Khoiroh Umah
Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

HIDROGEN PEROXIDA & NaCl 0.9 % MEMPERCEPAT PENYEMBUHAN LUKA PADA PASIEN VULNUS APPERTUM Khoiroh Umah; Arif Kurniawan
Journals of Ners Community Vol 3 No 2 (2012)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/j ners community.v3i2.15

Abstract

ABSTRAK Penyembuhan luka adalah pergantian sel-sel mati atau rusak dengan sel-sel sehat. Teknik perawatan luka adalah dengan mencuci awal luka menggunakan dua bahan kimia. Bahan-bahan ini adalah hidrogen peroksida dan NaCl 0,9%. Hidrogen peroksida adalah senyawa kimia anorganik yang memiliki sifat oksidator kuat, tetapi juga memberikan efek holistik yang bermanfaat; bertindak sebagai katalis untuk berbagai proses tubuh yang diperlukan dan langsung mengurangi infeksi bakteri anaerob. Natrium klorida (NaCl 0,9%) adalah solusi fisiologis dan tidak akan merugikan jaringan luka. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan efektivitas dari kedua bahan tersebut.Penelitian ini menggunakan Quasy eksperimen Post-test-only-Design Group. Populasi penelitian ini adalah klien vulnus appertum di Rumah Sakit Ibnu Sina Gresik. Sampel terdiri dari 22 responden yang diambil dengan purposive sampling sesuai dengan kriteria inklusi. Variabel bebas adalah perawatan menggunakan NaCl 0,9% dan H2O2 3% yang diakhiri dengan NaCl 0,9% sedangkan variabel tergantung adalah percepatan penyembuhan luka. Pengumpulan data diambil dengan cara observasi pada hari hari ke-7.Hasil penelitian ini menunjukkan perbedaan efektivitas pengobatan dengan hidrogen peroksida 3% dan NaCl 0,9% untuk penyembuhan luka yang terkontaminasi. Data dianalisis dengan menggunakan uji statistik U Mann Whitney dengan nilai p <0,05 (0013), dapat disimpulkan bahwa perawatan dengan H2O2 3% yang diakhiri dengan NaCl 0,9% lebih efektif daripada hanya dengan 0,9% NaCl.Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai pedoman pengobatan luka dengan menggunakan Hidrogen Peroksida 3%, yang diakhiri dengan NaCl 0,9% sebagai standar perawatan luka klien appertum vulnus. Kata kunci: Penyembuhan Luka, Hidrogen Peroksida 3%, NaCl 0,9%, Perawatan Luka Terkontaminasi.  ABSTRACT Wound healing is that cells die or be damaged exchange by healthy cells and organs traumatized. Wound care techniques in this initial washing of the wound healing decide effects of the two chemicals. These materials are hydrogen peroxide and NaCl 0.9%. Hydrogen peroxide is inorganic chemical compounds which have strong oxidizing properties, but also provide useful holistic effects the body; it act as a catalyst for a variety of body processes needed and directly reduce the anaerobic bacterial infections. Sodium chloride (NaCl 0.9%) is a physiological solution and will not harm the wound tissue. This study was aim to determine the effectiviness of these two materials.These researches use experimental Quasy Type Post-test-only-Design Group. The population of this research was on vulnus appertum the client in ER Ibnu Sina Gresik Hospital. The sample consisted of 22 respondents taken with purposively technical according to with inclusion criteria. Independent variable is the threatment of 0.9% NaCl and H2O2 3 % ended with NaCl 0.9 % and dependent variables is acceleration contaminated wound healing. The collection of data was taken by way of observation on day 7th day.The results of this study showed differences in the effectiveness of the treatment of 3% hydrogen peroxide ended 0.9% NaCl with 0.9% NaCl to the contaminated wound healing. Data analyzed using statistical test U Mann Whitnay with value p < 0.05 (0013), it can be concluded that threatment with 3 % H2O2 ended 0.9 % HaCl more effective than only with 0.9 % NaCl.From this research can be used as a wound treatment guideline Hydrogen Peroxide 3%, which ended with 0.9% NaCl as a standard treatment of wounds contaminated the client vulnus appertum. Keywords: Wound Healing, Hydrogen Peroxide 3 %, NaCl 0.9 %, Contaminated Wound Healing.                   
HUBUNGAN RESPONS TIME DENGAN KEPUASAN PASIEN (Corelation of Respons Time with Patients Satisfaction) Khoiroh Umah; Ika Putri Rizikiyah
Journals of Ners Community Vol 6 No 2 (2015): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1618.236 KB) | DOI: 10.5281/j ners community.v6i2.50

