Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Karakteristik Brake Lining Pada Pesawat Cessna Type 208b Indreswari Suroso
Teknika STTKD: : Jurnal Teknik, Elektronik, Engine Vol 6 No 1 (2020): Teknika STTKD: Jurnal Teknik, Elektronik
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.982 KB) | DOI: 10.56521/teknika.v6i1.185

Abstract

Sistem rem adalah sistem pengereman yang terletak di roda pendarat di pesawat terbang. Rem adalah salah satu komponen paling penting dari keselamatan dan kinerja di pesawat. Penelitian ini menggunakan metode observasi, metode wawancara dengan engineer dan metode eksperimental di Laboratorium Bahan, Politeknik Ceper, Klaten. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui fungsi, karakteristik dan efek komposisi kimia pada karakteristik kampas rem pada pesawat Cessna Caravan Type 208B. Fungsi dari kampas rem adalah mengurangi kecepatan dan menghentikan roda pesawat. Karakteristik kampas rem sebagai berikut menghasilkan nilai kekerasan 205 VHN dan komposisi kimianya terdiri dari Fe 95,9%; Cu 0,8%; Karbon 0,33%; 0,235% Si; Mn 0,468%; Al 0,235%; Mo 0,151%; dan Cr 0,772%. Bahan kampas rem ini termasuk dalam baja karbon sedang dengan paduan kromium. Pengaruh komposisi kimia pada karakteristik kampas rem pada pesawat ini dalam kandungan karbon dengan komposisi kimia baja karbon sedang, semakin keras material dan semakin tinggi ketahanan aus, semakin lama digunakan pelapis rem.
KARAKTERISTIK KOMPONEN FUEL NOZZLE GASKET PESAWAT CESSNA GRAND CARAVAN 208B Clensaint Andika; Indreswari Suroso; Noviana Utami
Teknika STTKD: : Jurnal Teknik, Elektronik, Engine Vol 7 No 2 (2021): TEKNIKA STTKD: JURNAL TEKNIK, ELEKTRONIK, ENGINE
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (823.175 KB) | DOI: 10.56521/teknika.v7i2.341

Abstract

Pesawat Cessna Grand Caravan 208B merupakan pesawat angkut ringan bermesin tunggal dengan penggerak propeller atau engine turboprop. Ada banyak komponen yang saling berhubungan pada mesin pesawat, salah satunya adalah fuel nozzle gasket yang berada diantara fuel nozzle dan combustion chamber yang berfungsi untuk menjaga tekanan yang dihasilkan dari ruang bakar agar tidak keluar dari mesin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari karakteristik komponen fuel nozzle gasket pesawat Cessna Grand Carravan 208B yang meliputi 1). Komposisi kimia, 2.) Kekerasan Vickers, 3). Laju keausan, 4). Struktur mikro, dan 5). Laju korosi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif melalui pengujian: 1). komposisi kimia yang digunakan untuk mempelajari unsur-unsur dan persentase, 2). kekerasan Vickers yang digunakan untuk mempelajari tingkat kekerasan. 3). keausan yang digunakan untuk mempelajari laju keausan, 4). struktur mikro yang digunakan untuk mempelajari fasa-fasa yang terjadi, dan 5). korosi yang digunakan untuk mempelajari laju korosi. Karakteristik komponen fuel nozzle gasket pesawat Cessna Grand Carravan 208B meliputi 1). komposisi kimia dengan unsur-unsur dominan adalah unsur-unsur Fe 69,6500%; Cr 17,600%; Ni 9,1190%; Mn 1,7230%; Si 0,4920% dan termasuk dalam paduan baja austenitik AISI 304 dengan unsur-unsur C < 0,07%; Mn <2%; Cr 17 - 19%; dan Ni 8,5 - 10,5%, 2). kekerasan Vickers rata-rata sebesar 162,26 VHN yang dipengaruhi unsur-unsur Cr, Mn, dan C, 3). struktur mikro menunjukkan fasa perlit (yang tersusun oleh unsur Fe dan unsur C) lebih dominan dibandingkan dengan fasa ferit (yang tersusun oleh unsur Cr), 4). laju keausan sebesar 0,56020 mm3/kgm dan tergolong rendah yang dipengaruhi adanya unsur Mn. 5). laju korosi sebesar 0,036 MPY dan dikategorikan sebagai relative corrosion resistance “outstanding” yang dipengaruhi oleh unsur Cr dan unsur Ni.
ANALISIS SIMULASI UJI JATUH PADA FUSELAGE PESAWAT CN-235 DENGAN FINITE ELEMENT METHOD (FEM) Cep Hadian Supriatna; Indreswari Suroso
Teknika STTKD: : Jurnal Teknik, Elektronik, Engine Vol 4 No 2 (2017): Teknika STTKD: Jurnal Teknik, Elektronik, Engine
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.366 KB)

