Aeda Ernawati
Bappeda Kabupaten Pati

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Gambaran Penyebab Balita Stunting di Desa Lokus Stunting Kabupaten Pati Aeda Ernawati
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 16, No 2 (2020): Desember
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33658/jl.v16i2.194

Abstract

ENGLISHStunting is still one of the health problems faced by Pati Regency. There are 12 Stunting Locus Villages in Pati District. The research objective was to describe the causes of stunting in the stunting locus village, Pati Regency. The research was conducted with a quantitative descriptive approach. The research was conducted in March-August 2020. The study population was all stunting toddlers in 12 Locus Stunting Villages. The research sample was all stunting toddlers in 10 stunting locus villages totaling 69 toddlers. The data used are secondary data from the Puskesmas. Data were analyzed descriptively. The results showed that the causes of stunting in the locus of stunting villages in Pati District were: 1) inadequate intake; 2) inadequate parenting; 3) low parental height; 4) not getting exclusive breastfeeding; 5) not getting  early initiation of breastfeeding; 6) lack of environmental sanitation; 7) LBW; 8) Mother during pregnancy has anemia. Stunting was not caused by a single factor, but a combination of several causes. Therefore, all components of society should cooperate in order to   reduce stunting cases. INDONESIAStunting masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang dihadapi Kabupaten Pati. Ada 12 Desa lokus Stunting di Kabupaten Pati. Tujuan penelitian untuk menggambarkan penyebab stunting di desa lokus stunting Kabupaten Pati. Penelitian dilakukan dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Penelitian dilaksanakan bulan Maret-Agustus 2020. Populasi penelitian adalah semua balita stunting di 12 Desa Lokus Stunting. Sampel penelitian adalah semua balita stunting di 10 desa lokus stunting berjumlah 69 balita. Data yang digunakan yaitu data sekunder dari Puskesmas. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitan menunjukkan bahwa penyebab stunting di desa lokus stunting di Kabupaten Pati adalah adalah: 1) kurangnya asupan makanan; 2) pola asuh yang kurang memadai; 3) keturunan pendek; 4) tidak mendapatkan ASI eksklusif; 5) tidak mendapatkan IMD; 6) sanitasi lingkungan yang kurang; 7) BBLR; 8) ibu saat hamil mengalami anemia. Penyebab stunting umumnya tidak berdiri sendiri, tetapi kombinasi dari beberapa penyebab stunting. Diperlukan kerja sama semua komponen masyarakat dalam upaya penurunan stunting.
Kajian Pendirian Usaha Biji Plastik di Kabupaten Pati, Jawa Tengah Arieyanti Dwi Astuti; Jatmiko Wahyudi; Aeda Ernawati; Siti Qorrotu Aini
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 16, No 2 (2020): Desember
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33658/jl.v16i2.204

Abstract

ENGLISHEstablishment of a company which recycles plastic waste into plastic pellet not only benefits for eliminating waste but also for driving circular economy. Recycling plastic waste in particular low density polyethylene (LDPE) can be conducted in a small-scale industry with simple technology and low investment. This study aims to analyze the feasibility of a plastics pellet business from both financial and non-financial perspectives. Financial perspective encompasses net present value (NPV), internal rate of return (IRR) and payback period (PP) while non-financial perspective includes market, technical, socio-economic and environmental aspects. The result shows that according to both financial and non-financial aspects, the establishment of recycling company is feasible. The recycling business has the NPV= IDR 10,631,879,342; IRR = 15.38%; and PP = 2 years 1 months 26 days. As main raw material, LDPE is abundant and the demand for plastic pellet continues to grow. Technically, the company will be situated close to landfill considering many factors in order to comply with the regulation. From socio-economic aspect, the company will create jobs and generates local taxes. Environmentally, utilizing 3.6 tons of LDPE daily from landfill enables the company to lengthen life span of landfill and to eliminate plastic waste. INDONESIAPendirian perusahaan daur ulang yang memproses sampah plastik menjadi biji plastik memberikan manfaat tidak hanya untuk mengurangi timbulan sampah namun juga dapat untuk menggerakkan perputaran ekonomi. Daur ulang sampah plastik khususnya plastik jenis Low Density Poly Ethylene (LDPE) dapat dijalankan oleh perusahaan berskala kecil dengan menggunakan teknologi sederhana dan modal yang tidak terlalu tinggi. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kelayakan usaha biji plastik ditinjau dari aspek finansial dan non finansial. Analisis data menggunakan pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha daur ulang sampah plastik jenis LDPE menjadi biji plastik layak untuk dijalankan. Berdasarkan aspek finansial, usaha ini memiliki nilai NPV = Rp10.631.879.342; IRR = 15,38%; PP = 2 tahun 1 bulan 26 hari. Bahan baku sampah plastik LDPE tersedia melimpah dan belum banyak didaur ulang. Selain itu permintaan terhadap produk biji plastik terus mengalami peningkatan. Lokasi perusahaan direncanakan terletak tidak jauh dari Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sukoharjo Kabupaten Pati dengan pertimbangan lokasi tersebut memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan. Pendirian usaha daur ulang berpotensi membuka lapangan kerja dan memberikan pajak daerah. Ditinjau dari aspek lingkungan, kemampuan perusahaan untuk mendaur ulang 3,6 ton sampah plastik LDPE per hari berkontribusi untuk memperpanjang usia pakai TPA dan dapat mengurangi timbulan sampah plastik.