Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

VALIDASI BISNIS ARSITEKTUR MODEL MENGGUNAKAN METODE FORMAL (STUDI KASUS: MANUFAKTURING) Syifa Annastasia; Asti Amalia Nur Fajrilah; Berlian Maulidya Izzati
JURTEKSI (Jurnal Teknologi dan Sistem Informasi) Vol 7, No 2 (2021): April 2021
Publisher : STMIK Royal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33330/jurteksi.v7i2.1009

Abstract

Abstract: Roeleven and Broer reveal that more than 66% of EA programs do not live up to expectations due to a failure to demonstrate sufficient value for the business. Business architecture has an important role to help companies achieve the desired business values. An organization also depends on how well the information provided on each artifact especially in the architectural business phase. That way, failure in business modeling can also have an impact on EA implementationw. Modeling artifacts in a good architectural business phase can help to avoid mistakes from the start, because the quality of the business modeling model will have an impact on the quality of information system design. Therefore, it need to test the quality of the model on every artifact in the architectural business, because many business models are not always of high quality. To have a high quality EA, one of them is by identifying a conceptual quality framework approach. There are six principles that must be considered when assessing the quality of a company model, in this study using the quality of the business architecture validity model with six attributes using the formal Petri net method.            Keywords: Enterprise Architecture; Business Architecture; Business Process; Validity,Attribute Quality  Abstrak: Roeleven dan Broer mengungkapkan bahwa lebih dari 66% program EA tidak memenuhi harapan karena kegagalan untuk menunjukkan nilai yang cukup untuk bisnis. Arsitektur bisnis memiliki peran penting untuk membantu perusahaan mencapai nilai bisnis yang diinginkan. Sebuah organisasi juga bergantung pada seberapa baiknya informasi yang diberikan pada setiap artefak terutama pada fase bisnis arsitektur. Dengan begitu kegagalan pemodelan bisnis juga dapat berdampak pada implementasi EA. Memodelkan artefak pada fase bisnis arsitektur yang baik dapat membantu untuk menghindari kesalahan sejak awal karena kualitas model pemodelan bisnis akan berdampak pada kualitas desain sistem informasi. Maka dari itu, kualitas dari pemodelan bisnis model telah diakui sebagai faktor penting untuk pemodelan sukses di perusahaan, serta perlunya untuk melakukan pengujian kualitas model pada setiap artefak pada bisnis arsitektur, karena banyak model bisnis yang tidak selalu berkualitas tinggi. Untuk memiliki EA yang berkualitas tinggi salah satunya dengan mengidentifikasi pendekatan kerangka kualitas konseptual. Terdapat enam prinsip yang harus dipertimbangkan ketika menilai kualitas model perusahaan, dalam kajian ini menggunakan kualitas model validity arsitektur bisnis dengan enam atribut menggunakan metode formal Petri net. Kata kunci: Arsitektur Perusahaan; Bisnis Arsitektur; Proses Bisnis; Validitas; Kualitas Atribut  
Pengembangan Performance Monitoring Dashboard Pada Aplikasi Mybidan dengan Metode Waterfall Wader Trisepa Jonson; Asti Amalia Nur Fajrilah; Ekky Novriza Alam
Jurnal Mirai Management Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : STIE AMKOP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/mirai.v7i1.2306

Abstract

Pemanfaatan teknologi informasi saat ini sudah berkembang diberbagai bidang, salah satunya adalah kesehatan. Hal ini didukung dengan adanya pemetaan atau perancangan sistem digital untuk memperhatikan tingkat layanan kesehatan pada kawasan wilayah terkecil. Posyandu adalah salah satu bentuk upaya peningkatan layanan kesehatan yang dikelola dan diselenggarakan oleh masyarakat untuk memberikan kemudahan pelayanan kesehatan dasar. Kurangnya penanganan dalam menjalankan fungsi posyandu menjadi permasalahan. Hal ini menyebabkan angka stunting masih tergolong cukup tinggi, stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama dalam 1000 hari pertama kehidupan. Jumlah anak stunting di Indonesia tertinggi di Asia Tenggara. Strategi penanganan terhadap stunting perlunya langkah strategis yang berupa adanya suatu transformasi digital berupa pemanfaatan teknologi informasi yang berfokus pada layanan management kesehatan yang dikemas dalam sebuah platform aplikasi untuk penanganan setunting. Pemanfaatan Aplikasi Stunting salah satunya adalah platform aplikasi Mybidan sebagai objek sasaran penelitian. Perkembangan aplikasi tersebut mendapat pengaruh besar terhadap peningkatan pengguna aplikasi Mybidan,msehingga akan berdampak pada penurunan kinerja website tersebut. Pengukuran kinerja dapat diukur dengan metode Web Performance Optimaztion (WPO). Melihat potensi perkembangan MyBidan dari setiap periode sehingga perlunya analisa penelitian untuk mendukung potensi implementasi jangka panjang Mybidan kedepan. Dari landasan analisa tersebut dibutuhkan pengembangan dashboard performance monitoring untuk melakukan monitoring aplikasi yang berfungsi dalam memastikan dan menampilkan data dari hasil performa aplikasi MyBidan. Keywords: MyBidan, Web Performance Optimaztion, dashboard performance monitoring