Hapsarini, Deslana Roidja
Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara Ungaran

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Orang Tua Dalam Mengembangkan Kecerdasan Spiritual Anak Di Era Masa Kini Hapsarini, Deslana Roidja; Suprihati, Wahyu
Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) Vol 1, No 2 (2019): Agustus
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.588 KB) | DOI: 10.59177/veritas.v1i2.51

Abstract

Para orang tua harus menumbuhkan kesadaran bahwa apa yang terjadi di dalam keluarga memiliki dampak yang besar pada perkembangan kepribadian anak-anak, perkembangan iman mereka dan pada akhirnya bagi perkembangan kecerdasan spiritual anak-anak tersebut. Masyarakat perlu membantu para orang tua untuk memainkan perannya kembali sebagai pendidik bagi anak-anaknya terutama dalam hal iman Kristen agar kecerdasan spiritual anak berkembang. Gereja juga perlu memberikan pendampingan dan menyediakan komunitas serta mendorong keluarga-keluarga Kristen terutama keluarga-keluarga muda untuk berpartisipasi dalam komunitas itu agar mereka dapat membuat keputusan dalam menetapkan prioritas dalam hidupnya. Metode penulisan menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif dengan mengkombinasikan studi pustaka dan kajian pengembangan. Parents must raise awareness that what happens in the family has a big impact on the development of children's personalities, the development of their faith and ultimately the development of the children's spiritual intelligence. Communities need to help parents play their roles as educators for their children, especially in the case of Christian faith so that children's spiritual intelligence develops. The church also needs to provide assistance and provide communities and encourage Christian families, especially young families to participate in the community so that they can make decisions in setting priorities in their lives. The writing method uses a descriptive-qualitative approach by combining literature study and development studies. Keywords: The Role of Parent, Spiritual Intelligence of Children
Pemahaman Peserta Didik Tentang Mandat Budaya Dalam Kejadian 1:28 Terhadap Kepedulian Lingkungan Hapsarini, Deslana Roidja; Pige, Yendri Wati
ELEOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 1 No. 1 (2021): Teologi dan Pendidikan Agama Kristen
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kalvari Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.367 KB) | DOI: 10.53814/eleos.v1i1.4

Abstract

Abstract Lack of awareness in maintaining the environment should continue to be pursued in providing understanding to students because it is also a human responsibility to maintain the environment in accordance with cultural mandates. Using a descriptive qualitative method with a literature study approach, it can be concluded that environmental care can be measured from four indicators, namely: throwing garbage in its place, maintaining class cleanliness, maintaining school yard cleanliness, and maintaining bathroom cleanliness. Students' understanding of the cultural mandate in incident 1:28 can affect environmental awareness. If students' understanding of the cultural mandate in Genesis 1:28 is taught to students, it will grow students' awareness of the environment at school and at home. Based on the conclusions drawn, it can be said that students' understanding of the cultural mandate in incident 1:28 is very important to encourage students to care about the environment. Therefore, it is better for teachers or parents to teach the cultural mandate in Genesis 1:28 to students so that those who understand the cultural mandate have concern for the environment wherever they are.   Abstrak Kurangnya kesadaran dalam memelihara lingkungan hidup patut terus diupayakan dalam memberi pemahaman kepada peserta didik sebab hal itu juga menjadi tanggung jawab manusia untuk memelihara lingkungan sesuai dengan mandat budaya. Menggunkan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi literatur dapat disimpulkan bahwa kepedulian lingkungan dapat diukur dari empat indikator, yaitu: membuang sampah pada tempatnya, menjaga kebersihan kelas, menjaga kebersihan halaman sekolah, dan menjaga kebersihan kamar mandi. Pemahaman siswa tentang mandat budaya dalam Kejadian 1:28 dapat mempengaruhi kepedulian lingkungan. Jika pemahaman peserta didik tentang mandat budaya dalam Kejadian 1:28 diajarkan kepada peserta didik maka akan menumbuhkan kepedulian peserta didik terhadap lingkungan di sekolah maupun di rumah. Berdasarkan kesimpulan yang ditarik, dapat dikatakan bahwa pemahaman peserta didik tentang mandat budaya dalam Kejadian 1:28 sangat penting untuk mendorong peserta didik agar peduli terhadap lingkungan.  Oleh kerena itu, sebaiknya guru atau orang tua harus mengajarkan mandat budaya dalam Kejadian 1:28 kepada peserta didik sehingga mereka yang memahami tentang mandat budaya memiliki kepedulian terhadap lingkungan di manapun mereka berada.