Abstract

ABSTRAK Respons Time adalah kecepatan dan ketepatan pelayanan di suatu rumah sakit yang dapt membeikan keyakinan kepada pelanggan agar selalu menggunakan jasa pelayanan kesehatan di rumh sakit tersebut. Instalasi gawat darurat adalah salah satu pintu terdepan dari penerimaan pasien sehingga diperlukan suatu tindakan tanggap darurat yang terukur untuk pertolongan kepada pasien. Itu akan sangat berguna bagi penanganan pasien selanjutnya. Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penerapan hubungan Respon Time dengan kepuasan pasien.Penelitian ini menggunakan korelasi dengan pendekatan cross sectional. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling dengan responden sebanyak 44 pasien, di Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Muhammadiyah Gresik. Kemudian dianalisis dengan menggunakan uji Mann Whitey dengan taraf signifikansi α <0,05.Hasil perhitungan korelasi sebesar 0,658 antara respon time dengan kepuasan pasien adalah kuat yang ditunjukkan dengan nilai korelasi mendekati +1. Dengan P-value / Sig. sama dengan 0.00 < 0,05 dapat disimpulkan terdapat hubungan yang signifikan antara kedua variabel.                Kesimpulan, Terdapat hubungan yang signifikan antara kedua variabel, yang berarti bahwa respon time berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan pasien di Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Muhammadiyah Gresik. Kata kunci: Respon time, Kepuasan Pasien, Unit Gawat Darurat ABSTRACT The respon time strategic is a fastness of service in the hospital which can give a destiny to customers in order always to do health in service in the hospital. Emergency room is a main gate of patient acceptable, so that needed a emergency action for patien. That will very useful to recovery patienhereinafter.The direction of this discovery is know including application of respon time strategic that contain destiny, fastness and service to doing by employers to give maximal satisfaction for customers. Health service a bisnistahat needed right done and accurate in order trust and satisfaction customers in permanent guarded.This study is determinethe effect ofthe application ofthe Respon TimeStrategyincludesconfidence, speed, andservice that theofficerstogivemaximum satisfaction to thecustomer. This studywas across sectionalcorrelation. The technique used in this research was purposive sampling with the respondents as 44 patient, in unit emergency Muhammadiyah hospital lGresik. Thenanalyzed usingMann Whitneytestwith a significance levelα<0.05.The resulted ofcalculationof correlation of0,658betweenthe respontimeto thesatisfaction ofthe patient was indicatedby thestrongcorrelation valueapproaching+1. With theP-value/Sig. equal to 0.00<0.05 canbe concludedthere is asignificant relationshipbetweenthe twovariables.Conclusion, were significant correlationbetween thetwo variables. Whichmeansthatthe respontimesignificantly affect to patient satisfactionin theemergency unitMuhammadiyah HospitalGresik.Keywords: Emergency, ResponTime, Patient Satisfaction, Emergency Unit.
HUBUNGAN PERSONAL HYGIENE DENGAN TINDAKAN PENCEGAHAN PENULARAN PENYAKIT KUSTA (Personal Hygiene of Skin with Practice to Leprosy Prevention) Khoiroh Umah
Journals of Ners Community Vol 6 No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.004 KB) | DOI: 10.5281/j ners community.v6i1.88

