Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU DAN HIGIENE PERORANGAN DENGAN KEJADIAN KECACINGAN PADA MURID TAMAN KANAK-KANAK IBNU HUSAIN SURABAYA Ratna Kumala; Ririh Yudhastuti
Jurnal Ilmiah Kesehatan Media Husada Vol 5 No 2: November
Publisher : LPPMK STIKES Widyagama Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.594 KB) | DOI: 10.33475/jikmh.v5i2.129

Abstract

Infeksi cacingan merupakan penyakit berbasis lingkungan yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat. Kejadian umumnya tinggi pada daerah dengan kepadatan penduduk yang tinggi dengan sanitasi yang buruk. Penelitian bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan ibu dan higiene perorangan dengan kejadian kecacingan pada murid Taman Kanak-kanak Ibnu Husain Surabaya. Penelitian menggunakan metode observasional dengan rancangan studi cross sectional. Sampel penelitian ini adalah murid dan ibu murid TK Ibnu Husain Surabaya sebanyak 24 orang. Pengambilan data primer dengan metode wawancara dan pemeriksaan laboratorium. Analisis data menggunakan uji korelasi phi untuk mengetahui kuat hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan sebesar 91,7% ibu memiliki pengetahuan yang cukup mengenai masalah cacingan pada anak. Sebesar 79,2% responden memiliki kebiasaan mencuci tangan yang kurang, sebesar 79,2% responden memiliki kebiasaan memotong kuku seminggu sekali, sebesar 75% responden memiliki kebiasaan bermain di tanah dan sebesar 45,8% responden memiliki kebiasaan memakai alas kaki yang kurang. Kejadian kecacingan pada responden sebesar 16,7%. Terdapat 3 variabel yang memiliki kuat hubungan cukup dengan kejadian kecacingan pada murid TK Ibnu Husain Surabaya antara lain kebiasaan memotong kuku (r=0,321), kebiasaan bermain di tanah (r=0,258) dan kebiasaan memakai alas kaki (r=0,486). Disarankan kepada pihak TK Ibnu Husain Surabaya untuk memberikan materi belajar tambahan terkait perilaku hidup bersih dan sehat pada murid khususnya perilaku pencegahan infeksi cacingan.
RISIKO PENULARAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI SEKOLAH DASAR DI KELURAHAN PUTAT JAYA, SURABAYA Nurul Kholifah; Ririh Yudhastuti
Jurnal Ilmiah Kesehatan Media Husada Vol 5 No 2: November
Publisher : LPPMK STIKES Widyagama Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.897 KB) | DOI: 10.33475/jikmh.v5i2.170

Abstract

Kelurahan Putat Jaya merupakan daerah endemis Demam Berdarah Dengue (DBD) di Surabaya dengan penderita terbanyak adalah anak usia dibawah 14 tahun. Sekolah merupakan suatu tempat yang berpotensi sebagai tempat penular penyakit DBD. Tingkat kepadatan Aedes aegypti sebagai vektor utama menjadi indikator risiko penularan DBD. Kontainer sebagai tempat perindukan Aedes aegypti pada suatu wilayah menentukan tingkat kepadatan vektor DBD. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan karakteristik kontainer dengan keberadaan jentik di lingkungan sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode observasional deskriptif dengan desain studi cross sectional. Populasi penelitian ini adalah 9 sekolah dasar di Kelurahan Putat Jaya dengan sampel menggunakan metode total populasi. Observasi dengan metode visual digunakan untuk memperoleh data terkait variabel penelitian. Data dianalisis menggunakan koefisien korelasi Phi untuk mengetahui kuat hubungan antara karakteristik kontainer dengan keberadaan jentik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang sangat lemah antara jenis (r = 0,128), bahan (r = 0,156), dan letak kontainer (r = 0,103) dengan keberadaan jentik. Terdapat hubungan yang cukup (r = 0,262) antara warna kontainer dengan keberadaan jentik. Nilai Container Index (CI) secara umum = 22,5% yang menunjukkan sekolah dasar di Kelurahan Putat Jaya berisiko tinggi penularan DBD. Kesimpulan dari penelitian ini adalah masih terdapat 7 dari 9 sekolah dasar berisiko tinggi terjadi penularan DBD. Direkomendasikan untuk meningkatkan upaya PSN 3M dan pemantauan jentik secara rutin di lingkungan sekolah khususnya pada kontainer non TPA untuk menurunkan risiko penularan DBD.
HUBUNGAN IKLIM DAN ANGKA BEBAS JENTIK DENGAN KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE DI PUSKESMAS PUTAT JAYA Nurvita Tri Kurniawati; Ririh Yudhastuti
Jurnal Ilmiah Kesehatan Media Husada Vol 5 No 2: November
Publisher : LPPMK STIKES Widyagama Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.082 KB) | DOI: 10.33475/jikmh.v5i2.175

Abstract

Demam Berdarah Dengue merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti yang masih menjadi masalah di Puskesmas Putat Jaya. Kejadian DBD dipengaruhi oleh faktor lingkungan seperti iklim dan kepadatan jentik yang ditunjukkan dengan Angka Bebas Jentik (ABJ). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan faktor iklim dan ABJ dengan kejadian DBD di Puskesmas Putat Jaya tahun 2010- 2014. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan jenis penelitian studi ecology time series. Waktu pengambilan data dilakukan pada bulan Mei 2016. Data sekunder yang dibutuhkan adalah data iklim (curah hujan, suhu, dan kelembaban) yang diperoleh dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Perak dan data kasus DBD serta data ABJ yang diperoleh dari Puskesmas Putat Jaya. Hasil uji korelasi menunjukkan bahwa curah hujan memiliki kekuatan hubungan lemah dan arah hubungan postif dengan kejadian DBD (r=0,141). Suhu memiliki kekuatan hubungan sedang dan arah hubungan postif dengan kejadian DBD (r=0,301). Kelembaban memiliki kekuatan hubungan lemah dan arah hubungan postif dengan kejadian DBD (r=0,23). ABJ Puskesmas Putat Jaya masih rendah dengan ABJ yang tidak mencapai standar Nasional ≥95%. Hubungan antara ABJ dengan kejadian DBD menunjukkan kekuatan hubungan lemah dan arah hubungan postif dengan kejadian DBD(r=0,078). Perlunya kerjasama antara masyarakat dan pihak puskesmas untuk mengendalikan DBD. Masyarakat dapat melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan pihak puskesmas melaksanakan program pengendalian DBD dengan lebih baik.