Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PROTOTIPE OTOMASI BUKA TUTUP PINTU AIR IRIGASI DI BOKS TERSIER MENGGUNAKAN SOPI “SENSOR PINTAR” BERBASIS ARDUINO Teguh Sulaeman; Anisa Triwahyuni; Intan Kusuma Wardani; Annisa Nur Ichniarsyah
Jurnal Agroekoteknologi dan Agribisnis Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Politeknik Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.96 KB) | DOI: 10.51852/jaa.v3i2.382

Abstract

Sebagai upaya untuk mewujudkan Pertanian 4.0 maka diperlukan riset-riset berbasis teknologi terapan di bidang pertanian. Salah satu input dalam budidaya pertanian adalah ketersediaan air. Di Indonesia, budidaya tanaman pangan mayoritas dilakukan pada lahan pertanian beririgasi. Namun, P3A sebagai operator buka tutup pintu air di saluran tersier jumlahnya terbatas sehingga kinerjanya kurang optimal. Oleh karena itu, studi ini bertujuan untuk rancang bangun dan pengembangan prototipe pintu air otomatis di boks tersier. Prototipe dibangun menggunakan akrilik dan pintu air dioperasikan menggunakan motor DC yang telah terhubung dengan kontroler yang deprogram oleh Arduino. Data penelitian dianalisis menggunakan SPSS. Berdasarkan hasil pengujian diperoleh nilai koefisien determinasi untuk pintu A R2= 0,99 dan Pintu B R2= 1. Sehingga pintu irigasi otomatis berbasis arduino dengan program yang dirancang berjalan dengan baik.
PENGARUH KUALITAS DAN PELATIHAN MANAJER TERHADAP PENGEMBANGAN UPJA DI KABUPATEN PANGANDARAN Garin Nur Ilmi1; Kusno Kusno; Intan Kusuma Wardani; Erniati Erniati
Jurnal Agroekoteknologi dan Agribisnis Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Politeknik Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.866 KB) | DOI: 10.51852/jaa.v3i2.383

Abstract

Kualitas dan jumlah pelatihan terhadap manajer Usaha Pelayanan Jasa Alat dan Mesin Pertanian (UPJA) rendah. Oleh karena itu, dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh dari variabel kualitas dan pelatihan manajer UPJA di Kabupaten Pangandaran. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner. Data penelitian dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan Uji F. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 40 responden yang terdiri dari kepala dan penyuluh dari Balai Penyuluhan Pertanian, Kepala UPJA dan petani. Hasil UJI F menunjukan nilai F hitung 25.53 > F tabel 3.24. Hal ini dapat disimpulkan bahwa kualitas manajer dan pelatihan manajer UPJA berpengaruh positif dan signfikan terhadap pengembangan UPJA.
Penghitungan Evapotranspirasi Aktual (ETc) Tanaman Melon pada Fase Vegetatif di Greenhouse Adel Aulia; Intan Kusuma Wardani; Annisa Nur Ichniarsyah
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 10, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2022.010.03.01

Abstract

Pemenuhan kebutuhan air memiliki peran yang penting bagi pertumbuhan tanaman. Fase vegetatif pada umumnya membutuhkan lebih banyak air dibandingkan pada fase generatif, sedangkan pada fase pematangan maka kebutuhan air kembali meningkat. Berdasarkan hal tersebut, maka dilakukan penelitian yang bertujuan untuk menghitung nilai evapotranspirasi aktual (ETc) di greenhouse dengan menggunakan metode evaporasi panic (Ep). Nilai ETc digunakan untuk memprediksi kebutuhan irigasi tanaman melon pada fase vegetatif. Data dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan regresi. Hasil yang diperoleh yaitu rata−rata suhu pada panci evaporasi lokasi 1 dan 2 di dalam greenhouse adalah 29.86 dan 32.42 °C dan kelembaban relatif (RH) yaitu 76.26 dan 68.90%. Sedangkan nilai ETc lokasi 1 dan 2 rata-rata sebesar 0.93 mm dan 0.80 mm. Nilai evaporasi panci berpengaruh terhadap nilai ETc secara signifikan pada panci evaporasi lokasi 1 dan 2 dengan R2 yaitu sebesar 0.951 dan 0.936. Kebutuhan air irigasi untuk tanaman melon pada fase vegetatif di Greenhouse Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor iantara 217.36−253.94 ml/hari per tanaman.
APLIKASI METODE ANALISIS SWOT UNTUK MERUMUSKAN STRATEGI PEMANFAATAN MEKANISASI PERTANIAN DI KABUPATEN KAPUAS HULU PROVINSI KALIMANTAN BARAT Erniati Erniati; Mohammad Solahudin; Panus Lulung; Intan Kusuma Wardani
Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem Vol 8 No 2 (2020): Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan & Agroindustri (Fatepa) Universitas Mataram dan Perhimpunan Teknik Pertanian (PERTETA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.231 KB) | DOI: 10.29303/jrpb.v8i2.195

