Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Indonesia 5G Channel Model Under Foliage Effect Khoirul Anwar; Evander Christy; Rina Pudji Astuti
Buletin Pos dan Telekomunikasi Vol. 17 No. 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Centre for Research and Development on Resources, Equipment, and Operations of Posts and I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17933/bpostel.2019.170201

Abstract

Abstract The performance of communications is determined by the channel, therefore knowledge of channel model of a country is important. This paper proposes (i) the fifth telecommunication generation (5G) Indonesia channel model and (ii) a framework to derive the channel model of any locations in Indonesia. We consider operating frequency of 3.3 GHz with bandwidth of 40 MHz with real-field parameters of several cities in Indonesia. We also present a theoretical outage performance evaluated for the proposed Indonesia 5G channel model validated by block error rate (BLER) performances of cyclic-prefix orthogonal frequency division multiplexing (CP-OFDM) numerology zero with 5G complex binary phase shift keying (C-BPSK) and Polar coding scheme. Sub-optimal Polar codes are used in this research, where better performances are expected in the future. We found that the Indonesia 5G channel model has 17 paths for the case of without foliage effect and has less than 15 paths for the case of with foliage effect. The results show that foliage attenuation causes performance degradations indicated by smaller number of paths and worse theoretical outage performances. The obtained outage performances from the proposed Indonesia 5G channel model in this paper are expected to be a reference for 5G implementations in Indonesia. Abstrak Kinerja sistem komunikasi ditentukan oleh kanal, sehingga pengetahuan model kanal suatu negara menjadi penting. Makalah ini mengusulkan (i) model kanal telekomunikasi generasi ke-lima (5G) Indonesia dan (ii) kerangka kerja untuk menghitung model kanal di lokasi lain di Indonesia. Model kanal dalam makalah ini diciptakan untuk bandwidth 40 MHz pada frekuensi 3,3 GHz dengan parameter riil lapangan. Makalah ini juga menampilkan teori outage performance yang diperoleh dari model kanal 5G Indonesia, kemudian memvalidasi teori outage performance tersebut menggunakan block error rate (BLER) pada cyclic-prefix orthogonal frequency division multiplexing (CP-OFDM) numerology zero dengan complex binary phase shift keying (C-BPSK) standard 5G dan Polar coding. Semua hasil numerik diperoleh dari simulasi komputer menggunakan parameter riil lapangan untuk alam Indonesia. Makalah ini menemukan bahwa kanal 5G Indonesia dapat dimodelkan power delay profile (PDP) dengan 17 path untuk kanal tanpa efek dedaunan dan kurang dari 15 path untuk kanal dengan dedaunan. Hasil tersebut menunjukkan bahwa redaman daun menyebabkan penurunan kinerja, yang ditandai dengan penurunan jumlah path dan memburuknya outage performance. Kurva outage performance yang diperoleh dari model kanal 5G Indonesia diharapkan menjadi referensi untuk implementasi sistem 5G di Indonesia dalam pengembangan 5G di Indonesia secara optimal, terutama untuk lokasi yang memiliki dedaunan lebat.
Unified Numerical FFR with Adaptive Bandwidth for 5G and Beyond Multilayer Multisector Networks Muhammad Yaser; Iskandar; M. Sigit Arifianto; Khoirul Anwar
Emerging Science Journal Vol. 10 No. 2 (2026): April
Publisher : Ital Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28991/ESJ-2026-010-02-09

Abstract

The present research introduces a unified numerical formulation for Fractional Frequency Reuse (FFR) and a user composition-based adaptive bandwidth allocation strategy for multi-layer/multi-sector cell architectures. The proposed FFR metric explicitly accumulates sub-band usage across the inner–outer and inter-sector layers, thereby normalizing diverse reuse patterns into a single, consistent number. This formulation remains consistent with the classical definition (reducing to 1/N reuse under certain conditions), approaches full reuse when multi-layer/sector coordination is applied, and provides a simple yet powerful link between reuse configurations and capacity predictions in 5G and beyond networks. Comprehensive simulations based on a realistic urban macrocell environment show that increasing the architectural complexity from a single-layer to a 2-layer 6-sector network results in a remarkable 184% increase in average cell capacity. Furthermore, in the dynamic bandwidth allocation, the inner user-dominated scenario achieves the highest cell capacity, which is 41% higher than that in static bandwidth allocation. At the same time, dynamic allocation also improves fairness in the outer user-dominated scenario, increasing the Jain fairness index by up to 0.444. These results confirm that the combination of the new FFR formulation and adaptive resource allocation significantly improves spectrum efficiency, cell capacity, and fairness, and provides practical guidance for optimizing the implementation of 5G and beyond cellular network deployments.
Implementasi Aplikasi Human Resource Fase-2 Yayasan Solidaritas Syamsul’ Ulum Kabupaten Bandung Gelar Budiman; Raditiana Patmasari; Khoirul Anwar; Ghinan Muhammad Sholih
Almufi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 2: Desember (2025)
Publisher : Yayasan Almubarak Fil Ilmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63821/ajpkm.v5i2.553

