Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pembiasaan Metode Bernyayi RA Al Imamiyah Dalam Mengenalkan 10 Malaikat Allah Di Era Pendemi Siti Nur Aisyah; Sutrisno
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 3: Februari 2022
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bernyanyi Merupakan Stategi Pemelajaran Yang Banyak Disukai Oleh Anak. Dari Semua Metode Pembelajaran Yang Membuat Anak Senang Dan Gembira Yaitu Dengan Bernyanyi. Bernyanyi Dengan Membiasakan Anak Mengenal 10 Mlaikat Adalah Cara Pendidik Dalam Melatih Daya Ingat Dan Juga Membentuk Karakter Anak Dengan Pembalajaran Keimanan. upaya pembiasaan merupakan cara berfikir yang bernar diera pandemic ini. Yang mana anak membutukan suatu pembelajaran yang tidak membosankan ketika berada di sekolah.
Rahmatan lil Alamin Islamic Value Education Model based on Muhammadiyah School Culture Parjiman Parjiman; Sutarman; Muhammad Ragil Kurniawan; Sutrisno; Kun Hidayat
MUDARRISA: Jurnal Kajian Pendidikan Islam Vol. 15 No. 2 (2023): Mudarrisa: Jurnal Kajian Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18326/mudarrisa.v15i2.387

Abstract

This research is prompted by the prevalence of child delinquency cases, encompassing issues such as bullying, lack of manners, and early-age smoking.  Concerns arise regarding the potential implications of these juvenile delinquencies on subsequent behaviors in adolescence.  The primary objective of this study is to delve deeper into the Rahmatan Lil Alamin Islamic values education model based on Muhammadiyah school culture at the Muhammadiyah Flagship Elementary School.  The focus is on understanding the role of schools in instilling character values and exploring the benefits of the Rahmatan Lil Alamin Islamic values education model within the context of Muhammadiyah school culture, particularly in strengthening character values at the Lemahdadi Muhammadiyah Leading Primary School. This research employs a qualitative methodology with a descriptive analysis approach.  Data collection, analysis, and description occur simultaneously to address the formulated problem.  The research findings reveal that programs rooted in Muhammadiyah school culture,  including strengthening students' daily worship, Hizbul Wathan training, sacred footprint training, leadership training, market day, Tahfidz Qur'an, and language strengthening in foreign and regional languages, effectively instill the Islamic values of Rahmatan Lil Alamin in students. Teachers play a crucial role in this process through integration into school culture and internalization in religious activities. The various models of Rahmatan Lil Alamin Islamic values education, grounded in Muhammadiyah school culture, significantly contribute to the transformation of students' character and behavioral values. The outcomes indicate a positive shift towards humanist, tolerant, friendly, and democratic attributes among students.
Implementasi Peer learning terhadap Penguatan Sistem Penjaminan Mutu Internal di LPQ AMM Yogyakarta Ainun Wafiq; Nadilla Aleyda Maqhfira; Ahmad Syawal; Sutrisno; Suwadi
Jurnal Pendidikan dan Inovasi Pembelajaran Vol. 1 No. 2 (2026): Edisi Januari-Maret
Publisher : Pustaka Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi peer learning dalam memperkuat Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) di LPQ AMM Yogyakarta, khususnya dalam konteks peningkatan kompetensi pendidik dan efektivitas siklus PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi dengan informan yang meliputi pengelola lembaga, tim pelatih, tim supervisi, dan pendidik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peer learning berperan signifikan dalam membangun budaya reflektif dan kolaboratif di antara pendidik melalui mekanisme observasi sejawat, forum refleksi, dan pelatihan internal. Implementasi peer learning terbukti membantu memperkuat pelaksanaan PPEPP, terutama pada aspek evaluasi dan peningkatan mutu pembelajaran Al-Qur’an. Namun, penelitian juga menemukan hambatan berupa keterbatasan waktu pendidik, variasi kompetensi guru, dan belum optimalnya dokumentasi mutu. Implikasi penelitian menunjukkan bahwa peer learning dapat menjadi model peningkatan mutu yang relevan dan kontekstual bagi lembaga pendidikan Al-Qur’an, karena mampu mengubah paradigma mutu dari administratif menjadi partisipatif serta mendorong terbentuknya budaya mutu yang berkelanjutan.