Zulhafis Mandala
Departemen Biokimia Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERBANDINGAN TINGKAT VALIDITAS PEMERIKSAAN MAMMOGRAFI DAN USG UNTUK MENDIAGNOSIS NEOPLASMA MAMMAE DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. H. ABDUL MOELOEK TAHUN 2017-2018 Neno Fitriyani Hasbie; Zulhafis Mandala; Wien Wiratmoko; Besse Marwah Agush Husain
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 7, No 2 (2020): Volume 7 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.678 KB) | DOI: 10.33024/jikk.v7i2.2552

Abstract

Di Indonesia, menurut Departemen Kesehatan RI pada tahun 2014 terdapat 43,3% kasus baru dengan persentase kematian sebesar 12,9%. Kanker payudara menempati urutan pertama pada pasien rawat inap di seluruh RS di Indonesia (16,85%), disusul kanker leher rahim (11,78%). Untuk Provinsi Lampung, dari data Rumah Sakit Urip Sumoharjo dan Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek menemukan bahwa jumlah pasien kanker payudara rawat inap mencapai 2.602 pasien pada tahun 2014. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui ketepatan hasil pemeriksaan USG dan Mammograf pada neoplasma mammae di Instalasi Radiologi di RSUD Dr.H. Abdul Moelek Tahun 2017-2018. Desain penelitian ini adalah observasional dengan pendekatan cross-sectional, dimana penelitian ini membandingkan data hasil pemeriksaan terhadap neoplasma mammae menggunakan USG dan Mammograf yang dikonfirmasi dengan pemeriksaan patologi anatomi. Analisa data dalam penelitian ini menggunakan uji fisher test dengan tabel 2X2 dilakukan tabulasi silang dan koding. Analisa data menggunakan rumus untuk menghitung validitas. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Pemeriksaan USG mammae  terhadap neoplasma mammae memberikan hasil seperti sensitifitas : 84%, spesifitas : 81%, NPP : 88%, NPN : 75%, LLR+ : 4.42 dan LLR- : 0.19 dan hasil validitas pemeriksaan mammografi terhadap neoplasma mammae memberikan hasil sensitifitas : 73.3%, spesifitas : 80%, NPP : 78%, NPN : 75%, LLR+ : 3.66 dan LLR - : 0.33). Secara umum ultrasonografi dan mammografi memiliki ketepatan yang hampir sama unggul untuk  mendiagnosis neoplasma mammae (jinak/ganas).
Hubungan Lama Menjalani Hemodialisis dengan Kadar Eritrosit pada Pasien Penyakit Ginjal Kronis di RS Bintang Amin Adella Safita Meylany; Zulhafis Mandala; Ratna Purwaningrum; Rina Kriswiastiny
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 7 (2026): Volume 13 Nomor 7
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i7.24072

Abstract

Penyakit ginjal kronis adalah keadaan fungsi ginjal menurun dan terjadi kerusakan organ yang berlangsung selama minimal tiga bulan pada hemodialisis jangka panjang dapat menyebabkan sedikit pengenceran darah yang berdampak pada penurunan kadar eritrosit. Penelitian ini bertujuan menilai apakah durasi hemodialisis kurang dari satu tahun atau lebih dari satu tahun berpengaruh terhadap kadar eritrosit pada pasien PGK di RS Bintang Amin tahun 2024–2025, menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional terhadap 85 pasien menggunakan purposive sampling. Analisis data menggunakan uji Chi-square dengan tingkat kemaknaan p 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 64,7% pasien menjalani hemodialisis lebih dari satu tahun dan 35,3% kurang dari satu tahun, dengan mayoritas responden (96,5%) memiliki kadar eritrosit rendah. Uji Chi-Square menghasilkan nilai p = 0,283, sehingga tidak ada hubungan signifikan antara durasi hemodialisis dan kadar eritrosit. Dengan demikian, penurunan kadar eritrosit terjadi pada kedua kelompok, baik yang menjalani hemodialisis kurang maupun lebih dari satu tahun.