Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EFEKTIVITAS PENGGUNAAN METODE AUDIO VISUAL TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN REMAJA TENTANG SEKS SEBELUM MENIKAH Vera Renta Siahaan; Jehani Fajar Pangestu; Miftah Fitriyani
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 6, No 1 (2020): Volume 6,Nomor 1,Januari 2020
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v6i1.2345

Abstract

ABSTRAK  Latar belakang: Survei menemukan alasan hubungan seksual pranikah adalah; rasa ingin tahu (57,5% dilaporkan oleh laki-laki), tidak sengaja terjadi dan dipaksa oleh pasangan dilaporkan oleh wanita (38% dan 12,6%). Hasil dari wawancara dengan 10 siswa menemukan 9 siswa telah berpacaran dan kebanyakan dari mereka tidak tahu tentang seks pranikah. Pendidikan kesehatan adalah salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk memberikan informasi yang tepat dan akurat terkait bahaya seks pranikah pada remaja. Metode yang dapat dilakukan untuk mendukung pelaksanaan pendidikan kesehatan adalah ceramah, pamflet, selebaran dan audio visual. Audio visual dapat membuat seseorang lebih berkonsentrasi dan perhatian dan dapat mendorong aktivitas diri (Musfiqon, 2012). Berdasarkan latar belakang ini maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian. Tujuan: untuk menganalisis efektivitas penggunaan metode audio visual untuk meningkatkan pengetahuan remaja tentang seks pranikah di SMAN 1 Sungai Kakap pada tahun 2018. Metode Penelitian: satu kelompok desain pre-posttest dilakukan dalam penelitian ini. Populasi penelitian ini adalah semua siswa kelas X dan IX di SMAN 1 Sungai Kakap. 56 siswa yang siap menjadi responden dengan mengisi informed consent sebelum dan remaja berusia 15-19 tahun. direkrut sebagai sampel. Uji Wilcoxon digunakan untuk menganalisis data. Efektivitas Penggunaan Metode Audio Visual Terhadap Peningkatan PengetahuanRemaja usia 15-19 tahun Hasil: Pengetahuan rata-rata dinaikkan sebanyak 31,58% (dari 59,8 menjadi 87,4). Hasil Uji Wilcoxon diperoleh nilai p = 0,000 (p <0,05), dari hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan antara pengetahuan responden sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan tentang bahaya seks pranikah berarti signifikan. Kesimpulan: Metode audio visual bisa menjadi metode yang efektif dalam memberikan pendidikan kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan remaja tentang seks pranikah pada remaja.               Saran: Metode Audio Visual dapat digunakan sebagai alternatif dalam meningkatkan pengetahuan remaja tentang seks pranikah   Kata kunci: Audio Visual, Seks Pranikah  
EDUKASI KESEHATAN TENTANG PENCEGAHAN STUNTING PADA IBU BAYI USIA 0-12 BULAN Nurul Kaamilah; Miftah Fitriyani; Pipin Nurlinda
MAJU : Indonesian Journal of Community Empowerment Vol. 3 No. 4 (2026): MAJU : Indonesian Journal of Community Empowerment, Juli 2026
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/maju.v3i4.2628

Abstract

Stunting is a nutritional problem that remains a challenge in improving the quality of child health in Indonesia. Mothers' low knowledge about stunting prevention is one of the factors contributing to the incidence of stunting in children. This community service activity aims to increase the knowledge of mothers of infants aged 0–12 months about stunting prevention through health education using booklets in Sungai Beliung Village, Pontianak City. The method used was health education through counseling and interactive discussions using booklets. Participants' knowledge was measured before and after the education to assess the effectiveness of the activity. The results showed an increase in participants' knowledge after receiving education, indicated by an increase in the number of participants with good knowledge. The booklets helped participants understand information about stunting, the importance of the First 1,000 Days of Life, meeting children's nutritional needs, and growth monitoring. Health education using booklets effectively increases mothers' knowledge and has the potential to support stunting prevention efforts in the community.