Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI INDEKS MASSA TUBUH PADA REMAJA USIA 15-18 TAHUN DI SMAN 14 TANGERANG Deviani Utami; galih Ayu Setyarini
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 4, No 3 (2017): Volume 4 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.255 KB) | DOI: 10.33024/.v4i3.1318

Abstract

Latar Belakang: Masa remaja adalah masa saat tingginya kebutuhan zat gizi untuk pertumbuhan dan perkembanga. Dari beberapa penelitian diketahui bahwa mulai terjadi peningkatan status gizi yang mengarah kepada gizi lebih, tetapi gizi kurang juga masih ditemui pada beberapa remaja.Tujuan Penelitian: Untuk Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan indeks massa tubuh (IMT) pada siswa SMAN 14 Tangerang. Faktor-faktor yang diteliti adalah citra tubuh, aktivitas fisik, kebiasaan sarapan dan asupan zat gizi.Metode Penelitian: Metode yang digunakan dalam penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi siswa SMAN 14 Tangerang yang berumur 15-18 tahun dengan sampel sebanyak 277 orang. Penelitian ini menggunakan analisis bivariat dengan menggunakan uji korelasi pearson.Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan antara variabel citra tubuh (Pvalue = 0,002), aktivitas fisik (Pvalue = 0,000), kebiasaan sarapan (Pvalue = 0,049) dan asupan zat gizi (Pvalue = 0,043) dengan indeks massa tubuh.Kesimpulan: Terdapat hubungan antara citra tubuh, aktivitas fisik, kebiasaan sarapan, dan asupan zat gizi dengan indeks massa tubuh pada remaja usia 15-18 tahun di SMAN 14 Tangerang.
Karakteristik Pasien Batu Saluran Kemih Di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung Nadiva Miroza; Deviani Utami; Anggunan Anggunan; Nita Sahara
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 4 (2026): Volume 13 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i4.20992

Abstract

Batu saluran kemih adalah terbentuknya batu yang mengendap dalam saluran kemih yang meliputi ginjal, ureter, dan uretera. Pergeseran batu dapat menimbulkan gejala kolik dan dapat menyebabkan penyumbatan atau infeksi saluran kemih. Timbulnya batu saluran kemih disebabkan karena kadar kalsium yang tinggi, sementara kadar sitrat terlalu rendah. Terbentuknya batu juga dapat diakibatkan karena kadar oksalat yang tinggi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui karateristik pasien penderita penyakit batu saluran kemih di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung pada periode tahun 2023. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode cross-sectional deskriptif, dengan pengumpulan data dari rekam medis pasien. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien penyakit batu saluran kemih di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung tahun 2023, sedangkan sampel yang diambil sebanyak 151 pasien dengan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian didapatkan distribusi frekuensi tertinggi terjadi pada laki-laki (60,9%), berusia 46-65 tahun (53,6%), gejala nyeri pinggang sedang (70,2%), pemeriksaan penunjang USG, urinalisis dan darah (51,0%), lokasi batu di ginjal (80,8%), penanganan medis dengan tindakan RIRS (56,3%). Sebagian besar pasien adalah laki-laki, berusia 46-65 tahun, dengan prevalensi batu ginjal dan sebagian besar diobati dengan RIRS.