Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGGUNAAN PINE TAR OIL SEBAGAI BAHAN PELUNAK PADA PEMBUATAN KOMPON CUSHION GUM UNTUK BAN VULKANISIR Santi Puspitasari
Jurnal Penelitian Karet JPK : Volume 38, Nomor 2, Tahun 2020
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/ppk.jpk.v2i38.753

Abstract

Industri ban vulkanisir menguasai pangsa pasar lokal sebesar 25% dari total konsumsi karet alam domestik. Ban vulkanisir yang dapat memperpanjang umur pakai ban dengan menawarkan tingkat harga lebih rendah dibanding ban baru telah menjadi daya tarik bagi pengguna ban vulkanisir yang utamanya berasal dari industri transportasi umum dan logistik. Salah satu faktor penentu kualitas ban vulkanisir adalah pemilihan cushion gum sebagai perekat antara telapak ban baru dengan bagian kesing ban lama. Riset ini mempelajari pengaruh dosis bahan pelunak alami pine tar oil dan peningkatan kapasitas produksi terhadap mutu cushion gum. Dosis pine tar oil diatur sebesar 5 phr untuk pembuatan cushion gum skala laboratorium pada kapasitas 1 kg kompon/batch, dan 10 phr untuk cushion gum yang dibuat pada skala semi pilot kapasitas 10 kg kompon/batch. Hasil pengujian kompon dan vulkanisat lembaran karet cushion gum menunjukkan bahwa peningkatan dosis pine tar oil dalam formulasi kompon dan kapasitas produksi cushion gum dapat memperbaiki mutu lembaran karet cushion gum khususnya sifat perpanjangan putus namun menurunkan kemampuan proses kompon karet cushion gum tersebut.
ANALISIS TEKNO-EKONOMI PELUANG PEMBANGUNAN INDUSTRI PENGOLAHAN SPECIALTY NATURAL RUBBER JENIS KARET ALAM TERHIDROGENASI Santi Puspitasari; Asron Ferdian Falaah; Adi Cifriadi
Warta Perkaretan Vol. 36 No. 2 (2017): Volume 36, Nomor 2, Tahun 2017
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1125.29 KB) | DOI: 10.22302/ppk.wp.v36i2.417

Abstract

Konsep Green Polymer telah menjadi perhatian bagi para pelaku industri polimer yang dibuktikan dengan dikembangkannya berbagai tipe specialty natural rubber. Salah satunya adalah karet alam terhidrogenasi (HNR). HNR memiliki keunggulan ketahanan terhadap proses oksidasi termal sehingga diharapkan dapat mensubstitusi karet sintetik berbasis petroleum tipe EPDM, CR, dan IRR. Pusat Penelitian Karet berhasil memperoleh teknologi pengolahan HNR pada skala semi pilot. Artikel ini mengulas peluang pendirian pabrik pengolahan HNR ditinjau dari aspek tekno-ekonomi. Metode untuk memperoleh data primer dilakukan dengan cara survei dan wawancara, sedangkan data sekunder diperoleh dengan teknik multplikasi dokumen dan pencatatan dari lembaga terkait. Data diolah secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil analisis diketahui bahwa potensi pasar dalam negeri industri HNR cukup terbuka mencapai 18 ribu ton per tahun. Industri HNR direncanakan akan didirikan di Kawasan Industri Kendal, Kendal, Jawa Tengah dengan kapasitas produksi sebesar 3600 ton per tahun (20% dari potensi pasar). Penentapan kapasitas produksi turut didukung oleh kemampuan pasok bahan baku lateks pekat sebesarĀ  4500 ton per tahun. Teknologi proses yang diterapkan untuk memproduksi HNR skala industri akan mengadopsi proses pengolahan karet konvensional jenis Crepe. Hasil analisis kelayakan finansial menunjukkan bahwa industri HNR layak untuk didirikan. Industri ini memberikan nilai NPV sebesar IDR 25,3 M, IRR sebesar 18,63, B/C ratio sebesar 1,16, dan PBP selama 5,63. Sementara berdasarkan hasil analisis sensitivitas diketahui bahwa industri ini sangat sensitif terhadap kenaikan nilai tukar USD terhadap IDR dan penurunan harga jual karet alam terhidrogenasi.
POTENSI PENGGUNAAN KARET ALAM TERMOPLASTIK (COPOLYMER NR-VYNIL MONOMER) UNTUK ALTERNATIF MODIFIER ASPAL KARET: I. PEMBUATAN KARET ALAM TERMOPLASTIK DARI KARET ALAM DAN MONOMER VINIL SECARA KOPOLIMERISASI CANGKOK EMULSI Santi Puspitasari; Emil Budianto; Dadi Rusadi Maspanger
Jurnal Penelitian Karet JPK : Volume 40, Nomor 1, Tahun 2022
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/ppk.jpk.v39i2.787

Abstract

Aspal karet merupakan salah satu bentuk aspal modifikasi polimer. Umumnya, aspal modifikasi polimer dibuat dengan mencampurkan modifier termoplastik elastomer sintetik jenis stirena butadiene stirena (SBS) ke dalam aspal. SBS berpotensi digantikan oleh karet alam termoplastik (Thermoplastic Natural Rubber, TPNR). Di Indonesia, pengembangan aspal karet skala lapangan telah diinisasi sejak 2016 namun belum menggunakan TPNR. Riset ini bertujuan untuk mempelajari karakteristik TPNR yang dibuat melalui kopolimerisasi cangkok emulsi karet alam protein rendah (DPNR) dengan kombinasi monomer vinil (MV) stirena (ST) dan metil metakrilat (MMA). Komposisi DPNR/MV diatur pada 60/40 bagian, sedangkan rasio kombinasi MV ditetapkan sebesar 1:2; 1:1; 2:1. Urutan penambahan MV diatur MMA dahulu diikuti ST, dan sebaliknya. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa TPNR atau kopolimer cangkok yang disintesis dari DPNR dengan penambahan ST diikuti MMA pada rasio 2:1 (kopoli (DPNR/ST-MMA 2:1)) memiliki sifat yang paling mendekati SBS sehingga berpotensi digunakan sebagai alternatif modifier dalam pembuatan aspal karet.