p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Sylva Scienteae
Syam'ani Syam'ani
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERHITUNGAN PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK (PNBP) PENGGUNAAN KAWASAN HUTAN (PKH) PADA PT. KALIMANATAN ENERGI LESTARI DI KABUPATEN KOTABARU PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Yuni Nurlis Malawati; Daniel Itta; Syam'ani Syam'ani
Jurnal Sylva Scienteae Vol 3, No 6 (2020): Jurnal Sylva Scienteae Volume 3 No 6 Edisi Desember 2020
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.39 KB) | DOI: 10.20527/jss.v3i6.4731

Abstract

The purpose of this study is to determine the influence factors non tax income (PNBP) calculation in use of forest area (PKH) at PT. Kalimantan Energi Lestari in Kotabaru District, South Kalimantan Province. This research calculates all data related to the parameters that used to calculate the value of PKH PNBP. The results of the study indicated the active mining area at PT. Kalimantan Energi Lestari between the mine planning and the mine realization did not match, this condition is because the difference in calculation due to the difference in area. The amount of funds that must be deposited does not match with the amount of funds that have been calculated and that is not match with due date of the deposit too. To minimize the difference in calculation, PT. Kalimantan Energi Lestari made plan (baseline) revision and does PKH PNBP deposits accordance with the due date to avoid penalties because of the late payments.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perhitungan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Penggunaan Kawasan Hutan (PKH) pada PT. Kalimantan Energi Lestari di Kabupaten Kotabaru, Provinsi Kalimantan Selatan. Penelitian ini dengan menghitung semua data yang berhubungan dengan parameter yang dipakai untuk menghitung nilai PNBP PKH.  Hasil penelitian menunjukkan luas areal bukaan tambang pada PT. Kalimantan Energi Lestari antara bukaan tambang yang direncanakan dengan luas realisasi tidak sesuai hal ini akan menyebabkan selisih perhitungan yang disebabkan selisih luasan. Jumlah dana yang harus disetorkan untuk PNBP PKH tidak sesuai dengan jumlah dana yang telah dihitungkan dan tidak sesuai dengan tanggal jatuh tempo penyetoran. Untuk meminimalisir selisih luasan dalam perhitungan sebaiknya PT. Kalimantan Energi Lestari melakukan revisi  rencana (baseline) dan melakukan penyetoran PNBP PKH sesuai dengan tanggal jatuh tempo untuk menghindari denda karena keterlambatan pembayaran
ESTIMASI BIOMASSA DAN CADANGAN KARBON POPULASI RAMBAI LAUT (Sonneratia caseolaris) MENGGUNAKAN CITRA UAV Yudiarto Arman; Abdi Fithria; Syam'ani Syam'ani
Jurnal Sylva Scienteae Vol 8, No 3 (2025): Jurnal Sylva Scienteae Vol 8 No 3 Edisi Juni 2025
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v8i3.10854

Abstract

Climate change has become a global issue with the commitment of all countries through the Paris Agreement in 2015 which aims to hold air temperatures below 1.5˚C. The Indonesian government, in an effort to reduce greenhouse gas (GHG) emissions, has established a national program called Indonesia's Folu Net Sink 2030. Folu Net Sink is a condition to be achieved by reducing greenhouse gas emissions from the forestry and land use sectors provided that absorption levels are greater. of emission level. Forests provide indirect benefits such as carbon sinks, so it is necessary to calculate carbon reserves easily and effectively to determine stored carbon reserves. This research aims to analyze the correlation of carbon stock values from direct field measurements with estimates of rambai laut vegetation carbon using drone remote sensing methods in the Bakut Island natural tourism park. Data collection was carried out by direct measurements in the field and tree canopy measurements. Data analysis was carried out using regression to estimate data linkage. The research results show that the estimation of the carbon value of canopy area is more accurate than the diameter of the tree crown. The linear regression model was used with the formula y = 0.2903x + 1.354 with an R2 value of 0.82 and the RMSE value of crown area and trunk diameter obtained from the results of model validation using 17 sample trees of 6.71 cm. The estimated carbon content from direct field measurements was 18,164.31 kg, while the estimated carbon content from the canopy area was 14,456.30 kg, meaning the estimated results were smaller than the results from field carbon measurements with an RMSE value of 3,708.01 kg, meaning the average bias value per tree is 44.67 kg.Perubahan iklim menjadi isu global dengan adanya komitmen dari seluruh negara melalui Paris Agreement pada tahun 2015 yang bertujuan untuk menahan suhu udara dibawah 1,5˚C. Pemerintah indonesia dalam upaya menurunkan emisi gas rumah kaca (GRK) telah menetapkan program nasional yang dinamakan Indonesia’s Folu Net Sink 2030. Folu Net Sink adalah kondisi yang ingin dicapai dengan mengurangi emisi gas rumah kaca dari sektor kehutanan dan penggunaan lahan dengan syarat tingkat serapan lebih besar dari tingkat emisi. Hutan memberikan manfaat tidak langsung seperti penyerap karbon maka perlunya perhitungan cadangan karbon yang mudah dan efektif untuk mengetahui cadangan karbon yang tersimpan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalis korelasi nilai cadangan karbon pengukuran langsung lapangan dengan estimasi karbon vegetasi rambai laut menggunakan metode penginderaan jauh drone di taman wisata alam pulau bakut. Pengumpulan data dilakukan dengan cara pengukuran langsung di lapangan dan pengukuran tajuk pohon. Analisis data dilakukan dengan menggunakan regresi untuk memperkirakan keterkaitan data. Hasil penelitian menunjukkan estimasi nilai karbon luasan tajuk lebih akurat dibanding diameter tajuk pohon. Model regresi linear digunakan dengan rumus y = 0,2903x + 1,354 dengan nilai R2 sebesar 0,82 dan Nilai RMSE luas tajuk dan Diameter batang di yang didapatkan dari hasil validasi model menggunakan 17 pohon sampel sebesar 6,71 cm. Hasil estimasi kandungan karbon dari pengukuran langsung lapangan didapatkan sebesar 18.164,31 kg sedangkan hasil estimasi karbon dari luasan tajuk sebesar 14.456,30 kg berarti hasil estimasi lebih kecil dibanding hasil pengukuran karbon lapang dengan nilai RMSE sebesar 3.708,01 kg artinya rata-rata nilai bias perpohon sebesar 44,67 kg.