Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PELAKSANAAN SIDANG SELAMA MASA PENCEGAHAN DAN PENYEBARAN CORONA VIRUS DISEASE 2019 DI PENGADILAN AGAMA KOTA KEDIRI nabila Rahma
Progresif : Media Publikasi Ilmiah Vol. 9 No. 1 (2021): PROGRESIF: MEDIA PUBLIKASI ILMIAH
Publisher : Universitas Bondowoso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.287 KB)

Abstract

Kehadiran wabah penyakit yang bernama covid-19 memberikan dampak negatif, salah satunya terganggunya kinerja birokrasi pemerintah. Karena itu pemerintah memberlakukan kebijakan Work From Home (WFH). Mahkamah Agung mengeluarkan SEMA No.1 Tahun 2020 untuk menindaklanjuti usulan tersebut dengan memberlakukan kebijakan WFH bagi Hakim dan ASN di lingkungan Mahkamah Agung dan badan peradilan di bawahnya. Namun Pengadilan Agama tetap menjalankan sidang seperti biasa, hal itu terjadi karena masyarakat yang berperkara tidak siap dengan adanya WFH, tak terkecuali Pengadilan Agama Kota Kediri. Penulis ingin mengetahui bagaimana pelaksanaan sidang di Pengadilan Agama Kota Kediri saat terjadi wabah covid-19. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-analitik dengan jenis penelitian lapangan. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa MA menghimbau aparatur peradilan untuk tetap mematuhi protokol yang ada. Pengadilan Agama Kota Kediri mematuhi protokol sesuai SEMA No.1 Tahun 2020, mulai dari memakai apd (masker dan sarung tangan medis), mematuhi social distancing, dan memakai absensi manual kecuali penggunaan infrared thermometer dikarenakan keterbatasan biaya.
MORICA (MORINGA–CARICA) HERBAL TEA: An Innovation in Herbal Tea Based on Carica Fruit and Moringa Leaves for The Health of The Indonesian Archipelago Nabila Rahma; Akhmad Irfan; Alifah Nur Azizah; Puja Ratna Duhita; Muhammad Fathoni
CATHA SAINTIFICA Vol 3 No 2 (2025): November 2025 Article-in-Press
Publisher : Sentra Kekayaan Intelektual dan Inovasi Teknologi (INOTEK) Universitas Sains Al-Qur'an

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/cathasaintifica.v3i2.10261

Abstract

Indonesia’s high biodiversity offers significant potential for the development of functional foods based on local resources. One such potential lies in the utilization of carica (Carica pubescens), a distinctive fruit from the Dieng Highlands, whose processing generates substantial peel waste that remains underutilized. At the same time, moringa leaves (Moringa oleifera) are recognized for their high nutritional and bioactive compound content but are limited in consumer acceptance due to their strong grassy flavor. This study aimed to develop an herbal tea bag product combining moringa leaves and carica peel as a sustainable and functional local beverage. An applied research approach was employed through four stages: pre-production, production, analysis, and evaluation. The product was formulated using 2 g of dried moringa leaves and 0.7 g of dried carica peel per tea bag. The results showed that the integration of carica peel improved the sensory characteristics of moringa leaf tea without eliminating its herbal identity, while simultaneously adding value to agro-industrial waste. The production process yielded a practical, consistent, and easily reproducible tea bag product with acceptable sensory quality. This study demonstrates that MORICA Herbal Tea represents a viable model for functional food development that integrates waste utilization, sensory improvement, and sustainability.