Abstract

Pengelolaan sumber daya manusia dan data kesehatan secara digital menjadi aspek penting bagi lembaga sosial dalam meningkatkan efektivitas program pemberdayaan. Yayasan Solidaritas Syamsul ‘Ulum (SOUL) Kabupaten Bandung menghadapi tantangan dalam pengelolaan data anggota yang masih manual, rentan terhadap duplikasi, dan sulit diakses secara real-time. Untuk mengatasi hal ini, penelitian pengabdian masyarakat ini mengusulkan Implementasi Aplikasi Human Resource Fase-2, yang berfokus pada pengembangan aplikasi mobile untuk memperluas aksesibilitas sistem yang telah dibangun pada Fase-1. Aplikasi ini dirancang dengan pendekatan user-centered design dan dikembangkan menggunakan framework cross-platform (React Native/Flutter), memungkinkan pengelola dan anggota yayasan—khususnya ibu-ibu di RW 05 Desa Bojongsari—untuk mengelola data profil, kehadiran, dan kesehatan melalui perangkat smartphone. Fitur utama meliputi manajemen anggota, pencatatan pertemuan mingguan, sinkronisasi data real-time dengan sistem web, serta modul pendataan kesehatan. Kegiatan implementasi dilengkapi dengan seminar kesehatan dan pengecekan kesehatan langsung. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam efisiensi administrasi, transparansi data, dan literasi digital peserta. Aplikasi ini menjadi fondasi transformasi digital yayasan menuju sistem manajemen SDM yang lebih profesional, terintegrasi,dan Berkelanjutan.
Aplikasi Monitoring Kesehatan dan Kebugaran untuk Anggota Skadik 202 Wingdik 200/Lek Pusdik Kodiklatau Bandung Gelar Budiman; Raditiana Patmasari; Khoirul Anwar; Agus Kusnayat
Almufi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 1: Juni (2026)
Publisher : Yayasan Almubarak Fil Ilmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63821/ajpkm.v6i1.608

Abstract

Kesehatan dan kebugaran personel merupakan faktor krusial dalam menjaga kesiapan operasional satuan TNI AU, namun di Lanud Sulaeman Kopo, Kabupaten Bandung, pemantauan kondisi kesehatan dan kebugaran anggotanya masih menghadapi tantangan signifikan. Proses pencatatan data kesehatan seperti tekanan darah, indeks massa tubuh (IMT), dan riwayat latihan kebugaran masih banyak dilakukan secara manual atau terpencar di berbagai buku catatan, menyebabkan data tidak terintegrasi, sulit dilacak secara historis, dan memperlambat proses evaluasi kondisi personel oleh satuan kesehatan (Satkes). Ketergantungan pada sistem konvensional ini membatasi kemampuan komandan satuan dan tenaga kesehatan untuk memperoleh gambaran cepat dan akurat mengenai tingkat kesiapan personel. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, pengabdian masyarakat ini mengusulkan Implementasi Aplikasi Monitoring Kesehatan dan Kebugaran berbasis web di lingkungan SKADIK 202 WINGDIK 200/LEK PUSDIK KODIKLATAU BANDUNG. Aplikasi ini bertujuan membangun fondasi sistem informasi digital yang terintegrasi, yang memungkinkan tenaga kesehatan (Satkes) dan admin mendata seluruh personel, mencatat hasil pengukuran kesehatan berkala (tekanan darah, denyut nadi, IMT), serta merekam hasil tes kebugaran seperti lari atau push-up. Dengan sistem ini, data personel tidak lagi tersebar, melainkan tersimpan dalam satu pangkalan data terpusat yang aman dan mudah diakses melalui perangkat komputer, sehingga mendukung pengambilan keputusan yang lebih cepat dan tepat dalam menjaga kesiapan fisik seluruh anggota satuan.