengembangkan potensi warga negara untuk memiliki sikap percaya diri, kebanggaan terhadap bangsa dan negara mereka dan cinta untuk kemanusiaan. Karakter memang memanusiakan komunitas, karakter menjaga martabat manusia sehingga perilakunya tidak lebih buruk dari binatang. Orang pintar tidak bodoh, orang jahat jangan gegabah, orang kaya tidak serakah atau serakah dalam memahami agama juga tidak membodohi jemaat. Setiap anggota Hizbul Wathan memiliki tugas dan tanggung jawab untuk berpartisipasi aktif dalam mempraktikkan dan menyebarluaskan maksud dan tujuan Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan. Gerakan ini bertujuan untuk mendidik anak-anak bangsa, terutama putra dan putri Muhammadiyah. Dalam upaya ini, semua jajaran jurnalis memprioritaskan peningkatan kualitas calon pemimpin. Hizbul Wathan sendiri berarti pembela negara. Hal ini dimaksudkan agar setiap anggota memiliki jiwa dan semangat nasionalisme yang tinggi, sehingga mampu mempertahankan dan mempertahankan tanah air Indonesia dari segala hal yang dapat mengancam keutuhan dan kedaulatannya.
KONSEP MANAJEMEN PENDIDIKAN BERBASIS ISLAM DALAM UPAYA PENCAPAIAN TUJUAN PENDIDIKAN Endang Listiowaty
Jurnal Tahdzibi : Manajemen Pendidikan Islam Vol 5, No 2 (2020): Jurnal Tahdzibi : Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/tahdzibi.5.2.105-116

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menganalisis penerapan konsep manajemen berbasis pendidikan Islam dalam rangka untuk mencapai tujuan pendidikan. Penelitian ini dengan pendekatan kualitatif dengan metode diskriptif lebih menekankan pada studi kepustakaan. Sumber data penelitian terdiri atas informan, tempat dan peristiwa, serta dokumen. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dokumentasi, dan Fokus Group Discussion. Validitas data menggunakan triangulasi, mencocokan pada teori serta sumber, teknik, dan peneliti. Sekolah adalah lembaga pendidikan tempat mendidik siswa tentang ilmu pengetahuan umum dan keagamaan. Hasil penelitian ini bahwa proses belajar mengajar pada dasarnya merupakan serangkaian kegiatan yang dilakukan siswa dengan guru untuk mencapai tujuan yang diharapkan, dan yang paling inti di dalamnya adalah tentang manajemennya. Keberhasilan manajemen akan menjadi barometer keberhasilan pendidikan sendiri. Manajemen pendidikan berbasis islam, mungkin merupakan kata yang sering kita kenal, kita dengar bahkan kita kerjakan, akan tetapi banyak dari kita yang mungkin belum paham sepenuhnya makna dari definisi manajemen pendidikan islam tersebut. Kesimpulan bahwa kita harus lihat apa sesungguhnya makna dari manajemen pendidikan bebasis islam. Sehingga dapat menerapkan konsep manajemen pendidikan berbasis islam, yang pada gilirannya dapat mencapai tujuan pendidikan dengan penerapan manajemen pendidikan berbasis IslamABSTRACTThe purpose of this study is to analyze the application of management concepts based on Islamic education in order to achieve educational goals. This research uses a qualitative approach with descriptive methods emphasize on library research. Sources of research data consist of informants, places and events, and documents. Data collection techniques used interviews, observation, documentation, and focus group discussions. The validity of the data used triangulation, matching the theory and sources, techniques, and researchers. Schools are educational institutions where students educate students about general science and religion. The results of this study indicate that the teaching and learning process is basically a series of activities carried out by students with the teacher to achieve the expected goals, and the most important thing in it is about management. Management success will be a barometer of educational success in itself. Islamic-based education management may be a word that we often know, hear and even do, but many of us may not fully understand the meaning of the definition of Islamic education management. The conclusion is that we have to see what the real meaning of Islamic-based education management is. So that it can apply the concept of Islamic-based education management, which in turn can achieve educational goals by implementing Islamic-based education managementKeywords: Educational Goals, success, Islamic-based Educational Management
PEMBINAAN EKSTRAKURIKULER HIZBUL WATHAN SEBAGAI WAHANA PENINGKATAN KOMPETENSI BELA NEGARA PESERTA DIDIK Listiowaty, Endang
Instruksional Vol. 2 No. 2 (2021): Jurnal Instruksional
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.244 KB) | DOI: 10.24853/instruksional.2.2.118-122

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pembinaan ekstrakurikuler Hizbul Wathan (HW) sebagai wahana peningkatan bela negara peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif. Lokasi penelitian di tiga sekolah. Subjek penelitian ini adalah pembina dan peserta didik. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Juli sampai dengan Desember 2020, dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Untuk meyakini keabsahan data dilakukan triangulasi data.Hasil penelitian. Pertama, kegiatan Ekstrakurikuler HW mengajak seluruh elemen bangsa bersatu, menjalin ukhuwah Islamiyah dan Wathaniyah, serta gotong royong dan menghormati antar sesama. Kedua, dari sisi keaktifan masih perlu ditingkatkan. Di SMA M 12 sekitar 50% yang aktif. Di SMA M 14 sekitar 50% . Selanjutnya di SMK M 12, 65 % yang aktif. Ketiga, kegiatan HW mempunyai landasan yang kokoh bagi peningkatan kualitas peserta didik, terutama dalam pemantapan keyakinan keIslaman dan kecintaan pada oMuhammadiyah. Terakhir, keempat, ditemukan sejumlah kendala dalam peningkatan kompetensi bela negara.
Edukasi Zat Aditif Makanan dan Jajanan Sehat Pada Pelajar Muzakir, Haris; Ashari, Chica Riska; Listiowaty, Endang
Lamahu: Jurnal Pengabdian Masyarakat Terintegrasi Vol 2, No 2: August 2023
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34312/ljpmt.v2i2.19692

Abstract

The food sold in the market contains many unhealthy additives, such as preservatives, artificial colourings, and sweeteners. Consuming healthy snacks can provide numerous health benefits to students. Healthy snacks made from natural ingredients without harmful additives can provide adequate nutritional intake, improve energy levels, and enhance concentration during the study. The educational goal was to enhance the understanding of food additives and healthy snacks among the students of SMK 2 Muhammadiyah Jakarta. The implementation method of community engagement includes identifying issues related to unhealthy food, conducting a pre-test to assess initial knowledge, providing education and training to students, conducting a post-test to measure knowledge improvement, and evaluating and analysing data to enhance future programs. The pre-test was conducted before the activities to measure the knowledge, behaviour, or skills of the students regarding healthy food and food additives. The post-test was conducted after the completion of activities to measure the increase in students' knowledge, behaviour, or skills after receiving education and training. Community engagement activities in SMK 2 Muhammadiyah can enhance student awareness of the importance of choosing healthy snacks and avoiding harmful additives.