Abstract

Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) mengalami perkembangan yang begitu pesat, salah satu teknologi yang mengalami perkembangan yaitu teknologi kedirgantaraan. Kemajuan teknologi di dunia kedirgantaraan betujuan untuk meningkatkan keselamatan, karena dalam dunia kedirgantaraan keselamatan merupakan hal yang sangat penting, Untuk menompang hal itu maka dibuat desain kelayakan kecelakan (crashworthiness). Penelitian ini bertujuan mengetahui dampak deformasi yang terjadi pada struktur badan pesawat serta untuk mengetahui pengaruh posisi jatuh fuselage pesawat terhadap tegangan regangan yang dihasilkan pada struktur fuselage pesawat. Penelitian ini dilakukan dengan sudut jatuhnya fuselage pesawat yaitu pada posisi jatuh vertikal dengan sudut 00. Desain pembuatan fuselage pesawat menggunakan software solidworks 2014. Setelah desain sudah siap kemudian disimulasikan dengan menggunakan software Solidwork 2017. Hasil simulasi didapatkan Finite Element Method (Metode Elemen Hingga) diartikan sebagai sebuah metode untuk menyelesaikan sebuah persamaan dengan perkiraan kuantitas yang kontinu sebagai satu set jumlah pada titik-titik diskrit secara teratur ke dalam apa yang disebut grid atau mesh. Proses simulasi di mulai dari pengumpulan data fuselage pesawat CN-235, pembuatan design, melakukan proses meshing setelah itu lalu disimulasikan. Setelah simulasi model fuselage mengalami deformasi elastis terjadi pada tegangan 9.755e-001 N/m2 sampai 7.240e+001 N/m2, karena modulus elastis dari jenis material aluminium alloy 2024-T3 adalah 7.240e+001 N/m2 dan model mengalami deformasi plastis terjadi pada tegangan 7.241e+001 N/m2 sampai 2.170e+006 N/m2 sehingga model tidak dapat kembali ke pada keadaan semula. Model fuselage memeperoleh nilai tegangan regangan minimal yaitu sebesar 9.755e-001 N/m2 dan regangan minimum sebesar 4.015e-011, dan memperoleh nilai tegangan maksimum yaitu sebesar 2.170e+006 N/m2 dan regangan maksimum sebesar 2.935e-005.
PENGARUH WATER SEPARATOR PADA CABIN DI PESAWAT BOEING 737-SERIES Erwhin Irmawan; Indreswari Suroso; Mohammad Ridwan
Teknika STTKD: : Jurnal Teknik, Elektronik, Engine Vol 2 No 1 (2015): Teknika STTKD: Jurnal Teknik, Elektronik, Engine
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (707.594 KB)

