Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : JURNAL HUTAN TROPIS

KAJIAN KELEMBAGAAN GABUNGAN KELOMPOK TANI DALAM PROGRAM KEMITRAAN DI KPHP WAY TERUSAN Elva Elva; Hari Kaskoyo; Indra Gumay Febryano; Slamet Budi Yuwono
Jurnal Hutan Tropis Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Hutan Tropis Volume 5 Nomer 1 Edisi Maret 2017
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (646.267 KB) | DOI: 10.20527/jht.v5i1.4049

Abstract

KPH is one solution to the problems of degradation and deforestation in almost the forests in Indonesia.  However, in its  development KPH have constraints in the institutional development of farmer groups that manage land in the areas through partnership programs. Interest of this study was to examine institutional Farmers Group Association (Gapoktan) in KPHP Way Terusan. The data collection was done by interview, and then analyzed descriptively.  The results shown that the process of farmer group (KTH) formation was a response from the partnership program so that farmer didn’t fully understand the direction and aims of KTH establishment. The implementation of the rules in the form of AD/ART didn’t fully done yet because both the board and the members were not involved in the formulation of AD/ART. Farmers believe that the board of KTH able to help the farming development to improve the welfare of the community. Capacity building needs to be done through counseling and training to Gapoktan and farmer groups to become stronger and independent.KPH merupakan salah satu solusi terhadap permasalahan degradasi dan deforestasi yang terjadi di hampir seluruh wilayah hutan di Indonesia. Namun, dalam praktiknya KPH mengalami kendala yaitu pengembangan kelembagaan kelompok tani yang mengelola lahan di wilayahnya melalui program kemitraan. Tujuan dilakukanya penelitian ini adalah untuk mengkaji kelembagaan Gabungan Kelompok Tani di KPHP Way Terusan. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif.  Hasil penelitian menunjukan bahwa proses terbentuknya KTH merupakan respon dari program kemitraan sehingga masyarakat belum memahami sepenuhnya arah dan tujuan dibentuknya KTH. Implementasi aturan main dalam bentuk AD/ART belum sepenuhnya dilakukan karena baik dari pengurus maupun anggota tidak dilibatkan dalam pembentukan AD/ART. Masyarakat percaya bahwa pengurus KTH dapat membantu mengembangkan usaha tani sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.  Peningkatan kapasitas masyarakat perlu dilakukan melalui penyuluhan dan pelatihan agar Gapoktan maupun kelompok tani menjadi lebih kuat dan mandiri.
KEARIFAN LOKAL DALAM PENGELOLAAN MATA AIR DI DESA SUNGAI LANGKA, KECAMATAN GEDONG TATAAN, KABUPATEN PESAWARAN, PROVINSI LAMPUNG Local Wisdom of Springs Management in Sungai Langka Village, Gedong Tataan District, Pesawaran Regency, Lampung Province Muhammad Rasyid Lubis; Hari Kaskoyo; Slamet Budi Yuwono; Christine Wulandari
Jurnal Hutan Tropis Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Hutan Tropis Volume 6 Nomer 1 Edisi Maret 2018
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v6i1.5109

Abstract

Local wisdom is the values or behaviors that exist in local communities to better with their environment. Sungai Langka Village has local wisdom in springs management. The research aims to know perception and attitude of community about the spring, to know local wisdom in the management of springs and to create local wisdom database. Sampling was conducted on August 2017 by using purposive sampling method then the data clarity method with interview using. Data were analyzed using Win AKT 5.55 rather than tabulated. Local wisdom conducted by the community of Sungai Langka Village is from the management action which is cooperation activity done on 1st, the conservation action by planting kemadu tree (Laportea sinuata), winong tree (Tetrameles nudiflora) dan beringin tree (Ficus benjamina) done in the eyes of the air like a piece of goat (ruwat bumi), eating together (ambengan), pray (kenduren) meditation in spring (tirakatan).Keyword : local wisdom; spring;  WIN AKT software.Kearifan lokal adalah tata nilai atau perilaku yang terdapat di dalam masyarakat lokal untuk berinteraksi dengan lingkungannya. Desa Sungai Langka memiliki kearifan lokal dalam pengelolaan mata air. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui persepsi dan sikap masyarakat mengenai mata air, mengetahui kearifan lokal dalam pengelolaan mata air dan membuat database kearifan lokal.  Pengambilan sampel dilakukan pada bulan Agustus 2017 dengan menggunakan metode purposive sampling dan metode pengumpulan data dengan wawancara menggunakan kuesioner. Data dianalisis menggunakan WIN AKT 5.55 dan ditabulasi. Kearifan lokal yang dilakukan masyarakat Desa Sungai Langka yaitu mulai dari tindakan pengelolaan yaitu kegiatan gotong royong yang dilakukan pada satu suro, tindakan konservsi yaitu dengan menanam pohon kemadu (Laportea sinuata), pohon winong (Tetrameles nudiflora) dan beringin (Ficus benyaamina) dan tradisi yang dilakukan di mata air seperti potong kambing (ruwat bumi), makan bersama (ambengan), kirim do’a (kenduren) dan menunggu di mata air (tirakatan).Kata kunci: kearifan lokal; mata air; software WIN AKT