Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

STRATEGI OPTIMALISASI LAYANAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH MELALUI PROGRAM “KANJI KUPER” SD NEGERI NGRANCAH Aris Suharyadi; Beny Dwi Saputra
Nusantara Journal of Information and Library Studies (N-JILS) Vol 3, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.745 KB) | DOI: 10.30999/n-jils.v3i2.1035

Abstract

This research aims to find out how the implementation, impact, and constraints of the implementation of the program "Kanji Kuper" (Gerakan Wajib Kunjung Perpustakaan) as a strategy for optimizing library services in elementary schools. This research uses a qualitative approach with descriptive methods. This type of research is a case study because the research setting is in one of the elementary schools that implements the "Kanji Kuper" program. Data collection techniques through direct observation, documentation, and in-depth interviews. Data sources are obtained from informants: principals, library managers, and students. The validity of the data uses the triangulation of sources and techniques. Data is analyzed through data collection, data reduction, data feed and verification or withdrawal of conclusions. The results showed that the implementation of "Kanji Kuper" began by requiring teachers and students to do learning activities in the library. The visit schedule is arranged based on coordination between the class and the library administrator at least once a week. While in the library teachers are obliged to socialize "Kanji Kuper" and motivation by providing assignments to students to utilize the library resources available. There are always products or results made by students during visits to the library. Each month students' work is selected to be displayed in the school as a form of reward. The result of the implementation of the "Kanji Kuper" program is that the number of library visitors has increased dramatically so that it is slowly expected to improve the reading culture of students. The problem is that most students take advantage of the "Kanji Kuper" program just to play in the library so that the resulting task product seems less optimal. Some teachers still think that "Kanji Kuper" only takes up learning time.Keyword: library; school library; library servicesABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi, dampak, dan kendala dari pelaksanaan program "Kanji Kuper" (Gerakan Wajib Kunjung Perpustakaan) sebagai strategi optimalisasi layanan perpustakaan di Sekolah Dasar (SD). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Jenis penelitian ini adalah studi kasus karena setting penelitian berada di salah satu sekolah dasar yang menerapkan program "Kanji Kuper". Teknik pengumpulan data melalui observasi langsung, dokumentasi, dan wawancara mendalam. Sumber data diperoleh dari informan yaitu: kepala sekolah, pengelola perpustakaan, dan siswa. Validitas data menggunakan teknik triangulasi sumber dan teknik data dianalisis melalui langkah-langkah pengumpulan data, reduksi data, sajian data dan verifikasi atau penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi "Kanji Kuper" diawali dengan mewajibkan guru dan siswa melakukan kegiatan pembelajaran di perpustakaan. Jadwal kunjungan disusun berdasarkan koordinasi antara wali kelas dengan pengurus perpustakaan minimal 1 minggu sekali. Selama di perpustakaan guru wajib memberikan sosialisasi "Kanji Kuper" dan motivasi dengan cara memberikan penugasan terhadap siswa agar dapat memanfaatkan sumber daya perpustakaan yang tersedia. Selalu ada produk atau hasil yang dibuat oleh siswa selama berkunjung di perpustakaan. Setiap bulan hasil karya siswa diseleksi untuk dipajang di mading sekolah sebagai bentuk reward. Hasil dari penerapan program "Kanji Kuper" adalah jumlah pengunjung perpustakaan naik drastis sehingga secara perlahan diharapkan dapat meningkatkan budaya membaca siswa. Kendalanya adalah sebagian besar siswa memanfaatkan program "Kanji Kuper" hanya untuk bermain di perpustakaan sehingga produk tugas yang dihasilkan terkesan kurang optimal. Beberapa guru masih beranggapan bahwa "Kanji Kuper" hanya menyita waktu pembelajaran.
Peningkatan Product Branding Pengrajin Kemplang melalui Pendampingan Digital Content Production Berbasis Media Sosial di Desa Tebing Gerinting Dwi Hasmidyani; Budiman, Muhammad Akbar; Riswan Jaenudin; Beny Dwi Saputra
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 10 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v10i1.5239

Abstract

ABSTRAK Desa Tebing Gerinting, Kecamatan Indralaya Selatan, Kabupaten Ogan Ilir, merupakan salah satu sentra produksi kemplang panggang terbesar di Sumatera Selatan dan memiliki potensi besar dalam pengembangan industri makanan khas daerah. Namun, pengrajin kemplang di desa ini masih menghadapi berbagai permasalahan terkait aspek Product Branding dan Pembuatan Konten untuk Media Sosial yang menghambat perkembangan usaha mereka. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk: (1) memberikan pelatihan dan pendampingan product branding agar produk lebih mudah dikenali oleh konsumen; dan (2) meningkatkan kemampuan pengrajin dalam memanfaatkan media sosial melalui pembuatan konten digital yang konsisten untuk mendorong awareness. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi. Evaluasi hasil pelaksanaan dilakukan berdasarkan strategi branding logo usaha, penggunaan media sosial Instagram, tiktok, dan Facebook, serta pembuatan konten di media sosial. Setiap aspek dievaluasi menggunakan instrumen observasi dan pedoman penilaian. Hasil kegiatan menunjukkan 100% pengrajin kemplang berhasil membuat logo sebagai branding usahanya, 100% pengrajin kemplang sudah memiliki akun media sosial Instagram, tiktok, dan Facebook, serta berhasil membuat konten untuk diunggah di media sosial. Kata kunci: Product Branding; Konten Digital; Media Sosial; Pengrajin Kemplang; Pemberdayaan UMKM; Pemasaran Digital   ABSTRACT Tebing Gerinting Village, located in Indralaya Selatan District, Ogan Ilir Regency, is one of the largest kemplang (traditional grilled fish cracker) production centers in South Sumatra and has significant potential for developing local food-based industries. However, local artisans continue to face challenges related to product branding and the creation of social media content, which hinder the growth of their businesses. This community engagement program aimed to: (1) provide training and mentoring on product branding to help artisans develop recognizable brand identities; and (2) enhance their ability to utilize social media through consistent digital content creation to increase product awareness. The implementation methods included socialization, training, mentoring, and evaluation. The evaluation focused on three key aspects: branding through logo development, the use of Instagram, TikTok, and Facebook for business promotion, and the production of social media content. Each aspect was assessed using observation instruments and scoring rubrics. The results indicate that 100% of participating artisans successfully created logos as part of their branding strategy, 100% established business accounts on Instagram, TikTok, and Facebook, and all participants produced content ready for upload on their social media platforms. These outcomes demonstrate significant improvements in branding capability and digital marketing readiness among the artisans. Keywords: Product Branding; Digital Content; Social Media; Kemplang Artisans; MSME Empowerment; Digital Marketing