Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

CHILDFREE PERSPEKTIF HUKUM ISLAM Ahmad Fauzan
AS-SALAM Vol 11 No 1 (2022): TRANSFORMASI PENDIDIKAN DAN HUKUM ISLAM PASCA PANDEMI
Publisher : LPPM STAI DARUSSALAM LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51226/assalam.v11i1.338

Abstract

Memiliki anak merupakan salah satu tujuan dari pernikahan. Namun seiring berjalannya waktu, memiliki keturunan tidak lagi menjadi tujuan dalam pernikahan. Hal ini dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan kedudukan childfree (keengganan untuk memiliki keturunan) dalam kerangka hukum Islam dengan menggunakan teori maqashid al-syari'ah dan maslahah. Penelitian ini adalah penelitian kepustakaan dengan metode deskriptif analisis. Childfree by choice pada dasarnya diperbolehkan karena hukum dasar perkawinan juga diperbolehkan. Childfree diperbolehkan dalam kondisi maslahah dharuriyyat. Childfree tidak diperbolehkan dengan alasan yang bertentangan dengan maqashid al-syari'ah.
Keadilan Gender dalam Poligami Menurut M. Quraish Shihab dan Relavansinya Terhadap Keluarga Sakinah Mawaddah Wa Rahmah Suci Oktaria; Mohammad Yasir Fauzi; Ahmad Fauzan
Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik Vol. 5 No. 4 (2025): (JIHHP) Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik
Publisher : Dinasti Review Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jihhp.v5i4.4575

Abstract

Poligami dalam Islam sering menjadi topik perdebatan, terutama dalam konteks keadilan gender dan keharmonisan rumah tangga. M. Quraish Shihab memandang poligami sebagai rukhshah (keringanan) yang diperbolehkan dalam kondisi tertentu, dengan syarat utama adalah keadilan. Namun, dalam praktiknya, aspek keadilan ini sering kali sulit diwujudkan, terutama dalam aspek emosional dan psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pandangan M. Quraish Shihab mengenai poligami serta relevansinya terhadap konsep keluarga sakinah, mawaddah, wa rahmah. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka dengan pendekatan kualitatif-deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa relevansi keadilan poligami menurut M Qurais Shihab dengan mewujudkan keluarga yang sakinah mawadah warahmah adalah adalah apabila seorang laki-laki dapat memperlakukan istri-istrinya dengan adil sesuai kemampuannya, seperti berlaku adil dalam rasa suka yang berlandaskan akal, memperlakukan istri dengan baik, serta berlaku adil dalam hal material. Selain itu, keduanya harus menyadari peran masing-masing dalam keluarga, di mana laki-laki bertanggung jawab dalam kepemimpinan, sedangkan perempuan berperan dalam menciptakan ketenangan serta mendidik anak-anaknya. Dengan usaha ini, keluarga sakinah, mawaddah, wa rahmah diharapkan dapat terwujud, sebagaimana hasil penelitian yang dilakukan oleh Khoirul Abror (2016), yang menyatakan bahwa keharmonisan dapat tercipta salah satunya melalui faktor internal dalam keluarga itu sendiri.
Vasektomi dan Dampaknya Terhadap keluarga Perspektif Maslahah Anisa Lutfiana Safitri AR; Eko Hidayat; Ahmad Fauzan
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Ilmu Multidisplin (Agustus - September 2025)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jim.v4i3.1197

Abstract

Vasektomi sebagai metode kontrasepsi permanen pria masih menimbulkan kontroversi, baik secara medis maupun dalam pandangan hukum Islam. Di tengah ketidakkonsistenan fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) terkait hukum vasektomi, dibutuhkan pendekatan yang lebih kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak vasektomi dalam kehidupan keluarga menggunakan perspektif maslahah, yaitu prinsip kemanfaatan dalam hukum Islam. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif-analitis dengan pendekatan studi kepustakaan serta wawancara lapangan terhadap salah satu pengguna vasektomi (Bapak S) di Lampung Utara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa vasektomi tidak menimbulkan efek negatif terhadap kesehatan maupun keharmonisan keluarga. Justru , dari sisi kesehatan dan psikologis, subjek penelitian merasa lebih sehat dan ringan pasca tindakan vasektomi. Keharmonisan rumah tangga juga tetap terjaga, bahkan meningkat. Dalam perspektif maslahah, tindakan vasektomi dinilai membawa kemaslahatan, khususnya ketika dilakukan untuk melindungi kesehatan pasangan dan menjaga keseimbangan keluarga. Kesimpulannya, praktik vasektomi dapat diterima secara syar’i apabila dilakukan dengan kesadaran, persetujuan bersama, dan dalam kondisi yang menunjukkan adanya kebutuhan nyata serta kemaslahatan yang kuat. Penelitian ini menegaskan bahwa pendekatan maslahah memberi ruang fleksibilitas dalam hukum Islam untuk merespons kebutuhan kontemporer yang relevan dengan keberlangsungan keluarga sakinah.
Developing a Model for Religious Tolerance Management Among University Students Rukimin Rukimin; Agus Pahrudin; Koderi Koderi; Ahmad Fauzan
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 16, No 4 (2024): AL-ISHLAH: JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v16i4.3838

Abstract

Religious tolerance is a critical aspect of student development, particularly in diverse educational environments. This study focuses on developing a Religious Tolerance Management Model at Baitul Arqom, Muhammadiyah Mataram University (UMMAT), to promote tolerance among students. The research employs the Dick and Carey system design and a Research and Development (RD) approach. The study involves systematic stages, including model design, flowchart creation, and the development of modules as final outputs. The resulting Religious Tolerance Management Model comprises specific objectives, indicators, training goals, learning materials, and instructional methods. Key components include: (1) the basics of religious tolerance, (2) student religious tolerance, (3) multiculturalism in religion, (4) tolerance and pluralism, (5) management model design, (6) implementation strategies, and (7) follow-up mechanisms. The model focuses on fostering tolerance attitudes, emphasizing organizing group behaviors and mobilizing peer engagement. By implementing the proposed model, Baitul Arqom participants demonstrated improved abilities to organize and influence others in fostering religious tolerance. The structured module design facilitates practical learning steps, time allocation, and assessment to ensure effective outcomes. The study successfully develops a Religious Tolerance Management Model that enhances student attitudes toward religious tolerance at UMMAT. This model serves as a valuable framework for promoting harmony and pluralistic understanding in higher education institutions.