tini suryaningsi
balai pelestarian nilai budaya sulawesi selatan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

TARI PATTENNUNG DI SULAWESI SELATAN tini suryaningsi
Pangadereng : Jurnal Hasil Penelitian Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36869/pjhpish.v6i1.128

Abstract

Tulisan ini menjelaskan tentang tari pattennung yang terdapat di Sulawesi Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data berupa studi pustaka, pengamatan, dan wawancara.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tari pattennung merupakan tari yang menggambarkan aktivitas menenun wanita-wanita Bugis dalam mengisi waktu senggang mereka. Tarian ini tercipta melalui penghayatan yang mendalam oleh penciptanya dan menciptakan gerakan gemulai yang indah. Setiap gerakan memiliki makna yang dapat diketahui dengan menghubungkan gerak para penari dengan aktivitas menenun yang dikerjakan oleh para penenun. Setiap unsur dalam gerakan memiliki nama sesuai dengan aktivitas budaya mulai dari awal proses menenun hingga selesai pekerjaan menenun yaitu terciptanya kain tenun sutera. Dalam tari pattennung, dapat menggambarkan kegesitan, keuletan, dan kesabaran para menenun ketika mereka mengerjakan pekerjaannya. Dibutuhkan konsentrasi dan fokus sehingga menghasilkan kain sutera yang indah. Oleh sebab itu, instrument musik sangat penting dalam mengiringi para penari untuk dapat mengekpresikan setiap gerakan ketika cepat atau lambat, gerakan ketika membutuhkan kesabaran dan ketekunan, dan gerakan yang menandakan terjadinya perpindahan tempat atau perpindahan gerakan para penari. Tari yang ditampilkan akan indah dilihat ketika gerakan para penari serasi, seragam, dan kompak.
TRADISI MERTI DESO DI MARGOLEMBO tini suryaningsi
Pangadereng : Jurnal Hasil Penelitian Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 5, No 2 (2019)
Publisher : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3142.802 KB) | DOI: 10.36869/pjhpish.v5i2.36

Abstract

Artikel ini menjelaskan tentang tradisi yang dilaksanakan untuk mengungkapkan rasa syukur atas selesainya panen padi, dan memohon doa untuk persiapan memulai menanam padi berikutnya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data berupa pengamatan, wawancara, dan dokumentasi. Tradisi merti deso merupakan tradisi tahunan yang dilakukan oleh masyarakat transmigran Jawa sebagai wujud pelestarian budaya mereka. Walaupun saat ini mereka menetap di Pulau Sulawesi, khususnya di Desa Margolembo, Kecamatan Mangkutana, Kabupaten Luwu Timur, namun mereka tetap mempertahankan tradisi nenek moyang mereka di daerah yang mereka tinggali saat ini dengan beragam etnik lainnya. Saat ini, tradisi merti deso dilaksanakan lebih sederhana, namun, akar tradisi tersebut masih dipertahankan. Merti deso dilaksanakan karena berkaitan dengan kepercayaan terhadap segala usaha dan kerja keras dalam bidang pertanian yang membawa berkah dan rezeki dalam kehidupan mereka. Merti desa merupakan bentuk ucapan syukur masyarakat karena telah selesainya usaha pertanian dari awal hingga akhir yaitu panen.