Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Petugas Teknis dalam Melaksanakan Fungsi Pekerja Sosial pada Pemberdayaan Perempuan Penyandang Disabilitas Mental di BRSPDM “Budi Luhur” Banjarbaru Maria Ulfah; Yuli Apriati; Cucu Widaty
Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Pendidikan Sosiologi Vol 2, No 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.166 KB) | DOI: 10.20527/jtamps.v2i2.6466

Abstract

Perempuan menerima jenis pemberdayaan yang berbeda dengan laki-laki dikarenakan berbagai alasan dan kebutuhan. Namun, perempuan juga berhak mendapat jenis pemberdayaan yang setara dengan laki-laki. Salah satu lembaga yang mampu memberikan pemberdayaan kepada perempuan penyandang disabilitas mental adalah BRSPDM “Budi Luhur” Banjarbaru. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan peran petugas teknis dalam melaksanakan fungsi pekerja sosial pada pemberdayaan perempuan penyandang disabilitas mental di BRSPDM “Budi Luhur” Banjarbaru. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, dengan sumber data yang dipilih secara Purposive Sampling dan menggunakan data primer dan sekunder, adapun instrumen dalam penelitian ini yaitu Human Instrument. Jumlah informan dalam penelitian ini yaitu 5 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan 3 teknik yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Selanjutnya, analisis data dilakukan dengan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ditemukan 5 peran petugas teknis dalam melaksanakan fungsi pekerja sosial pada pemberdayaan perempuan penyandang disabilitas mental di BRSPDM “Budi Luhur” Banjarbaru yaitu pertama, sebagai Fasilitator berperan dalam mendefinisikan siapa yang akan dilibatkan, memfasilitasi pendidikan seperti membangun pengetahuan dan keterampilan serta menetapkan tujuan keterlibatan PPKS, kedua Broker yang berperan dalam menghubungkan (linking), barang-barang dan pelayanan (goods and service) dan pengontrolan kualitas (quality control), serta melakukan penilaian/asesmen kebutuhan PPKS, ketiga Mediator yang berperan sebagai penengah, keempat sebagai Pembela yang berperan membela PPKS dalam proses pemberdayaan, dan kelima sebagai Pelindung yang berperan melindungi PPKS terutama PPKS perempuan.
Implementasi Gudang Garam: Edukasi Bahaya Nikotin dan Begadang Pada Remaja Desa Sungai Asam Maria Ulfah; Annisa Febriana; Anisa Maidawati; Angeline Duana Yashintia Nugroho; Muhammad Riza; Mutmainnah Mutmainnah; Dessy Damayanti; Risma Dwi Rahmawati; Nur Safitri
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/85ndja42

Abstract

Adolescents are an age group vulnerable to risky behaviors such as smoking and staying up late, which can negatively affect both physical and psychological health. Limited knowledge about the dangers of nicotine and sleep pattern disturbances is one of the factors contributing to the high prevalence of these behaviors. This community service activity aimed to implement the GUDANG GARAM program (Gerakan Ubah Diri, Akhiri Nikotin dan Begadang, Gapai Raga Aman dan Menyehatkan) through health education to improve adolescents’ knowledge in Sungai Asam Village. The program applied an educational approach through health counseling using posters and leaflets, accompanied by pretest and posttest evaluations to measure changes in participants’ knowledge. A total of 26 adolescents participated in all stages of the program. The evaluation results showed an increase in the average knowledge score from 6.73 before the intervention to 8.42 after the educational session, indicating improved understanding regarding the dangers of nicotine and staying up late. In addition, the activity was conducted interactively through discussions and question-and-answer sessions, which enhanced adolescent participation in the learning process. The implementation of the GUDANG GARAM program was proven to improve adolescent health literacy and has the potential to serve as a promotive and preventive strategy in fostering healthy lifestyle behaviors within the community. This program is recommended to be implemented sustainably with support from families and the community to optimize behavioral change outcomes.