This Author published in this journals
All Journal Warta Perkaretan
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS TEKNO-EKONOMI PELUANG PEMBANGUNAN INDUSTRI PENGOLAHAN SPECIALTY NATURAL RUBBER JENIS KARET ALAM TERHIDROGENASI Santi Puspitasari; Asron Ferdian Falaah; Adi Cifriadi
Warta Perkaretan Vol. 36 No. 2 (2017): Volume 36, Nomor 2, Tahun 2017
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1125.29 KB) | DOI: 10.22302/ppk.wp.v36i2.417

Abstract

Konsep Green Polymer telah menjadi perhatian bagi para pelaku industri polimer yang dibuktikan dengan dikembangkannya berbagai tipe specialty natural rubber. Salah satunya adalah karet alam terhidrogenasi (HNR). HNR memiliki keunggulan ketahanan terhadap proses oksidasi termal sehingga diharapkan dapat mensubstitusi karet sintetik berbasis petroleum tipe EPDM, CR, dan IRR. Pusat Penelitian Karet berhasil memperoleh teknologi pengolahan HNR pada skala semi pilot. Artikel ini mengulas peluang pendirian pabrik pengolahan HNR ditinjau dari aspek tekno-ekonomi. Metode untuk memperoleh data primer dilakukan dengan cara survei dan wawancara, sedangkan data sekunder diperoleh dengan teknik multplikasi dokumen dan pencatatan dari lembaga terkait. Data diolah secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil analisis diketahui bahwa potensi pasar dalam negeri industri HNR cukup terbuka mencapai 18 ribu ton per tahun. Industri HNR direncanakan akan didirikan di Kawasan Industri Kendal, Kendal, Jawa Tengah dengan kapasitas produksi sebesar 3600 ton per tahun (20% dari potensi pasar). Penentapan kapasitas produksi turut didukung oleh kemampuan pasok bahan baku lateks pekat sebesarĀ  4500 ton per tahun. Teknologi proses yang diterapkan untuk memproduksi HNR skala industri akan mengadopsi proses pengolahan karet konvensional jenis Crepe. Hasil analisis kelayakan finansial menunjukkan bahwa industri HNR layak untuk didirikan. Industri ini memberikan nilai NPV sebesar IDR 25,3 M, IRR sebesar 18,63, B/C ratio sebesar 1,16, dan PBP selama 5,63. Sementara berdasarkan hasil analisis sensitivitas diketahui bahwa industri ini sangat sensitif terhadap kenaikan nilai tukar USD terhadap IDR dan penurunan harga jual karet alam terhidrogenasi.