Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Rehabilitasi Anak Pengguna Narkotika, Psikotropika, Dan Zat Adiktif Lainnya Heri Kiswanto; Herry Tarmidjie Noor; Hendri Darma Putra; Saji Sonjaya
JURNAL PEMULIAAN HUKUM Vol 4, No 1 (2021): Jurnal Pemuliaan Hukum
Publisher : Universitas Islam Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.989 KB) | DOI: 10.30999/jph.v4i1.1444

Abstract

The purpose of the research is to find out law enforcement against children who abuse narcotics. The research method used is a normative juridical approach, namely research based on literature studies that examines primary materials, secondary materials and tertiary materials. Based on the results of the study, it can be concluded that first, law enforcement efforts against children who abuse narcotics or are related to narcotics crimes can be carried out in two ways, namely through a diversion mechanism using a restorative justice approach. The concrete form of the diversion effort and through the second court decision mechanism, Rehabilitation of Children Who Become Victims of Abuse of Narcotics, Spicotropics, and Other Addictive Substances, can be carried out in several stages including: medical rehabilitation, social rehabilitation, and non-medical rehabilitation.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penegakan hukum terhadap anak yang melakukan penyalahgunaan narkotika dan untuk mengetahui merehabilitasi anak yang menjadi korban penyalahgunaan narkotika, spikotropika, dan zat adiktif lainnya. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan yuridis normatif yaitu penelitian yang didasarkan kepada studi kepustakaan yang mengkaji bahan primer, bahan sekunder dan bahan tersier. Kesimpulan adalah pertama, upaya penegakan hukum terhadap anak yang melakukan penyalahgunaan narkotika atau terkait dengan tindak pidana narkotika dapat dilakukan melalui dua cara, yaitu melalui mekanisme diversi dengan menggunakan pendekatan keadilan restoratif. kedua, Merehabilitasi anak Yang Menjadi Korban Penyalahgunaan Narkotika, Spikotropika, dan Zat Adiktif Lainnya, dapat dilaksanakan dengan rehabilitasi secara medis, rehabilitasi secara sosial, dan rehabilitasi non-medis. 
Pengobatan Tradisional Dalam Perspektif Hukum Islam dan Peraturan Perundang-Undangan Tentang Kesehatan Di Indonesia Saji Sonjaya
JURNAL PEMULIAAN HUKUM Vol 5, No 1 (2022): Jurnal Pemuliaan Hukum
Publisher : Universitas Islam Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30999/jph.v5i1.2001

Abstract

Pengobatan tradisional adalah salah satu upaya peng­obatan dan perawatan di luar kedokteran dan/atau ilmu keperawatan. Pengobatan secara tradisional mencakup cara dan obat yang digunakan mengacu pada penge­tahuan, pengalaman, dan keterampilan yang diperoleh secara turun-temurun. Keberadaan pengobatan tradisio­nal diatur dalam UU No. 36 tahu 2009 tentang kesehatan, didalamnya dijelaskan mengenai komponen-komponen pengobatan tradisional, dari mulai pengobat tradisional, obat tradisional dan pelayanan pengobatan tradisional. Tujuan penelitian ini pertama, untuk mengetahui pandangan hukum Islam mengenai pelaya­nan peng­obatan tradisional, untuk mengetahui ruang lingkup pengobatan tradisional menurut Peraturan Perundang-undangan tentang kesehatan di Indonesia dan untuk mengetahui pengaruh Putusan Pengadilan Negeri Bandung No. 629/Pid.B/2015/Pn.Bdg terhadap hukum pengobatan tradisional di Indonesia. Penelitian ini dilakukan dengan metode yuridis normatif dengan pendekatan studi literatur yang didukung oleh penelitian lapangan melalui wawancara dengan pelaku mengenai pengobatan tradisional selanjutnya dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menujukkan bahwa pengobatan tradisional banyak yang belum sesuai dengan aturan sebagaimana dalam UU No. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan. Pengobatan Tradisional dalam Perspektif hukum diatur dalam Islam baik al-Quran dan Hadist juga sumber hukum lain. Pengobatan Tradisional menurut Peraturan Perundang-undangan tentang Kesehatan di Indonesia terdapat 4 (empat) komponen yang diatur dalam peraturan perundang-undangan yakni pertama, Political will dari pemerintah, Pengobat tradisional, Obat tradisional dan pelayanan pengobatan tradisional. Pengaruh Putusan Pengadilan Negeri Bandung No. 629/Pid.B/2015/Pn. Bdg terhadap Hukum Pengobatan Tradisional  yakni akan memberikan efek jera terhadap pelaku, memberikan kesadaran hukum terhadap masyarakat dan akan memberikan kepastian hukum dalam masyarakat.
Legalization of Marijuana Use for Medical in Indonesia in Relation to Law Number 35 of 2009 concerning Narcotics Saji Sonjaya
JCIC : Jurnal CIC Lembaga Riset dan Konsultan Sosial Vol 4 No 2 (2022): JCIC: Jurnal CIC Lembaga Riset dan Konsultan Sosial
Publisher : CIC Lembaga Riset dan Konsultan Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51486/jbo.v4i2.80

