Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penerapan Metode Simulasi Untuk Membantu Siswa Dalam Melaksanakan Shalat Fardu Lima Waktu Dengan Baik dan Benar di Kelas VII B MTs NW Karang Baru Lina Mardiana; Muhammad Sabri
Jurnal Manajemen dan Budaya Vol 2 No 1 (2022): Jurnal Manajemen dan Budaya
Publisher : STAI Darul Kamal NW Kembang Kerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51700/manajemen.v2i1.279

Abstract

Materi shalat fardu merupakan salah satu materi  yang sangat urgen sekali dalam Kurikulum Pendidikan Agama Islam yang harus  tercapai secara tuntas kepada 3 ranah yaitu kognitif, afektif dan psikomotorik. Agar tercapainya 3 ranah tersebut maka haruslah menggunakan metode yang tepat dalam proses pembelajaran dan harus disesuaikan dengan kondisi lingkungan sekitar. Masih Banyaknya siswa-siswi kelas VII B MTs Nahdlatul Wathan  Karang Baru yang belum bisa melaksanakan shalat fardu dengan baik dan benar. Jika dibiarkan berlarut-larut maka siswa-siswi tidak akan pernah mengetahui tata cara sholat yang baik dan benar, Untuk mengatasi masalah ini, peneliti tertarik menggunakan metode simulasi untuk membantu siswa dalam melaksanakannya. Maka dari itu peneliti mengangkat judul penerapan metode simulasi untuk membantu siswa dalam melaksanakan sholat fardu lima waktu dengan baik dan benar. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa pada siklus I ketercapaian daya serap siswa mencapai 66,9% dari 24 siswa dan tingkat ketuntasan klasikal siswa dalam simulasi sholat lima waktu hanya mencapai 32,5% atau hanya 11 siswa saja. sedangkan pada siklus II ketercapaian daya serap siswa mencapai 73,7% tingkat ketuntasan klasikal siswa dalam mensimulasi sholat lima waktu mencapai 71,% atau 23 siswa. Pada mata pelajaran fikih pada kompetensi ini sudah meningkat walaupun belum mencapai 99,9%. Perubahan yang terjadi dari siklus I ke siklus II menunjukkan bahwa  menggunakan metode simulasi sudah efektif dilakukan
Pendampingan Pengelolaan Sampah pada TPS 3R Desa Jenggala Kabupaten Lombok Utara Menuju Ekonomi Sirkular Adiansyah, Joni Safaat; Baiq Harly Widayanti; Aprilian Maulana; Rifki Nur Juliadi; Lalu Septiya Fahmi Rezi; Lina Mardiana
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 9 No 1 (2026): Januari - Maret 2026
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v9i1.14715

Abstract

North Lombok Regency has 19 TPS 3R (Reduce, Reuse, Recycle) waste management units; however, the majority are not operating optimally. One of the active facilities is TPS 3R Jenggala Mandiri in Jenggala Village, Tanjung District, which faces a primary challenge related to the absence of household-level waste segregation at the source. This condition limits the availability of organic feedstock for compost production and increases the operational burden on facility managers due to additional sorting requirements. This community engagement program aimed to strengthen waste management practices through educational and technical assistance focused on source-based segregation of organic and inorganic waste. The implementation was structured into three phases: (1) a preparatory phase involving coordination with TPS 3R management; (2) an implementation phase comprising community outreach, practical demonstrations, and the provision of composting equipment (composter bags, buckets, EM4 bioactivator, and molasses); and (3) an evaluation phase conducted through post-activity monitoring and follow-up. The outreach activities were attended by 52 participants from Nurul Huda Hamlet, during which 25 buckets and 22 composter bags were distributed. The results indicate a positive behavioral shift, as several households initiated independent segregation of organic waste and began producing compost. Nevertheless, full community participation has not yet been achieved. Key constraints identified include limited technical understanding regarding the preparation and mixing of fermentation agents, as well as institutional instability due to changes in TPS 3R management. Overall, the findings suggest that structured education and intensive mentoring can enhance community awareness and promote household-level waste segregation practices. However, sustained institutional support and continuous technical assistance are required to ensure long-term effectiveness and optimal operational performance.