Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pembiasaan Metode Bernyayi RA Al Imamiyah Dalam Mengenalkan 10 Malaikat Allah Di Era Pendemi Siti Nur Aisyah; Sutrisno
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 3: Februari 2022
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bernyanyi Merupakan Stategi Pemelajaran Yang Banyak Disukai Oleh Anak. Dari Semua Metode Pembelajaran Yang Membuat Anak Senang Dan Gembira Yaitu Dengan Bernyanyi. Bernyanyi Dengan Membiasakan Anak Mengenal 10 Mlaikat Adalah Cara Pendidik Dalam Melatih Daya Ingat Dan Juga Membentuk Karakter Anak Dengan Pembalajaran Keimanan. upaya pembiasaan merupakan cara berfikir yang bernar diera pandemic ini. Yang mana anak membutukan suatu pembelajaran yang tidak membosankan ketika berada di sekolah.
Implementasi Peer learning terhadap Penguatan Sistem Penjaminan Mutu Internal di LPQ AMM Yogyakarta Ainun Wafiq; Nadilla Aleyda Maqhfira; Ahmad Syawal; Sutrisno; Suwadi
Jurnal Pendidikan dan Inovasi Pembelajaran Vol. 1 No. 2 (2026): Edisi Januari-Maret
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Inovasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi peer learning dalam memperkuat Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) di LPQ AMM Yogyakarta, khususnya dalam konteks peningkatan kompetensi pendidik dan efektivitas siklus PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi dengan informan yang meliputi pengelola lembaga, tim pelatih, tim supervisi, dan pendidik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peer learning berperan signifikan dalam membangun budaya reflektif dan kolaboratif di antara pendidik melalui mekanisme observasi sejawat, forum refleksi, dan pelatihan internal. Implementasi peer learning terbukti membantu memperkuat pelaksanaan PPEPP, terutama pada aspek evaluasi dan peningkatan mutu pembelajaran Al-Qur’an. Namun, penelitian juga menemukan hambatan berupa keterbatasan waktu pendidik, variasi kompetensi guru, dan belum optimalnya dokumentasi mutu. Implikasi penelitian menunjukkan bahwa peer learning dapat menjadi model peningkatan mutu yang relevan dan kontekstual bagi lembaga pendidikan Al-Qur’an, karena mampu mengubah paradigma mutu dari administratif menjadi partisipatif serta mendorong terbentuknya budaya mutu yang berkelanjutan.