Abstract

Marijuana is one type of narcotics that is prohibited in Indonesia, as defined in Appendix I of Law Number 35 of 2009 concerning Narcotics. Marijuana is classified as a class I narcotic that cannot be used for medical purposes. Although it is illegal in Indonesia, some people use it as a medical substance to treat their illnesses. This research was conducted using the normative juridical method. According to the research findings, some Indonesians currently believe that marijuana is a dangerous plant that can cause temporary pleasure and addiction. On the other hand, there are also those who argue that cannabis can provide a sense of relaxation, pleasure, and happiness, as well as flow inspiration, drive away fatigue, boredom, even depression and stress. Another common misconception is that cannabis is a powerful medicine capable of alleviating various types of pain and slowing the spread of deadly diseases. Given that many other countries have legalized cannabis for medical purposes, the Appendix to Law Number 35 of 2009 must be revised by removing the cannabis plant, all plants of the cannabis genus, and all parts of the plant including seeds, fruit, straw, processed cannabis plants or parts of cannabis plants including cannabis and cannabis resin, and reclassifying them as class II narcotics so that they can be used as medical materials. Ganja merupakan salah satu jenis narkotika yang dilarang di Indonesia, sebagaimana didefinisikan dalam Lampran I Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ganja diklasifikasikan sebagai narkotika golongan I yang tidak dapat digunakan untuk tujuan medis. Meskipun ilegal di Indonesia, beberapa orang menggunakannya sebagai bahan medis untuk mengobati penyakit mereka. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode yuridis normatif. Menurut temuan penelitian, sebagian masyarakat Indonesia saat ini percaya bahwa ganja adalah tanaman berbahaya yang dapat menyebabkan kenikmatan sementara dan kecanduan. Di sisi lain, ada juga yang berpendapat bahwa ganja dapat memberikan rasa rileks, senang, dan bahagia, serta mengalirkan inspirasi, mengusir penat, bosan, bahkan depresi dan stres. Kesalahpahaman umum lainnya adalah bahwa ganja adalah obat yang ampuh yang mampu meringankan berbagai jenis rasa sakit dan memperlambat penyebaran penyakit mematikan. Mengingat banyak negara lain yang telah melegalkan ganja untuk kepentingan medis, maka Lampiran Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 harus direvisi dengan menghapus tanaman ganja, semua tanaman genus ganja, dan semua bagian tanaman termasuk biji, buah, jerami, tanaman ganja yang telah diolah atau bagian tanaman ganja termasuk resin ganja dan ganja, serta mengklasifikasikannya kembali sebagai narkotika golongan II agar dapat digunakan sebagai bahan medis.
The Optimalisasi Peran Sekolah Menengah Atas Sebagai Penggerak Ekonomi Masyarakat Dalam Literasi Menghadapi Kemiskinan Ekstrim Nurhayani, Noneng; Deri, Rahmi Rismayani; Sonjaya, Saji; Aziz, Fikri Maulana Abdul; Nauval, Rakha Muhammad
E-Amal: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 3: September-Desember 2024
Publisher : LP2M STP Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/eamal.v4i3.3569

