Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Persepsi Mahasiswa Terhadap Penerapan Metode Resitasi Pada Pembelajaran Daring di Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia Sri Wahyuni
Cakrawala: Jurnal Pendidikan Vol 15 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.112 KB) | DOI: 10.24905/cakrawala.v15i2.284

Abstract

The recitation method is one of the learning methods which is an alternative to educators to keep his students involvedactively in the online learning activities process. To applay that method, in order to achieve optimal results and not aburden to the students, be required perceptions from the students as a control to take policy. This research is meant toknow student’s perceptions toward the application method of recitation and its benefits of the online learning atNahdaltul Ulama University who were 62 students. The research population were sixth semester students of the Islamicreligious education program at Nahdlatul Ulama Indonesia University. The sample used was just students beingtaught by researcher using recitation method as method of learning. The result of research indicate that PAI studentgave positive perceptions toward applaying recitation method on online learning 88,17%, and the perception towardbenefits from applying recitation method 96,37%. So it can be concluded that the recitation method relevant is used inonline learning and gave benefits that have positive impact to the quality of student’s learning.
The relationship of parenting with juvenile delinquency review of David Ozora’s abuse case study by Mario dandy Sri Wahyuni Wahyuni; Amanda Yulianti; Fitriana Abdullah; Cecep Abdul Mu'ti; Tri Budi Jatmiko
Cendikia : Media Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol 13 No 6 (2023): July: Education Science
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/cendikia.v13i6.3921

Abstract

The media intensively reported on the juvenile delinquency committed by Mario Dandi, resulting in the permanent disability of David Ozora. As many responses have come from several practitioners and experts, these cruel acts are the impact of improper parenting.This study aims to theoretically analyze the parenting style applied by Mario Dandy's parents, as described by experts. Research is designed using literature studies, with data analysis using descriptive methods. The results revealed that the parenting style applied by Mario Dandy's parents tends toward permissive and authoritarian parenting styles. This was analyzed by looking at Mario Dandy's behavior when committing violent acts as well as the actions of his parents while the legal process was on going.
KONSEP PENDIDIKAN IMAM AL-GHOZALI DAN JOHN LOCKE Sri Wahyuni
Tajdid: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol. 9 No. 1 (2025): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v9i1.4263

Abstract

Konsep pendidikan Imam Al-Ghozali dan John Locke memberikan pemahaman kepada pendidik tentang pelaksanaan pembelajaran yang ideal terutama pentingnya pembentukan karakter peserta didik. Penelitian ini menggunakan studi literatur, dengan melakukan identifikasi topik yang relevan, kemudian dianalias. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Teori pendidikan karakter yang dikemukakan oleh John Locke dan Imam Al-Ghozali menawarkan perspektif yang luas dan relevan tentang pembentukan karakter orang dewasa dan anak-anak. Meskipun perspektif dan konteks budaya mereka berbeda, kedua tokoh ini memberikan prinsip-prinsip dasar yang dapat digunakan untuk membangun masyarakat yang beretika dan beradab. Pemikiran klasik dan modern ini mengintegrasikan ide bahwa pendidikan karakter bukan hanya tugas individu, tetapi juga tugas bersama yang harus dipenuhi di berbagai aspek kehidupan. Sehingga dengan mengimani pendidikan yang dikembangkan Imam Al-Ghozali dan John Locke, diharapkan dapat mendukung ketercapaian tujuan pendidikan yang digaungkan selama ini, yaitu membentuk peserta didik yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berahklak mulia, cerdas, terampil, serta bertanggung jawab
IMPLEMENTASI METODE ARTS-BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA PADA PEMBELAJARAN PAI KELAS IX DI SMP Siti Adira Dwiyanti; Sri Wahyuni
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i1.9654

