Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGARUH PIJAT BAYI TERHADAP PENINGKATAN MOTORIK KASAR PADA BAYI USIA 3-6 BULAN DI BPM SURIYANTI, S.ST MAKASSAR TAHUN 2020: INFLUENCE OF INFANT MASSAGE ON INCREASING CORRECT MOTOR IN BABIES AGED 3-6 MONTHS AT BPM SURIYANTI, S.ST MAKASSAR YEAR 2020 Nurul Sugiarti Syam; Syamsuryanita Syamsuryanita; Nurul Ikawati
JURNAL FISIOTERAPI DAN ILMU KESEHATAN SISTHANA Vol. 3 No. 1 (2021): Januari : Jurnal Fisioterapi dan Ilmu Kesehatan Sisthana
Publisher : Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jufdikes.v3i1.89

Abstract

Perkembangan merupakan perubahan yang terjadi pada diri individu dengan bertambahnya kemampuan dan fungsi tubuh dari yang sederhana ke yang lebih kompleks, sebagai hasil dari proses pematangan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui Pengaruh Pijat Bayi Terhadap Peningkatan Motorik Kasar Pada Bayi Usia 3-6 Bulan di BPM Suriyanti, S.ST Makassar. Desain Penelitian ini adalah eksperimen metode Pre Test-Post Test Control Group Design, populasi penelitian ini berjumlah 100 bayi di BPM Suriyanti, S.ST Makassar dan sampel berjumlah 30 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 15 orang (50%) yang mendapatkan pijat bayi, terdapat 14 bayi (93,3%) yang motorik kasanya meningkat dan 1 bayi (6,7 %) yang tidak meningkat. Sedangkan yang tidak di lakukan pijat bayi sebanyak 15 bayi (50%), terdapat 2 orang motorik kasarnya meningkat (13,3%) dan 13 bayi (86,7%) yang tidak meningkat. Dengan menggunakan uji Mann-Whitney dan wilcokxon, menunjukkan bahwa setelah diuji wilcoxon nilai ? Value pretest-posttest dari kelompok perlakuan adalah 0,000 (<0,05), sedangkan nilai ? Value pretes-posttest pada kelompok kontrol 0.039 (<0,05). Sedangkan setelah diuji Mann whitney didapatkan hasil ? = 0,000 (<0,05). Maka dapat disimpulkan bahwa ?<?, sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. yang artinya ada pengaruh pijat bayi terhadap peningkatan motoric kasar pada bayi usia 3-6 bulan
Pengaruh Pemberian Jantung Pisang Kepok Terhadap Kelancaran ASI Pada Ibu Post Partum Di Puskesmas Batua Makassar Tahun 2019 Nurul Sugiarti Syam; Syamsuryanita; Nurul Ikawati
JURNAL FISIOTERAPI DAN ILMU KESEHATAN SISTHANA Vol. 3 No. 2 (2021): Juli : Jurnal Fisioterapi dan Ilmu Kesehatan Sisthana
Publisher : Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jufdikes.v3i2.90

Abstract

Perkembangan merupakan perubahan yang terjadi pada diri individu dengan bertambahnya kemampuan dan fungsi tubuh dari yang sederhana ke yang lebih kompleks, sebagai hasil dari proses pematangan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui Pengaruh Pijat Bayi Terhadap Peningkatan Motorik Kasar Pada Bayi Usia 3-6 Bulan di BPM Suriyanti, S.ST Makassar. Desain Penelitian ini adalah eksperimen metode Pre Test-Post Test Control Group Design, populasi penelitian ini berjumlah 100 bayi di BPM Suriyanti, S.ST Makassar dan sampel berjumlah 30 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 15 orang (50%) yang mendapatkan pijat bayi, terdapat 14 bayi (93,3%) yang motorik kasanya meningkat dan 1 bayi (6,7 %) yang tidak meningkat. Sedangkan yang tidak di lakukan pijat bayi sebanyak 15 bayi (50%), terdapat 2 orang motorik kasarnya meningkat (13,3%) dan 13 bayi (86,7%) yang tidak meningkat. Dengan menggunakan uji Mann-Whitney dan wilcokxon, menunjukkan bahwa setelah diuji wilcoxon nilai ? Value pretest-posttest dari kelompok perlakuan adalah 0,000 (<0,05), sedangkan nilai ? Value pretes-posttest pada kelompok kontrol 0.039 (<0,05). Sedangkan setelah diuji Mann whitney didapatkan hasil ? = 0,000 (<0,05). Maka dapat disimpulkan bahwa ?<?, sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. yang artinya ada pengaruh pijat bayi terhadap peningkatan motoric kasar pada bayi usia 3-6 bulan
HUBUNGAN TEMAN SEBAYA TERHADAP PERILAKU SEKSUAL REMAJA Rosita Passe; Syamsuryanita Saleh; Nurul Ikawati; Sumarni Marwang Marwang
Jurnal Bidan Pintar Vol. 7 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jubitar.v7i1.7610

