Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Juripol

RESPON PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN KANGKUNG (Ipomoea reptana P.) TERHADAP PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR GDM DAN DOLOMIT: Indonesia Wiwik Yunidawati
Juripol (Jurnal Institusi Politeknik Ganesha Medan) Vol. 3 No. 2 (2020): Juripol Volume 3 Nomor 2 Tahun 2020
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/juripol.v3i2.10840

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik cair GDM dan dolomit terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kangkung (Ipomoea reptana P.). Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Amir Hamzah Medan dengan ketinggian tempat ±25 m di atas permukaan laut dengan topografi datar. Penelitian dilaksanakan mulai bulan April sampai Mei 2020. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan dua faktor, faktor pertama adalah pemberian Pupuk Organik Cair GDM (O) terdiri atas 4 taraf yaitu : O0 = 0 l/ha (0 ml/plot/l larut), O1 = 20 l/ha (2 ml/plot/l larut), O2 = 40 l/ha (4 ml/plot/l larut),O3 = 60 l/ha (6 ml/plot/l larut). Faktor kedua adalah pemberian Dolomit (D) terdiri atas 3 taraf yaitu : D0 = 0 ton/ha (0 kg/plot)/kontrol, D1 = 5 ton/ha (0,5 kg/plot), D2 = 10 ton/ha (1,0 kg/plot). Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), produksi per tanaman sampel (gr), produksi per plot (kg). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk organik cair GDM berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman dan jumlah daun pada umur 4 minggu setelah tanam, berpengaruh nyata terhadap produksi per tanaman sampel, serta berpengaruh tidak nyata terhadap produksi per plot. Hasil terbaik diperoleh pada perlakuan O3 yaitu 60 l/ha (6 ml/plot/l larut). Pemberian Dolomit berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman dan jumlah daun pada umur 4 minggu setelah tanam, serta berpengaruh tidak nyata terhadap produksi per tanaman sampel dan produksi per plot. Hasil terbaik diperoleh pada perlakuan D2 yaitu 10 ton/ha (1,0 kg/plot). Interaksi antara pupuk organik cair GDM dan Dolomit berpengaruh tidak nyata terhadap semua parameter penelitian.
Pemberian Pupuk Organik Cair Limbah Kulit Pisang Dan Pupuk Kalium Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Okra Mazlina, Mazlina; Koryati, Try; Yunidawati, Wiwik
Juripol (Jurnal Institusi Politeknik Ganesha Medan) Vol. 7 No. 1 (2024): Juripol (Jurnal Institusi Polgan)
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan dan produksi tanaman okra akibat pemberian POC limbah kulit pisang dan pupuk KCl serta nyata tidaknya interaksi kedua faktor tersebut. Penelitian ini dilaksanakan di kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Amir Hamzah, mulai dari bulan April 2020 sampai dengan selesai. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah benih okra varietas Naila IPB, POC limbah kulit pisang dan polybag serta alat lainnya yang dibutuhkan. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial 3 x 4 dengan 3 ulangan. Faktor yang diteliti meliputi konsentrasi pupuk organik cair limbah kulit pisang dan Pupuk KCl. Faktor konsentrasi POC limbah kulit pisang (P) terdiri dari 3 taraf yaitu P1 = 10 ml/liter air, P2 = 20 ml/liter air dan P3 = 30 ml/liter air, sedangkan factor kedua adalah dosis pupuk KCl (K), yang terdiri dari 4 taraf yaitu K0 = Tanpa pupuk (0 g/plot), K1 = 10 g KCl/plot, K2 = 20 g KCl/plot dan K3 = 30 g KCl/plot. Peubah yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah buah dan berat buah tanaman okra. Hasil uji F pada analisis sidik ragam menunjukkan bahwa konsentrasi POC limbah kulit pisang tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi dan jumlah daun tanaman okra pada umur 2, 4 dan 6 MST, namun telah memberi pengaruh nyata terhadap tinggi dan jumlah daun pada umur 8 MST, jumlah buah, dan berat buah per tanaman. Ada terdapat interaksi antara konsentrasi POC limbah kulit pisang dan pupuk KCl terhadap tnggi tanaman, jumlah helaian daun pada umur 8 MST, jumlah buah dan berat buah okra yang diamati.