This Author published in this journals
All Journal Warta Perkaretan
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

UJI PENDAHULUAN SIRKEL CUTTING SYSTEM SEBAGAI REVOLUSI PENYADAPAN PADA PERKEBUNAN KARET Setiono MP; Yoga Bagus Setya Aji; Mudita Oktorina Nugrahani; Akhmad Rouf; Ahmad Rimpun
Warta Perkaretan Vol. 35 No. 2 (2016): Volume 35, Nomor 2, Tahun 2016
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1071.054 KB) | DOI: 10.22302/ppk.wp.v35i2.82

Abstract

Sistem eksploitasi tanaman karet terus mengalami perkembangan. Salah satu inovasi dalam sistem eksploitasi yaitu sistem sadap ganda (double cut), selama ini dinilai menjadi alternatif sistem eksploitasi yang dapat meningkatkan produksi pada klon slow starter. Akan tetapi, setelah dievaluasi, sistem sadap tersebut memiliki banyak kekurangan yang dapat merugikan tanaman dan perusahaan bila penerapannya tidak sesuai dengan norma. Selain itu, tenaga kerja khususnya penyadap juga berpengaruh terhadap produktivitas. Penyadap merupakan faktor penting dalam sistem eksploitasi tanaman karet untuk mencapai keuntungan maksimal. Rendahnya minat masyarakat menjadi tenaga penyadap mengakibatkan semakin berkurangnya jumlah penyadap terampil. Dampak dari kurangnya jumlah penyadap terampil yaitu mutu sadapan kurang baik. Hal ini menjadi permasalahan dalam upaya peningkatan produktivitas. Balai Penelitian Getas sedang mengembangkan inovasi teknologi penyadapan berbasis stimulan gas etilen dan sadap mekanis. Sirkel Cutting System (SCS) merupakan sistem sadap revolusioner dari Balai Penelitian Getas untuk mengatasi permasalahan dalam proses penyadapan tanaman karet saat ini. Hasil percobaan pendahuluan menunjukkan bahwa sistem sadap SCS dapat meningkatkan produktivitas pada beberapa klon tanaman karet yang diuji yaitu PR 261, PB 260, RRIC 100 dan BPM 24 sebesar 423 % hingga 1263 % terhadap perlakuan sadap konvensional SKB (S/2d3). Hal ini mengindikasikan bahwa SCS prospektif untuk dikembangkan. Meskipun demikian perlu dilakukan pengujian dalam skala areal lebih luas dan skala waktu lebih lama.
KAJIAN FISIOLOGIS KERING ALUR SADAP PADA TANAMAN KARET (Hevea brasiliensis) Mudita Oktorina Nugrahani; Akhmad Rouf; Intan Berlian; Hananto Hadi
Warta Perkaretan Vol. 35 No. 2 (2016): Volume 35, Nomor 2, Tahun 2016
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (931.851 KB) | DOI: 10.22302/ppk.wp.v35i2.91

Abstract

Kering Alur Sadap ( KAS) merupakan salah satu penyakit fisiologis pada tanaman karet. Gejala serangan penyakit ini umumnya ditandai dengan terhentinya aliran lateks dan mengeringnya bidang sadap. Penyebab pokok terjadinya KAS adalah adanya gangguan pada sistem pembuluh lateks dan kurangnya pasokan sukrosa yang berkelanjutan sehingga memicu terbentuknya senyawa-senyawa radikal tertentu yang dapat menyebabkan terjadinya kerusakan lutoid. Ketika lutoid pecah terjadi proses koagulasi lateks dalam pembuluh lateks. Koagulasi tersebut menjadi penyebab terbentuknya jaringan tilasoid, tersumbatnya pembuluh lateks, dan akhirnya lateks tidak dapat mengalir pada saat disadap. Peristiwa ini disebut sebagai kering alur sadap (KAS). Penyakit fisiologis ini juga dipengaruhi oleh banyak faktor, antara lain jenis klon, penerapan sistem sadap dan tataguna panel, serta keseimbangan hara tanaman. Pemilihan klon yang sesuai, penerapan sistem sadap normatif sesuai tipologi klon, pemeliharaan tanaman yang lebih baik dan pengawasan dini adalah upaya pencegahan yang dapat dilakukan untuk menangani KAS.