Abstract

Kabupaten Kapuas Hulu berada di wilayah perbatasan Indonesia dan Malaysia. Lokasi tersebut memiliki potensi pengembangan pertanian yang besar, tetapi belum dikelola secara optimal. Oleh karena itu, Kementerian Pertanian berupaya untuk mengembangkan pertanian di Kabupaten Kapuas Hulu dengan meningkatkan jumlah bantuan alat dan mesin pertanian yang mencapai 293% sampai dengan 2018. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi implementasi mekanisasi pertanian berdasarkan aspek resources, government policy, social, technology, economy, dan natural resources untuk melengkapi gap penelitian sebelumnya. Metode yang digunakan adalah analisis SWOT dan QSPM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diperlukan optimasi kerjasama dengan bidang akademik, seperti melibatkan mahasiswa PKL (Praktek Kerja Lapangan) dalam kegiatan penyuluhan. Hal ini bertujuan untuk mencukupi kekurangan penyuluh di Kabupaten Kapuas Hulu.
Pemetaan Pengaliran Presipitasi Daerah Aliran Sungai Cisadane di Kabupaten Bogor Berdasarkan Topografi Menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) Gina Muthia Pasya; Intan Kusuma Wardani; Soesilo Wibowo; Mulyanto Darmawan
JURNAL TRITON Vol 16 No 2 (2025): JURNAL TRITON (Issue in Progress)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v16i2.1367

Abstract

Air merupakan kebutuhan utama dalam budidaya pertanian, sehingga diperlukan perencanaan dan pengelolaan yang optimal. Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah pemetaan arah aliran sungai sebagai dasar perancangan jaringan irigasi. Penelitian dilaksanakan pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Cisadane melingkupi Sub DAS Cianten, Cisadane Hulu, dan Cisadane Tengah yang terletak di Kabupaten Bogor. Tujuan penelitian adalah memetakan kondisi topografi, kontur curah hujan, penggunaan lahan, dan analisis arah aliran sungai. Data sekunder penelitian meliputi data topografi, curah hujan, dan penggunaan lahan yang masing-masing berasal dari Digital Elevation Model (DEM), Shuttle Radar Topography Mission (SRTM), BMKG, dan ESRI. DAS Cisadane membentang dari pegunungan di bagian Selatan ke arah Utara. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kemiringan lereng didominasi oleh kemiringan lereng 8-15%, seluas 31,695 ha dengan persentase 29,37%. Curah hujan tahunan sebesar 2.500-3.000 mm/tahun yang termasuk klasifikasi sedang dengan persentase 85,38%. Berdasarkan penggunaan lahan, pada bagian utara dan timur yaitu Kecamatan Gunung Sindur, Parung, Tajurhalang, dan Kemang didominasi oleh daerah pembangunan dan perkebunan, sedangkan bagian selatan dan barat yaitu Kecamatan Pamijahan, Nanggung, Suka Jaya, dan Leuwisadeng didominasi hutan dengan persentase 48,41%. Hasil analisis arah aliran air menunjukkan bahwa air mengalir dari selatan ke utara. Oleh karena itu, dapat ditentukan arah aliran DAS Cisadane sebagai dasar pendugaan awal lokasi embung dan rancangan jaringan irigasi.
Pemetaan Pengaliran Presipitasi Daerah Aliran Sungai Cisadane di Kabupaten Bogor Berdasarkan Topografi Menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) Gina Muthia Pasya; Intan Kusuma Wardani; Soesilo Wibowo; Mulyanto Darmawan
JURNAL TRITON Vol 16 No 2 (2025): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v16i2.1367

Abstract

Air merupakan kebutuhan utama dalam budidaya pertanian, sehingga diperlukan perencanaan dan pengelolaan yang optimal. Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah pemetaan arah aliran sungai sebagai dasar perancangan jaringan irigasi. Penelitian dilaksanakan pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Cisadane melingkupi Sub DAS Cianten, Cisadane Hulu, dan Cisadane Tengah yang terletak di Kabupaten Bogor. Tujuan penelitian adalah memetakan kondisi topografi, kontur curah hujan, penggunaan lahan, dan analisis arah aliran sungai. Data sekunder penelitian meliputi data topografi, curah hujan, dan penggunaan lahan yang masing-masing berasal dari Digital Elevation Model (DEM), Shuttle Radar Topography Mission (SRTM), BMKG, dan ESRI. DAS Cisadane membentang dari pegunungan di bagian Selatan ke arah Utara. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kemiringan lereng didominasi oleh kemiringan lereng 8-15%, seluas 31,695 ha dengan persentase 29,37%. Curah hujan tahunan sebesar 2.500-3.000 mm/tahun yang termasuk klasifikasi sedang dengan persentase 85,38%. Berdasarkan penggunaan lahan, pada bagian utara dan timur yaitu Kecamatan Gunung Sindur, Parung, Tajurhalang, dan Kemang didominasi oleh daerah pembangunan dan perkebunan, sedangkan bagian selatan dan barat yaitu Kecamatan Pamijahan, Nanggung, Suka Jaya, dan Leuwisadeng didominasi hutan dengan persentase 48,41%. Hasil analisis arah aliran air menunjukkan bahwa air mengalir dari selatan ke utara. Oleh karena itu, dapat ditentukan arah aliran DAS Cisadane sebagai dasar pendugaan awal lokasi embung dan rancangan jaringan irigasi.