Abstract

The limitations of teachers in choosing effective learning methods can affect student learning outcomes, so a learning method that is able to actively involve students is needed so that learning can be more easily understood by students. This study aims to analyze differences in student understanding and measure the magnitude of the effect of ABL implementation on improving understanding of Islamic Religious Education material in grade IX at SMPN 281 Jakarta. This study uses a quantitative approach with a quasi-experimental type. The research design used is Nonequivalent Control Group Design. The sample is based on the suitability of the learning schedule, namely class IX F with 30 students and class IX H with 30 students. Data were obtained through pretest and posttest tests in the form of C1-C4 based PG questions. Data were analyzed with three events, namely descriptive analysis, inferential analysis, and N-Gain analysis. Data analysis was carried out by calculating the N-Gain value and the Mann–Whitney U test using SPSS assistance because the data was not normally distributed. The results showed that the average posttest score of the experimental class was higher than the control class with an N-Gain value of 0.54 in the experimental class which was included in the medium category, while the control class obtained an N-Gain value of 0.39 in the medium category. The results of the hypothesis test showed that there was no significant difference between the two classes (p > 0.05). This finding indicates that the ABL method has the potential to improve student understanding, but has not shown statistically significant effectiveness on the material studied. ABSTRAK Keterbatasan guru dalam memilih metode pembelajaran yang efektif dapat memengaruhi hasil belajar siswa, sehingga dibutuhkan metode pembelajaran yang mampu untuk melibatkan sswa secara aktif agar pembelajaran dapat lebih mudah dipahami oleh siswa.Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan pemahaman siswa serta mengukur besarnya pengaruh penerapan ABL terhadap peningkatan pemahaman pada materi PAI kelas IX di SMPN 281 Jakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis quasi eksperimen. Desain penelitian yang digunakan adalah Nonequivalent Control Group Design. Sampel didasarkan pada kesesuaian jadwal pembelajaran, yaitu kelas IX F yang berjumlah 30 siswa dan kelas IX H yang berjumlah 30 siswa. Data diperoleh melalui tes pretest dan postest berupa soal PG berbasis C1-C4. Data dianalisis dengan tiga acara, yaitu analisis deskriptif, analisis inferensial, dan analisis N-Gain. Analisis data dilakukan dengan menghitung nilai N-Gain serta uji Mann–Whitney U menggunakan bantuan SPSS karena data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai posttest kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol dengan nilai N-Gain sebesar 0,54 pada kelas eksperimen yang termasuk dalam kategori sedang, sedangkan kelas kontrol memperoleh nilai N-Gain sebesar 0,39 dalam kategori sedang. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelas (p > 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa metode ABL memiliki potensi dalam meningkatkan pemahaman siswa, namun belum menunjukkan efektivitas yang signifikan secara statistik pada materi yang diteliti.
Persepsi Mahasiswa Terhadap Penerapan Metode Resitasi Pada Pembelajaran Daring di Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia Sri Wahyuni
Cakrawala: Jurnal Pendidikan Vol 15 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/cakrawala.v15i2.284

Abstract

The recitation method is one of the learning methods which is an alternative to educators to keep his students involvedactively in the online learning activities process. To applay that method, in order to achieve optimal results and not aburden to the students, be required perceptions from the students as a control to take policy. This research is meant toknow student’s perceptions toward the application method of recitation and its benefits of the online learning atNahdaltul Ulama University who were 62 students. The research population were sixth semester students of the Islamicreligious education program at Nahdlatul Ulama Indonesia University. The sample used was just students beingtaught by researcher using recitation method as method of learning. The result of research indicate that PAI studentgave positive perceptions toward applaying recitation method on online learning 88,17%, and the perception towardbenefits from applying recitation method 96,37%. So it can be concluded that the recitation method relevant is used inonline learning and gave benefits that have positive impact to the quality of student’s learning.
Analisis Motif Penggunaan ChatGPT dan Pengaruhnya Terhadap Efikasi Mahasiswa PAI di Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia Vika Nurul Mufidah; Sri Wahyuni; Binti Khoiriyah; Putri Alfiah Aulia Rahma
Al-Ikhtibar: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 12 No. 2 (2025): Al-Ikhtibar: Jurnal Ilmu Pendidikan
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/ikhtibar.v12i2.12466

