Yovsyah Yovsyah
Departemen Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Aktivitas Fisik terhadap Kontrol Glukosa Darah Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 Putri Wahyuningtias; Yovsyah, Yovsyah; Asri Masitha Arsyati
SEHATMAS: Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/sehatmas.v4i1.4416

Abstract

The prevalence of diabetes mellitus (DM) in Bogorse City is 2.1%, which is still higher than the prevalence of DM in Indonesia, Riskesdas 2013 data is 2.0%. The purpose of the study was to determine the effect of physical activity on glycemic control of patients with type 2 DM in the PTM cohort study in Bogor City in 2011-2016. According to the log-rank survival test based on physical activity did not differ significantly with a significance value of 0.941. That survival between groups of sufficient and less physical activity did not differ in survival for poor blood glucose control events. Patients with type 2 DM who are sufficiently physically active have an HR of 0.788 times (95%CI: 0.456-1.360) with a p value of 0.392. This means that patients with type 2 DM who are sufficiently physically active or less do not show a significant difference in blood glucose control. This is because there is a lot of censoring and lost to follow-up, the observation point is quite far spanning 2 years. Continuous health promotion efforts and shorter time span observation point research are needed to produce more precise accuracy effects.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kesuksesan Kesembuhan dari Pengobatan Regimen Pendek (Short Treatment Regiment) pada Pasien Tuberkulosis Resistensi Obat di Indonesia Tahun 2017 Agustina, Rina; Maulida, Rizka; Yovsyah, Yovsyah
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia Vol. 2, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

TB RO menyebabkan beban pengendalian penyakit TB menjadi bertambah. Adanya penurunan angka keberhasilan pengobatan dari tahun 2010 sebesar 67,9% menjadi 51,1% di tahun 2013 dan peningkatan kasus pasien putus berobat mendorong Indonesia menerapkan pengobatan jangka pendek untuk meningkatkan angka keberhasilan pengobatan TB RO dan menurunkan kasus pasien putus berobat. Penelitian ini bertujuan untuk melihat status kesuksesan kesembuhan dari pengobatan TB RO dan faktor-faktor yang berhubungan dengan status kesuksesan kesembuhan dari pengobatan regimen pendek di Indonesia tahun 2017 dengan menggunakan data pasien TB RO yang tercatat dalam e-TB manager dari pasien-pasien berusia eā€ 15 tahun yang telah ada status hasil pengobatan regimen pendek maksimal pada bulan November 2018 dengan desain penelitian kohort retrospektif. Didapatkan 223 kasus dengan 104 (46,6%) pengobatan sukses dan sisanya yaitu 119 (53,4%) pengobatan tidak sukses. Hasil analisis bivariat dengan chi-square menunjukkan beberapa factor yang berhubungan dengan status kesuksesan kesembuhan dari pengobatan regimen pendek. Faktor-faktor ini ialah usia (crude RR 2,09, 95% CI 1,19–3,65), resistensi ofloksasin (crude RR 7,73, 95% CI 0,92–64,28) dan resistensi kanamisin (crude RR 0,47, 95% CI 0,39–0,57) memiliki hubungan yang signifikan secara statistik dengan kesuksesan kesembuhan dari pengobatan regimen pendek. Berdasarkan hasil penelitian ini, penderita TB RO dengan usia 45 tahun ke atas agar mendapatkan perhatian lebih dalam pengobatan regimen pendek ini karena berpeluang lebih rendah untuk mendapatkan status pengobatan yang sukses. Ketepatan data pada e-TB manager pun perlu dilihat kembali karena pada penelitian ini agar penelitian selanjutnya mendapatkan hasil yang akurat.
Efek Obesitas dengan Risiko Kejadian Penyakit Asma pada Perempuan Usia Produktif di Indonesia Maulana, Arief; Prihartono, Nurhayati A.; Yovsyah, Yovsyah
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian mengenai hubungan obesitas dengan risiko kejadian penyakit asma sudah banyak dilakukan namun masih jarang dilakukan penelitian yang mengambil sampel perempuan usia produktif (15-64 tahun). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi hubungan obesitas dalam menyebabkan asma pada perempuan usia produktif (15-64 tahun). Penelitian ini menggunakan data bersumber dari Indonesian Family Life Survey 5 (IFLS-5) tahun 2014 dengan desain penelitian cross sectional. Sampel yang dianalisis pada penelitian ini berjumlah 15.654 setelah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data sampel dianalisis dengan menggunakan uji regresi logistik untuk mengetahui besar risiko obesitas dalam menyebabkan asma. Hasil penelitian didapatkan prevalensi asma sebesar 2,91%. Hasil analisis menunjukkan bahwa perempuan usia produktif yang obesitas memiliki risiko 1,21 kali (95% CI 0,987-1,485) untuk mengalami asma (POR=1,21) dibandingkan dengan yang tidak obesitas setelah dikontrol dengan variabel merokok. Perlu adanya adanya promosi kesehatan lebih baik dan variatif untuk mencegah asma terutama pada perempuan obesitas pada umur 15-64 tahun.