Abstract

ABSTRAK Kusta adalah penyakit kronis menular dan disebabkan oleh kuman yang menyerang saraf tepi kusta, kulit dan jaringan tubuh lainnya. Kebersihan pribadi adalah praktek untuk mencegah masuknya organisme mikro ke dalam tubuh, salah satu jenis dari kebersihan pribadi adalah kebersihan pribadi untuk kulit. Kusta adalah penyakit kulit karena bakteri leprae mikro. Sebuah latihan untuk pencegahan kusta adalah kebersihan pribadi khusus untuk kulit.Penelitian menggunakan ini desain cross sectional dengan teknik purposive sampling dengan jumlah besar sampel 27 responden. Variabel bebas yang digunakan adalah kebersihan pribadi. Variabel dependen yang digunakan adalah tindakan penanggulangan penularan penyakit kusta. Kemudian analisis data menggunakan rank spearmen korelasi dengan nilai p = 0,000 signifikan dianalisisHasil statistik menggunakan Spearman rho, mendapatkan bahwa ρ = 0,000 dengan r = 0.743 menunjukkan bahwa ada hubungan antara kesehatan pribadi dari kulit dengan praktek untuk pencegahan kusta ini.Kebersihan pribadi yang baik dapat mencegah penularan penyakit apapun khusus untuk penyakit kusta sehingga jumlah penderita penyakit kusta menurun. Kata kunci: kusta, kebersihan pribadi kulit.  ABSTRACT Leprosy is a chronically infectious disease and is caused by germs that attack the nervous edge of leprosy, skin and other body tissues. Personal hygiene is a practice to prevent entry of micro organism into body, one of type of the personal hygiene is personal hygiene for skin. Leprosy is a skin disease because of micro bacterium leprae. A practice to leprosy’s prevention is personal hygiene specially for skin.This research using design cross sectional with purposive sampling techniques with large sums samples 27 of respondents. The independent variable used was personal hygiene. The dependent variable used was the act of prevent transmission of the disease of leprosy. Then the data analysis using spearmen rank correlation with the value of significant p=0,000 analyzedThe result from statistic result used spearman rho, obtain that ρ=0,000 with r=0,743 show that there is correlation between personal hygiene of skin with practice to leprosy’s prevention.Apply a good personal hygiene can prevent contagion of any disease specially for leprosy disease. The ammuont of leprosy disease decreased. Keywords: leprosy, personal hygiene of skin.  
PENDIDIKAN SEKS TERHADAP PENCEGAHAN PERILAKU PENYIMPANGAN SEKSUAL PADA REMAJA (Effect of Sex Education to Sexual Deviation Behavior in Teenager) Khoiroh Umah; Teguh Saputro
Journals of Ners Community Vol 7 No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1637.404 KB) | DOI: 10.5281/j ners community.v7i1.116

Abstract

ABSTRAK           Perilaku seks menyimpang adalah aktivitas seksual yang dilakukan tanpa adanya hubungan pernikahan dan dilakukan tidak sewajarnya, bila hal ini di biarkan akan berdampak pada seks bebas dan perzinahan.          Desain penelitian ini menggunakan one-group pre-post-test design, dengan purposive sampling. Sampel yang diambil sebanyak 30 responden. Variabel independennya adalah pendidikan seks, dan variabel dependennya adalah pencegahan perilaku penyimpangan seksual. Data penelitian ini diambil dengan menggunakan kuisioner.          Dari hasil uji statistik Wilcoxon Signed Rank Test didapatkan hasil pengetahuan(α hitung) = 0,001dan korelasi Z= 3,302 artinya ada pengaruh kuat pendidikan seks terhadap pengetahuantentang pencegahan perilaku penyimpangan seksual pada remaja. Sikap(α hitung) = 0,001dan korelasi Z= 3,352 artinya ada pengaruh kuat pendidikan seks terhadap sikap tentang pencegahan perilaku penyimpangan seksual pada remaja. Tindakan(α hitung) = 0,000dan korelasi Z= 4,128 artinya ada pengaruh kuat pendidikan seks terhadap tindakan tentang pencegahan perilaku penyimpangan seksual pada remaja.          Pendidikan seks tentang pencegahan penyimpangan seksual sangat dibutuhkan untuk mempengaruhi perilaku remaja tentang penyimpangan seksual agar remaja tidak terjerumus pada kehidupan seks yang bebas dan perzinahan dan juga di perlukan peran orang tua, guru dan masyarakat untuk mengawasi perilaku remaja.Kata kunci: Pendidikan seks, perilaku (pengetahuan, sikap dan tindakan) penyimpangan seksual ABSTRACT Sexual deviation behavioris sexual activity without marriage and not properly, it also has an impact onfree sexand adultery. This research used one-group pre-post-test design, with purposive sampling. Samples were taken by 30 respondents. Independent variable was sex education, and the dependent variable was the prevention of sexual deviation behavior. The data of this research were taken by using a questionnaire.The statistical test of Wilcoxon Signed Rank Test results obtained knowledge (α count)=0.001and Z correlation=3.302, it means there is a strong influence of sex education on knowledge about the prevention of sexual deviation behaviorin adolescents. Attitude (α count) =0.001and Z correlation=3.352, it means there is a strong influence on the attitudes of sex education on the prevention of sexual deviation behavior in adolescents. Action (α count) =0.000 and Z correlation=4.128, it meansthere isa strong influence on the action of sex education on the prevention of sexual deviation behavior in adolescents.Sex education on the prevention of sexual perversion is needed to influence the behavior of adolescent in order not to fall in freesexandadultery, and it also needs the parent, teachers and the community role for monitoring the behavior of adolescents.Keywords: sex education, behavior (knowledge, attitudes and actions) sexual   deviation
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PERILAKU PENCEGAHAN TERJADINYA LUKA KAKI PENDERITA DIABETES MELLITUS Rita Rahmawati; Khoiroh Umah; Adesi Rizki Indri Ani
Journals of Ners Community Vol 11 No 1 (2020): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v11i1.1067

