Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

RISIKO PENULARAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI SEKOLAH DASAR DI KELURAHAN PUTAT JAYA, SURABAYA Nurul Kholifah; Ririh Yudhastuti
Jurnal Ilmiah Kesehatan Media Husada Vol 5 No 2: November
Publisher : LPPMK STIKES Widyagama Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.897 KB) | DOI: 10.33475/jikmh.v5i2.170

Abstract

Kelurahan Putat Jaya merupakan daerah endemis Demam Berdarah Dengue (DBD) di Surabaya dengan penderita terbanyak adalah anak usia dibawah 14 tahun. Sekolah merupakan suatu tempat yang berpotensi sebagai tempat penular penyakit DBD. Tingkat kepadatan Aedes aegypti sebagai vektor utama menjadi indikator risiko penularan DBD. Kontainer sebagai tempat perindukan Aedes aegypti pada suatu wilayah menentukan tingkat kepadatan vektor DBD. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan karakteristik kontainer dengan keberadaan jentik di lingkungan sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode observasional deskriptif dengan desain studi cross sectional. Populasi penelitian ini adalah 9 sekolah dasar di Kelurahan Putat Jaya dengan sampel menggunakan metode total populasi. Observasi dengan metode visual digunakan untuk memperoleh data terkait variabel penelitian. Data dianalisis menggunakan koefisien korelasi Phi untuk mengetahui kuat hubungan antara karakteristik kontainer dengan keberadaan jentik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang sangat lemah antara jenis (r = 0,128), bahan (r = 0,156), dan letak kontainer (r = 0,103) dengan keberadaan jentik. Terdapat hubungan yang cukup (r = 0,262) antara warna kontainer dengan keberadaan jentik. Nilai Container Index (CI) secara umum = 22,5% yang menunjukkan sekolah dasar di Kelurahan Putat Jaya berisiko tinggi penularan DBD. Kesimpulan dari penelitian ini adalah masih terdapat 7 dari 9 sekolah dasar berisiko tinggi terjadi penularan DBD. Direkomendasikan untuk meningkatkan upaya PSN 3M dan pemantauan jentik secara rutin di lingkungan sekolah khususnya pada kontainer non TPA untuk menurunkan risiko penularan DBD.