Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENGARUH MEDIA CANGKANG TELUR TERHADAP KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK USIA 5-6 TAHUN DI TK WALDHA AL-ISLAMY PEKANBARU Yesi Yuliana; Daviq Chairilsyah; Febrialismanto Febrialismanto
Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol 5, No 1 (2018): WISUDA APRIL 2018
Publisher : Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to determine the effect of eggshell media towards the fine motor skills of children aged 5-6 years in Childhood School Waldha Al-Islamy Pekanbaru. The research used experimental method with one group pre-test post-test design. The population in this study is B1 class children which amounted to 20 children and the sample in this study amounted to 20 children. The Data collection technique used in this study was using observation. The data analysis techniques used in this study using t test analysis. In hypothesis test in this research there is influence of eggshell media on fine motor ability of children aged 5-6 years in Childhood School Waldha Al-Islamy Pekanbaru. Obtained tcount of tcount = 11.533> t table = 2.093 with sig 0.000, because sig <0.05 it can be concluded that there is influence of eggshell media on fine motor ability in children. It can be interpreted that there is influence of eggshell media on fine motor ability of children aged 5-6 years in kindergarten Waldha Al-Islamy Pekanbaru significant equal to 76,92%.Keywords: Fine Motor Capability, Egg Shell Media
Implementasi Kebijakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Faria Ruhana; Yesi Yuliana
JIANA ( Jurnal Ilmu Administrasi Negara ) Vol 10, No 02 (2010)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (88.113 KB) | DOI: 10.46730/jiana.v10i02.1065

Abstract

Policy Implementation Education Unit Level Curriculum Research in Lubuklinggau, SouthSumatra Province is using descriptive method with qualitative approaches. The purpose of thisstudy is to determine and analyze the application of the theory of Edwards III and analyzes impor-tant findings of fact in the Education Unit Level Curriculum policy implementation in Lubuklinggau,in order to development of theory. The results showed that among the four factors examined in thepolicy implementation that communication factor and resources still need improvement consis-tently in order to Education Unit Level Curriculum program can be implemented well. Importantfindings from this study that the culture was instrumental in Education Unit Level Curriculumimplementing policies
EDUKASI GIZI UNTUK MENURUNKAN RISIKO OBESITAS PADA KELOMPOK LANSIA DI DESA COT PREH, KABUPATEN ACEH BESAR Achmad, Asmawati; Yuliana, Yesi; Iqbal, Muhammad; Fahdhienie, Farrah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.49140

Abstract

Obesitas pada lansia merupakan masalah kesehatan yang semakin meningkat dan dapat menyebabkan berbagai komplikasi, termasuk penyakit jantung, diabetes, dan penurunan kualitas hidup. Edukasi gizi menjadi salah satu strategi penting dalam menurunkan risiko obesitas di kalangan lansia. Penelitian ini bertujuan untuk Meningkatkan pengetahuan dan kesadaran lansia tentang pentingnya gizi seimbang serta pencegahan obesitas melalui penyuluhan gizi secara langsung di Desa Cot Preh. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain pre-test dan post-test. Sebanyak 30 lansia diikutsertakan dalam program edukasi yang mencakup informasi tentang gizi seimbang, pengelolaan porsi makan, dan pentingnya aktivitas fisik. Hasil penelitian menunjukkan Dari tabel diatas, diketahui hasil pre-test yang dilakukan sebelum pemberian penyuluhan kepada peserta menunjukkan bahwa dominasi capaiannya masih masuk kategori rendah sebesar 19 orang (63,3%) dan kategori sedang sebanyak 12 orang (40%), sedangkan setelah diberikan penyuluhan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada tingkat pengetahuan lansia. Jumlah lansia dengan pengetahuan tinggi yang pada awalnya nol menjadi 17 orang (56,7%), dan yang berpengetahuan sedang menjadi tetap 12 orang (40%).
Peningkatan Pengetahuan Lansia Dengan Edukasi Gizi Penyakit Hipertensi Yuliana, Yesi; Iqbal, Muhammad; Achmad, Asmawati; Zakaria, Radhiah
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1: November 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joongki.v5i1.10720

Abstract

Lansia termasuk kelompok umur yang rentan dan berisiko tinggi mengalami berbagai gangguan kesehatan seiring bertambahnya usia. Salah satu masalah kesehatan yang sering muncul pada lansia adalah hipertensi, yang erat kaitannya dengan pola makan yang kurang teratur dan seimbang. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini ditujukan untuk meningkatkan pemahaman lansia tentang hipertensi serta pentingnya menjaga pola makan yang sehat melalui edukasi dan penyuluhan Kegiatan ini diikuti oleh 24 orang lansia, yang sebagian besar berjenis kelamin perempuan (87,5%) dan mayoritas berusia di atas 50 tahun (62,5%). Berdasarkan tingkat pendidikan, lebih dari setengah peserta telah menyelesaikan pendidikan tingkat SMP (58,3%). Hasil pengukuran tekanan darah menunjukkan sebagian besar peserta berada pada kategori prahipertensi (54,2%) dan hipertensi (29,1%), sedangkan hanya sebagian kecil yang memiliki tekanan darah normal (16,7%). Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan setelah edukasi. Sebelum edukasi, sebagian besar peserta memiliki pengetahuan rendah (41,7%) dan sedang (33,3%), sedangkan yang memiliki pengetahuan tinggi hanya 25,0%. Setelah edukasi kesehatan, proporsi peserta dengan pengetahuan tinggi naik menjadi 54,1% sedangkan kategori rendah menurun menjadi 16,7%. Temuan ini membuktikan bahwa pemberian edukasi kesehatan terbukti mampu meningkatkan pengetahuan lansia mengenai pola makan yang mendukung upaya pencegahan hipertensi.
Analisa Kandungan Formalin Pada Jajanan Siswa Sekolah Dasar Di Kecamatan Kutabaro Aceh Besar Yesi Yuliana; Nur Najikhah
Jurnal Serambi Kesehatan Nusantara Vol. 1 No. 1: januari 2026
Publisher : Serambi Sains Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Formalin merupakan larutan yang tidak berwarna dan memiliki bau yang sangat menyengat, biasanya digunakan sebagai pengawet mayat. Pemberian bahan pengawet jenis formalin pada makanan sudah jelas dilarang karena membahayakan kesehatan, seperti yang telah disebutkan dalam PERMENKES Nomor 1168/Menkes/PER/X/1999 salah satu bahan tambahan pangan yang dilarang penggunaanya adalah formalin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kandungan formalin pada jajanan siswa sekolah dasar di Kecamatan Kuta Baro Aceh Besar secara kualitatif menggunakan kalium permanganat (KMnO4) dan kuantitatif menggunakan metode spektroforometri uv-vis . Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental. Sampel dalam penelitian ini adalah bakso, tahu, dan olahan mie basah. Berdasarkan hasil  penelitian dari 21 sampel jajanan, jajanan yang dinyatakan positif mengandung formalin sebanyak 3 sampel dan yang tidak mengandung formalin sebanyak 18 sampel.  Selanjutnya dari 3 sampel  yang positif formalin memiliki kadar yang berbeda-beda pada sampel A1 yang berupa tahu isi mengandung formalin rata-rata sebesar 198.5±3.1 μg/ml,  sampel A3 yang berupa mie aceh mengandung formalin rata-rata sebesar 169.1±3.8 μg/ml dan yang terakhir sampel K1 yang beruba bakso tahu goreng mengandung formalin rata-rata sebesar 74.9± 4.3 μg/ml . ketiga  jajanan ini merupakan jajanan yang sangat diminati oleh masyarakat terutama anak anak