Sistem eksploitasi tanaman karet terus mengalami perkembangan. Salah satu inovasi dalam sistem eksploitasi yaitu sistem sadap ganda (double cut), selama ini dinilai menjadi alternatif sistem eksploitasi yang dapat meningkatkan produksi pada klon slow starter. Akan tetapi, setelah dievaluasi, sistem sadap tersebut memiliki banyak kekurangan yang dapat merugikan tanaman dan perusahaan bila penerapannya tidak sesuai dengan norma. Selain itu, tenaga kerja khususnya penyadap juga berpengaruh terhadap produktivitas. Penyadap merupakan faktor penting dalam sistem eksploitasi tanaman karet untuk mencapai keuntungan maksimal. Rendahnya minat masyarakat menjadi tenaga penyadap mengakibatkan semakin berkurangnya jumlah penyadap terampil. Dampak dari kurangnya jumlah penyadap terampil yaitu mutu sadapan kurang baik. Hal ini menjadi permasalahan dalam upaya peningkatan produktivitas. Balai Penelitian Getas sedang mengembangkan inovasi teknologi penyadapan berbasis stimulan gas etilen dan sadap mekanis. Sirkel Cutting System (SCS) merupakan sistem sadap revolusioner dari Balai Penelitian Getas untuk mengatasi permasalahan dalam proses penyadapan tanaman karet saat ini. Hasil percobaan pendahuluan menunjukkan bahwa sistem sadap SCS dapat meningkatkan produktivitas pada beberapa klon tanaman karet yang diuji yaitu PR 261, PB 260, RRIC 100 dan BPM 24 sebesar 423 % hingga 1263 % terhadap perlakuan sadap konvensional SKB (S/2d3). Hal ini mengindikasikan bahwa SCS prospektif untuk dikembangkan. Meskipun demikian perlu dilakukan pengujian dalam skala areal lebih luas dan skala waktu lebih lama.