Abstract

Pesawat Boeing 737-series telah dilengkapi dengan banyak sistem dan instrumen yang sangat menunjang dalam penggunaan pesawat itu sendiri. Salah satu sistem yang dimiliki oleh pesawat Boeing 737-series adalah Air Conditioning System dan Air Cycle System atau Pneumatic Air Cycle Kit (PACK). Sistem di suatu pesawat harusdipastikan dalam keadaan baik serta dapat beroperasi dengan baik atau normal, agar dapat memenuhi keamanan dan kenyamanan suatu pesawat. Fungsi dari water separator adalah untuk memisahkan udara dari uap air sebelum udara memasuki sistem distribusi. Penelitian ini merupakan penelitian yang deskripsi yaitu penjelasan menggunakan bahasa dan kalimat yang jelas. Penelitian deskriptif yaitu metode yang digunakan untuk menggambarkan atau menganalisis suatu hasil penelitian tetapi tidak digunakan untuk membuat kesimpulan yang lebih luas. Data penelitian ini diperoleh dengan observasi terhadap water separator, sumber-sumber data dari buku atau referensi lain seperti web maupun maintenance manual serta training manual dan wawancara. Udara dingin dari ACM masuk ke coalescer bag untuk dipisahkan antara udara dan uap air, setelah itu udara masuk ke mix chamber sebelum udara memasuki sistem distribusi. Trouble di water separator pada pesawat Boeing 737-series yang biasa ditemukan adalah terjadinya pemblokan di coalescer bag, disebabkan karena coalescer bag kotor sehingga tekanan udara dingin yang masuk ke coalescer bag lambat dan tekanan naik, tekanan tersebut digunakan untuk bag condition indicator. Tekanan lebih besar dari pada bypass valve sehingga udara dingin lewat melalui bypass valve tanpa melalui coalescer bag. Cara untuk menanggulanginya yaitu dengan mengganti coalescer bag sesuai dengan petunjuk dalam Aircraft Maintenant Manual (AMM).
ANALISIS STRUKTUR MIKRO CORAN PENGENCANG MEMBRAN PADA ALAT MUSIK DRUM PADUAN ALUMINIUM DENGAN CETAKAN LOGAM Indreswari Suroso
Teknika STTKD: : Jurnal Teknik, Elektronik, Engine Vol 2 No 1 (2015): Teknika STTKD: Jurnal Teknik, Elektronik, Engine
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (632.268 KB)

Abstract

Pengecoran logam adalah proses produksi untuk membentuk sebuah coran dengan jalan menuang logam cair panas kedalam cetakan kemudian dibiarkan mendingin dan membeku. Cetakan logam adalah cetakan yang digunakan satu kali cor menghasilkan banyak coran sehingga produktivitasnya tinggi dan ekonomis cocok dan cocok untuk benda berukuran kecil. Diameter butiran coran logam sangat dipengaruhi oleh bahan coran dan kekerasan bahan tersebut. Makin kecil diameter butiran maka kekerasan coran makin tinggi dan bersifat getas, sebaliknya makin besar diameter butiran maka kekerasannya makin rendah dan bersifat lunak. Hasil pengujian struktur mikro bahwa diameter butiran Zn lebih besar dibandingkan butiran Aluminium. Semakin besar diameter butiran maka kekerasan material semakin rendah dan bersifat lunak. Semakin kecil diameter butiran maka kekerasan material semakin tinggi dan bersifat getas. Kekerasan coran lug paduan Al lebih tinggi dibandingkan lug asli paduan Zn. Hal ini disebabkan diameter butiran aluminium lebih kecil dibandingkan diameter butiran Zn.
PENGARUH IMPLANTASI ION ALUMINIUM NITRIDA TERHADAP KEKERASAN PADA BANTALAN BOLA (BALL BEARING) Indreswari Suroso
Teknika STTKD: : Jurnal Teknik, Elektronik, Engine Vol 2 No 2 (2015): Teknika STTKD: Jurnal Teknik, Elektronik, Engine
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (824.65 KB)

Abstract

Bantalan bola adalah salah satu komponen mesin yang memiliki komponen ring dalam, ring luar, dan bola, gesekan antara ring dan bola menyebabkan keausan, tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh implantasi ion AlN terhadap kekerasan dan struktur mikro pada bantalan bola. Pengaruh implantasi ion Aluminium Nitrida adalah meningkatkan kekerasan bantalan bola dengan hasil penelitian sebagai berikut kekerasan bahan sebelum diimplantasi Aluminim Nitrida (AlN) yaitu kekerasan Bola 864 VHN, kekerasan ring dalam 828 VHN, dan kekerasan ring luar 644 VHN. Hasil pengujian kekerasan Vickers setelah diimplantasi ion AlN pada waktu optimum 90 menit adalah ring luar sebesar 925 VHN, ring dalam 1225 VHN, dan bola 1253 VHN, atau mengalami peningkatan kekerasan bola 45%, ring dalam 48%, dan ring luar 43%. Pada pengujian struktur mikro bahwa pada sangkar memiliki ukuran butir (particle size) paling besar dibandingkan yang lainnya, sedangkan ring dalam memiliki ukuran butir terkecil, sehingga nilai kekerasan paling rendah dan paling lunak adalah ring luar, sehingga diperlukan perlakuan permukaan (surface treatment) implantasi ion AlN.