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis motif penggunaan ChatGPT serta menguji pengaruhnya terhadap efikasi akademik mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia. Latar belakang penelitian didasari oleh meningkatnya penggunaan kecerdasan buatan generatif di kalangan mahasiswa, khususnya ChatGPT, yang sering dimanfaatkan untuk memahami materi kuliah, menyelesaikan tugas, maupun mencari referensi cepat. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei. Sampel berjumlah 150 mahasiswa yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner skala Likert yang mengukur dua variabel, yaitu motif penggunaan ChatGPT (kognitif, instrumental, afektif, dan sosial) serta efikasi akademik mahasiswa (keyakinan diri, regulasi diri, dan penguasaan tugas). Analisis data dilakukan dengan regresi linier sederhana dan menggunakan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun mahasiswa PAI menggunakan ChatGPT dengan berbagai motif, penggunaan tersebut tidak berpengaruh signifikan terhadap efikasi akademik. Faktor internal seperti motivasi pribadi, pengalaman belajar, dan dukungan akademik lebih dominan dalam menentukan efikasi mahasiswa. Dengan demikian, ChatGPT berperan hanya sebagai alat bantu belajar, bukan sebagai faktor yang meningkatkan atau menurunkan keyakinan diri akademik mahasiswa.
PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENGEMBANGKAN POTENSI SISWA MELALUI PENDEKATAN HUMANISTIK DI SMP NEGERI 166 JAKARTA Alya Chairani; Sri Wahyuni
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i3.14871

Abstract

The development of students potential is one of the primary goals of education, oriented not only toward academic achievement but also toward character building, skill development, and students' self-actualization. In this context, Islamic Religious Education teachers hold a strategic role in creating learning experiences that are able to develop students' potential through a humanistic approach. This study aims to describe the role of PAI teachers in developing students' potential through Carl Rogers' humanistic approach at SMP Negeri 166 Jakarta. The study employed a descriptive qualitative method, with data collected through interviews, observations, and documentation involving 2 PAI teachers as key informants and 6 students as supporting informants. Data analysis was conducted using the Miles and Huberman model, which includes data condensation, data display, and conclusion drawing. The results of the study show that PAI teachers apply seven principles of Rogers' humanistic learning theory, namely fostering the desire to learn through contextual learning, presenting meaningful learning through exemplary stories and hands-on practice, building a learning environment free from threat through warm relationships while maintaining professional boundaries, providing space for student initiative through discussions and habituation activities, identifying and directing students' unique potential through extracurricular activities, fostering responsibility for the learning process through practice-based assignments, and encouraging changes in students' attitudes and self-confidence through gradual personal mentoring. Thus, the humanistic approach contributes to the holistic development of students' potential, encompassing academic aspects, character, creativity, responsibility, communication skills, and self-confidence. ABSTRAK Pengembangan potensi siswa merupakan salah satu tujuan utama pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, pengembangan keterampilan, serta aktualisasi diri siswa. Dalam konteks tersebut, guru Pendidikan Agama Islam memiliki peran strategis dalam menciptakan pembelajaran yang mampu mengembangkan potensi siswa melalui pendekatan humanistik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru PAI dalam mengembangkan potensi siswa melalui pendekatan humanistik Carl Rogers di SMP Negeri 166 Jakarta. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap 2 guru PAI sebagai informan utama serta 6 siswa sebagai informan pendukung. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI menerapkan tujuh prinsip pembelajaran humanistik Rogers, yaitu menumbuhkan keinginan belajar melalui pembelajaran yang kontekstual, menghadirkan pembelajaran bermakna melalui kisah keteladanan dan praktik langsung, membangun lingkungan belajar yang bebas dari ancaman melalui kedekatan yang hangat namun tetap menjaga batas profesional, memberi ruang bagi inisiatif siswa melalui diskusi dan kegiatan pembiasaan, mengidentifikasi dan mengarahkan potensi unik siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler, menumbuhkan tanggung jawab belajar melalui tugas berbasis praktik, serta mendorong perubahan sikap dan kepercayaan diri siswa melalui pendampingan personal yang bertahap. Dengan demikian, pendekatan humanistik berkontribusi dalam mengembangkan potensi peserta didik secara menyeluruh, mencakup aspek akademik, karakter, kreativitas, tanggung jawab, kemampuan berkomunikasi, dan kepercayaan diri.