Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

HUBUNGAN IKLIM DAN ANGKA BEBAS JENTIK DENGAN KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE DI PUSKESMAS PUTAT JAYA Nurvita Tri Kurniawati; Ririh Yudhastuti
Jurnal Ilmiah Kesehatan Media Husada Vol 5 No 2: November
Publisher : LPPMK STIKES Widyagama Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.082 KB) | DOI: 10.33475/jikmh.v5i2.175

Abstract

Demam Berdarah Dengue merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti yang masih menjadi masalah di Puskesmas Putat Jaya. Kejadian DBD dipengaruhi oleh faktor lingkungan seperti iklim dan kepadatan jentik yang ditunjukkan dengan Angka Bebas Jentik (ABJ). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan faktor iklim dan ABJ dengan kejadian DBD di Puskesmas Putat Jaya tahun 2010- 2014. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan jenis penelitian studi ecology time series. Waktu pengambilan data dilakukan pada bulan Mei 2016. Data sekunder yang dibutuhkan adalah data iklim (curah hujan, suhu, dan kelembaban) yang diperoleh dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Perak dan data kasus DBD serta data ABJ yang diperoleh dari Puskesmas Putat Jaya. Hasil uji korelasi menunjukkan bahwa curah hujan memiliki kekuatan hubungan lemah dan arah hubungan postif dengan kejadian DBD (r=0,141). Suhu memiliki kekuatan hubungan sedang dan arah hubungan postif dengan kejadian DBD (r=0,301). Kelembaban memiliki kekuatan hubungan lemah dan arah hubungan postif dengan kejadian DBD (r=0,23). ABJ Puskesmas Putat Jaya masih rendah dengan ABJ yang tidak mencapai standar Nasional ≥95%. Hubungan antara ABJ dengan kejadian DBD menunjukkan kekuatan hubungan lemah dan arah hubungan postif dengan kejadian DBD(r=0,078). Perlunya kerjasama antara masyarakat dan pihak puskesmas untuk mengendalikan DBD. Masyarakat dapat melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan pihak puskesmas melaksanakan program pengendalian DBD dengan lebih baik.