Beberapa studi menunjukkan bahwa COVID-19 menyebabkan terjadinya ke-rusakan pada jantung dan badai sitokin di dalam tubuh, yang memicu timbulnya aritmia. Tulisan ini bertujuan untuk melakukan telaah sistematis dan meta análisis terhadap insidensi aritmia dan luarannya pada pasien COVID-19. Kami mencari jurnal penelitian yang memuat informasi tentang aritmia sebagai komplikasi COVID-19 dan status luaran pasien; luaran buruk (dengan gejala berat, mengalami kematian, atau menjalani perawatan di Intensive Care Unit (ICU)) dan tanpa luaran buruk dengan kata kunci “COVID-19” atau “SARS-Cov-2” atau “Coronavirus” dan “Aritmia” atau “Kardiovaskular” atau “Karakteristik”. Sebanyak 5 jurnal dipilih untuk dilakukan telaah sistematis dan meta-analisis. Terdapat 1.301 pasien sebagai sampel. Insidensi aritmia pada pasien COVID-19 adalah 11% (8-15%; I2: 71.22, p = 0,01); pada pasien dengan luaran buruk adalah 35% (17-52%; I2: 92.90, p = 0,00); dan pada pasien tanpa luaran buruk adalah 3% (1-5%; I2: 54.27, p = 0,07). Pasien COVID-19 yang mengalami aritmia memiliki resiko luaran buruk yang lebih besar (RR 5.54 [4.59, 6.68]; I2: 87.3, p 0,001). Analisis dengan funnel plot menandakan terdapat bias publikasi. Uji regresi dengan Egger’s test menunjukkan tidak adanya small study effects (p = 0,352). Terdapat hubungan yang signifikan antara kejadian aritmia dengan peningkatan resiko luaran buruk pada pasien COVID-19.