Rosarius Anton Trinendyantoro
Kantor Kementerian Agama Kabupaten Madiun

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

"ASRAMA DAN PONDOK PESANTREN SEBAGI MODEL PENDIDIKAN BERWAWASAN MULTIKULTURAL" Rosarius Anton Trinendyantoro
Bahasa Indonesia Vol 5 No 3 (2011): April 2011
Publisher : Lembaga Penelitian STKIP Widya Yuwana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6191.765 KB)

Abstract

Kemajuan pesat dalam bidang teknologi yang berwujud transportasi dan komunikasi mempercepat tersebar dan berjumpanya beragam konsep, pola pikir, mentalitas, perilaku, serta nilai -nilai menembus batas-batas geografis. Keragaman ini jika tidak terolah dengan baik akan memudahkan terjadinya berbagai konflik sosial. Untuk itu sudah saatnya konsep pendidikan berwawasan multikultural dipromosikan. Dengan konsep pendidikan berwawasan multikultural diharapkan dapat mendorong tumbuhnya semangat saling pengertian, saling menghargai, saling menghormati antar anggota masyarakat demi terciptanya kehidupan bersama yang rukun dan damai. Caranya, diantaranya adalah dengan memberdayakan kelompok-kelompok atau lembaga-lembaga sosial yang ada dalam masyarakat misalnya pusat-pusat pembinaan generasi muda seperti asrama-asrama dan pondok-pondok pesantren.
MENGAKARKAN KERUKUNAN UMAT BERAGAMA MELALUI FKUB REMAJA Rosarius Anton Trinendyantoro
Bahasa Indonesia Vol 6 No 3 (2011): Oktober 2011
Publisher : Lembaga Penelitian STKIP Widya Yuwana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1631.989 KB) | DOI: 10.34150/jpak.v6i3.154

Abstract

Kemajemukan agama di Indonesia merupakan anugerah Sang Khalik. Oleh karena itu kemajemukan keberagamaan sifatnya kodrati. Namun apabila tidak dikelola dengan baik dan benar akan menjadi sumber mala petaka. Pengelolaan kemajemukan seharusnya dimulai dengan mengakarkan kerukunan di kalangan orang muda (remaja). FKUB remaja merupakan media untuk mengakarkan, menumbuhkan, mengembangkan, dan memelihara kerukunan antar pemeluk agama.