Abstract

Diabetes disebut penyakit mematikan karena hampir sepertiga orang dengan diabetes tidak mengetahui mereka menderita diabetes mellitus, sampai penyakit tersebut berkembang menjadi serius yang berdampak pada organ atau sistem tubuh lainnya dan mengakibatkan komplikasi DM. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap perilaku pencegahan terjadinya luka kaki  penderita diabetes mellitus.Desain penelitian ini menggunakan one group pre test - post test desain, dengan populasi penelitian sebanyak 24 responden dengan tehnik total sampling dan sampel yang diambil 24 responden. Penelitian dilaksanakan di Dusun Karangpoh Kecamatan Bungah bulan Desember 2018 – Januari 2019. Variabel independennya adalah pendidikan kesehatan dengan metode ceramah, dan variabel dependennya adalah perilaku pencegahan terjadinya luka kaki DM. Data penelitian ini diambil dengan menggunakan observasi.Hasil penelitian yang diperoleh pengetahuan, sikap dan tindakan menunjukkan dari analisa dengan uji statistik Wilcoxon Ranks Test didapatkan nilai signifikan =0.000 artinya ada pengaruh pendidikan kesehatan dengan metode ceramah terhadap perilaku pencegahan terjadinya luka kaki Diabetes Mellitus pada penderita diabetes mellitus.Pendidikan kesehatan menjadi hal yang penting karena selain sebagai salah satu pilar pengendalian dan juga upaya untuk pencegahan terjadinya luka kaki DM juga menambah wawasan untuk merawat kaki penderita, sehingga memperbaiki kendali glukosa darah.Kata kunci: Diabetes Mellitus, Pencegahan Luka Kaki, Pendidikan Kesehatan.DOI: 10.5281/zenodo.4739901
PENURUNAN NYERI DISMENORE PRIMER DENGAN PEMBERIAN KOMBINASI JAHE MERAH (Zingiber officinale Var. rubrum) DAN MADU Suwanto Fatima; Rita Rahmawati; Khoiroh Umah; Eka Masitho Wati
Journals of Ners Community Vol 12 No 2 (2021): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v12i2.1566

Abstract

Dismenore dikenal dengan nyeri pada perut selama menstruasi diakibatkan adanya peningkatan uterus. Untuk menurunkan nyeri akibat dismenore dengan pengobatan non farmakologis yaitu kombinasi jahe merah dan madu. Sedangkan madu memiliki kandungan vitamin E berperan dalam menghambat terbentuknya prostaglandin. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penurunan nyeri dismenore primer dengan pemberian kombinasi jahe merah dan madu. Penelitian ini menggunakan metode pra eksperimental dengan rancangan one-group pre-post test design. Jumlah populasi 32 responden mengalami dismenore, sampel dipilih menggunakan metode purposive sampling sebanyak 30 responden. Intervensi pemberian kombinasi jahe merah dan madu 1 kali sehari selama 2 hari. Variabel independen yaitu pemberian kombinasi jahe merah dan madu. Variabel dependen yaitu tingkat nyeri dismenore diukur dengan skala nyeri bourbanis. Kriteria inklusi: siswi yang mengalami dismenore primer ringan, sedang, berat, dan siswa tidak mengkonsumsi obat anti nyeri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata sebelum pemberian kombinasi jahe merah dan madu adalah 4.8000 dan nilai rata-rata sesudah diberikan kombinasi jahe merah dan madu adalah 1.1000. sedangkan uji statistik Wilcoxon signed rank test diketahui nilai signifikan (2-tailed) = 0,000, dimana p = 0,000 < 0,05 artinya terdapat penurunan nyeri dismenore primer akibat pemberian kombinasi jahe merah dan madu. Pengobatan non farmakologis salah satunya adalah kombinasi jahe merah dan madu dapat dimanfaatkan sebagai penurunan nyeri akibat dismenore. DOI: 10.5281/zenodo.6033667