Abstract

Abstrak   Aktivitas seksual yang berisiko di kalangan remaja dapat membawa berbagai dampak negatif, terutama karena pada usia ini mereka sering kali belum memiliki pemahaman yang matang terhadap konsekuensi dari perilaku tersebut. Apabila seorang remaja berada dalam lingkaran pertemanan yang negatif, maka risiko untuk terlibat dalam perilaku menyimpang, termasuk aktivitas seksual yang dipicu oleh pengaruh media sosial dan konten pornografi, menjadi lebih tinggi.  Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan teman sebaya terhadap perilaku seksual remaja di SMAN 3 Jeneponto. Desain penelitian menggunakan desain analitik korelatif study dengan pendekatan cross  sectional.  Pengambilan  sampel  menggunakan stratified  random  sampling dengan  jumlah  sampel  sebanyak  76  siswa  di  SMAN  3  Jeneponto.  Data  dikumpulkan menggunakan kuesioner variable teman sebaya menggunakan skala gutman dengan masing-masing 10 pertanyaan. Data dianalisis menggunakan Statistical Program for Social Science (SPSS). Hasil penelitian menunjukkan Berdasarkan hasil analisis Chi Square diperoleh nilai ρ=0,002<dari α=0,05, ini berarti Ho ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian ada hubungan teman sebaya terhadap perilaku seksual remaja.  Kesimpulan Ada hubungan teman sebaya terhadap perilaku seksual remaja. Disarankan kepada remaja agar dalam memilih teman sebaya pergaulan secara selektif, sehingga pergaulan remaja menjadi terjaga dan dapat menghindai dari perilaku seksual beresiko   Kata kunci : Teman Sebaya, Perilaku Seksual, Remaja
Edukasi Kesehatan Tentang Pengenalan Organ Reproduksi Pada Remaja Dengan Menggunakan Media Audio Visual Rosita Passe; Nurul Ikawati; Nurqalbi Sampara; Syamsuryanita Saleh
Babakti: Journal of Community Engangement Vol 1 No 1 (2024): April
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/babakti.v1i1.13107

Abstract

Masa remaja atau juga disebut masa pubertas merupakan masa penghubung antara masa anak-anak dan dewasa. Masa pubertas yaitu seseorang dengan perkembangan seksual yang lebih matang. Artinya, anak laki-laki atau perempuan mengalami perubahan fisik yang membuat mereka mampu bereproduksi secara seksual. pengetahuan manusia diperoleh atau disalurkan melalui banyak indera sehingga semakin banyak panca indera yang digunakan maka semakin jelas pengetahuan yang diperoleh. Audio visual merupakan salah satu media yang menyajikan informasi atau pesan melalui dengar dan lihat. Tujuan pengabdian Masyarakat ini diharapkan dapat menjadi media untuk penyebaran informasi terkait Kesehatan reproduksi tentang organ reproduksi pada remaja. Mitra Pengabdian Masyarakat ini adalah SMA Negeri 18 Makassar. Metode kegiatan pengabdian ini yaitu pemberian penyuluhan tentang pengenalan organ reproduksi pada remaja. Kegiatan berlangsung selama 1 hari yang dilakukan pada hari senin tanggal 20 November 2023 pada pukul 10.00 Wita bertempat di SMA Negeri 18 Makassar. Hasil kegiatan menunjukan bahwa rata-rata skor pretes pengetahuan adalah 47.60 sementara pada saat postes meningkat menjadi 74.45. hal ini menunjukkan bahwa ada perubahan pengetahuan yang signifikan setelah kegiatan edukasi. Diperlukan edukasi yang berkelanjutan kepada remaja untuk menjaga kesehatan reproduksinya.