Abstract

Desa Cibeureuyeuh, Kecamatan Conggeang, Sumedang, menghadapi tantangan sosial-ekonomi, termasuk kemiskinan ekstrem. Untuk mengatasi masalah ini, SMAN Conggeang bekerja sama dengan Universitas Islam Nusantara melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat dengan melaksanakan literasi kewirausahaan yang teridir dari literasi produksi olahan lemon, manajemen keuangan, dan pemasaran digital. Menggunakan metode ceramah, diskusi dan praktek secara langsung. Hasil evaluasi yang di bagikan melalui kuesioner menunjukkan mayoritas peserta berhasil memahami materi, meningkatkan keterampilan dan pengetahuan mereka. Inisiatif ini berpotensi menciptakan peluang usaha baru dan mendukung upaya pemerintah dalam penghapusan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Sumedang pada tahun 2024. Kolaborasi antara lembaga pendidikan dan masyarakat dapat efektif dalam mengatasi masalah ekonomi lokal.
Rehabilitasi Anak Pengguna Narkotika, Psikotropika, Dan Zat Adiktif Lainnya Kiswanto, Heri; Noor, Herry Tarmidjie; Putra, Hendri Darma; Sonjaya, Saji
Pemuliaan Hukum Vol. 4 No. 1 (2021): Pemuliaan Hukum
Publisher : Law Study Program, Faculty of Law, Nusantara Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30999/jph.v4i1.1444

Abstract

The purpose of the research is to find out law enforcement against children who abuse narcotics. The research method used is a normative juridical approach, namely research based on literature studies that examines primary materials, secondary materials and tertiary materials. Based on the results of the study, it can be concluded that first, law enforcement efforts against children who abuse narcotics or are related to narcotics crimes can be carried out in two ways, namely through a diversion mechanism using a restorative justice approach. The concrete form of the diversion effort and through the second court decision mechanism, Rehabilitation of Children Who Become Victims of Abuse of Narcotics, Spicotropics, and Other Addictive Substances, can be carried out in several stages including: medical rehabilitation, social rehabilitation, and non-medical rehabilitation.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penegakan hukum terhadap anak yang melakukan penyalahgunaan narkotika dan untuk mengetahui merehabilitasi anak yang menjadi korban penyalahgunaan narkotika, spikotropika, dan zat adiktif lainnya. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan yuridis normatif yaitu penelitian yang didasarkan kepada studi kepustakaan yang mengkaji bahan primer, bahan sekunder dan bahan tersier. Kesimpulan adalah pertama, upaya penegakan hukum terhadap anak yang melakukan penyalahgunaan narkotika atau terkait dengan tindak pidana narkotika dapat dilakukan melalui dua cara, yaitu melalui mekanisme diversi dengan menggunakan pendekatan keadilan restoratif. kedua, Merehabilitasi anak Yang Menjadi Korban Penyalahgunaan Narkotika, Spikotropika, dan Zat Adiktif Lainnya, dapat dilaksanakan dengan rehabilitasi secara medis, rehabilitasi secara sosial, dan rehabilitasi non-medis. 
Pengobatan Tradisional Dalam Perspektif Hukum Islam dan Peraturan Perundang-Undangan Tentang Kesehatan Di Indonesia Sonjaya, Saji
Pemuliaan Hukum Vol. 5 No. 1 (2022): Pemuliaan Hukum
Publisher : Law Study Program, Faculty of Law, Nusantara Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30999/jph.v5i1.2001

