Upik Pebriyani
Departemen Anatomi, Fakultas Kedokteran, Universitas Malahayati

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

FAKTOR PENDERITA YANG BERHUBUNGAN DENGAN KESEMBUHAN PENYAKIT TUBERCULOSIS (TBC) PARU DI WILAYAH KERJA DI KECAMATAN NATAR LAMPUNG SELATAN TAHUN 2018 Upik Pebriyani; Mala Kurniati; Neno Hasbie
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 6, No 1 (2019): Volume 6 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.131 KB) | DOI: 10.33024/jikk.v6i1.2094

Abstract

Tuberculosis (TB) masih merupakan salah satu masalah utama kesehatan masyarakat di dunia walaupun upaya penanggulangan TB telah dilaksanakan di banyak negara. Penyebaran kasus baru BTA (+) di Kabupaten Lampung Selatan pada tahun 2017 yang tertinggi berada di wilayah kerja Puskesmas Natar sebanyak 113 kasus. Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan keberhasilan pengobatan TB Paru salah satunya adalah dengan memperhatikan faktor kesembuhan penderita TB. Tujuan penelitian ini mengetahui faktor-faktor penderita yang berhubungan dengan kesembuhan pengobatan TB paru pada pasien yang berobat di Wilayah Kerja  Kecamatan Natar, Lampung Selatan Tahun 2018. Pengumpulan data menggunakan kuisioner yang dilakukan selama September 2018. Responden berjumlah 66 yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dengan teknik pengambilan non random sampling. Data dianalisis dengan univariat, bivariat (Chi-Square) dan multivariat (Regresi Logistik). Analisis univariat menunjukkan karakteristik responden yang beragam dan tingkat kesembuhan pengobatan TB (75,8%). Terdapat hubungan antara status gizi, kepatuhan berobat, komplikasi penyakit lain, pengetahuan, dan sikap dengan kesembuhan penderita TB (p>0,05). Pengetahuan merupakan variabel paling dominan terkait dengan kesembuhan pengobatan pada penderita TB.  
Hubungan Paparan Asap Rokok Dengan Kejadian Rhinitis Alergi Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Ersa Julia; Arti Febriyani Hutasuhut; Upik Pebriyani; Muslim Kasim
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 3 (2026): Volume 13 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i3.21309

Abstract

Rhinitis alergi merupakan penyakit inflamasi pada mukosa hidung yang dimediasi oleh IgE. Rhinitis alergi merupakan salah satu masalah kesehatan Global, menurut WHO hampir 400 juta orang di seluruh dunia mengalami rhinitis alergi.Paparan asap rokok dapat meningkat stres oksidatif dan peradangan pada mukosa saluran pernapasan. Mengetahui hubungan antara paparan asap rokok dengan kejadian rhinitis alergi pada mahasiswa kedokteran. Penelitain ini menggunakan medtode desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 177 mahasiswa diikutsertakan menggunakan teknik total sampling. Rhinitis alergi dinilai menggunakan kuesioner SFAR. Analisis data dilakukan dengan uji Chi-Square. Dari 177 responden, 63,8% mengalami rhinitis alergi dan 77,4% terpapar asap rokok. Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara paparan asap rokok dengan rhinitis alergi ( p 0,05 ; Odds rasio 10,855). Paparan asap rokok berhubungan secara signifikan dengan kejadian rhinitis alergi pada mahasiwa kedokteran.