Abstract

Pengobatan tradisional adalah salah satu upaya peng­obatan dan perawatan di luar kedokteran dan/atau ilmu keperawatan. Pengobatan secara tradisional mencakup cara dan obat yang digunakan mengacu pada penge­tahuan, pengalaman, dan keterampilan yang diperoleh secara turun-temurun. Keberadaan pengobatan tradisio­nal diatur dalam UU No. 36 tahu 2009 tentang kesehatan, didalamnya dijelaskan mengenai komponen-komponen pengobatan tradisional, dari mulai pengobat tradisional, obat tradisional dan pelayanan pengobatan tradisional. Tujuan penelitian ini pertama, untuk mengetahui pandangan hukum Islam mengenai pelaya­nan peng­obatan tradisional, untuk mengetahui ruang lingkup pengobatan tradisional menurut Peraturan Perundang-undangan tentang kesehatan di Indonesia dan untuk mengetahui pengaruh Putusan Pengadilan Negeri Bandung No. 629/Pid.B/2015/Pn.Bdg terhadap hukum pengobatan tradisional di Indonesia. Penelitian ini dilakukan dengan metode yuridis normatif dengan pendekatan studi literatur yang didukung oleh penelitian lapangan melalui wawancara dengan pelaku mengenai pengobatan tradisional selanjutnya dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menujukkan bahwa pengobatan tradisional banyak yang belum sesuai dengan aturan sebagaimana dalam UU No. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan. Pengobatan Tradisional dalam Perspektif hukum diatur dalam Islam baik al-Quran dan Hadist juga sumber hukum lain. Pengobatan Tradisional menurut Peraturan Perundang-undangan tentang Kesehatan di Indonesia terdapat 4 (empat) komponen yang diatur dalam peraturan perundang-undangan yakni pertama, Political will dari pemerintah, Pengobat tradisional, Obat tradisional dan pelayanan pengobatan tradisional. Pengaruh Putusan Pengadilan Negeri Bandung No. 629/Pid.B/2015/Pn. Bdg terhadap Hukum Pengobatan Tradisional  yakni akan memberikan efek jera terhadap pelaku, memberikan kesadaran hukum terhadap masyarakat dan akan memberikan kepastian hukum dalam masyarakat.
Perlindungan Hukum terhadap Anak Korban Bullying di Kota Bandung Alifah, Tariza; Romi Muhammad; Saji Sonjaya
Pemuliaan Hukum Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Pemuliaan Hukum (Oktober)
Publisher : Law Study Program, Faculty of Law, Nusantara Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30999/ph.v8i2.4127

Abstract

Perundungann terhadap anak di lembaga pendidikan tetap menjadi masalah serius yang mengancam pemenuhan hak anak atas keamanan dan perlindungan hukum. Meskipun telah terdapat berbagai regulasi nasional mengenai perlindungan anak dan pencegahan kekerasan di satuan pendidikan, implementasinya di tingkat daerah kerap menghadapi tantangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran Dinas Pendidikan Kota Bandung dalam memberikan perlindungan hukum bagi anak korban bullying, serta mengindentifikasi bentuk-bentuk perlindungan hukum yang diberikan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan yuridis, desain deskriptif-analitis, dan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui studi bahan hukum primer dan sekunder, termasuk peraturan perundang-undangan, literatur hukum, jurnal ilmiah, dan laporan wawancara dengan pihak Dinas Pendidikan Kota Bandung. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui library research dan dianalisis menggunakan teknik analisis kualitatif dengan metode interpretasi hukum dan penalaran deduktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dinas Pendidikan berperan strategis sebagai regulator, fasilitator, dan koordinator melalui pembentukan serta pengawasan Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK), pengelolaan mekanisme pengaduan, serta koordinasi lintas sektor. Perlindungan hukum diwujudkan dalam langkah preventif, represif, dan rehabilitatif. Kebaharuan penelitian ini terletak pada analisis spesifik terhadap peran institusional Dinas Pendidikan di tingkat kota dalam kerangka implementasi regulasi nasional. Penelitian ini berkontribusi pada penguatan kapasitas kelembagaan dan rekomendasi kebijakan guna mewujudkan sistem perlindungan anak yang responsif efektif dan berkeadilan.