Apri Sulistianingsih
STIKes Muhammadiyah Pringsewu Lampung

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

FAKTOR RISIKO YANG BERPENGARUH TERHADAP TEKNIK MENYUSUI PADA IBU NIFAS Apri Sulistianingsih
Gaster Vol 16 No 2 (2018): AGUSTUS
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.033 KB) | DOI: 10.30787/gaster.v16i2.300

Abstract

Menyusui dapat efektif bila dilakukan dengan posisi dan perlekatan antara payudari ibu dan bayi yang tepat. Sayangnya teknik menyusui yang salah dapat membuat kegagalan proses menyusui. Penelitian ini menggunakan observasional analitik dengan pendekatan crossectional di Wilayah kerja Puskesmas Pringsewu. Pada penelitian ini terdapat 44 orang ibu menyusui dengan persalinan spontan dan menyetujui mengikuti penelitian. Hasil penelitian menunjukkan 47,7% ibu nifas yang menyusui masih kurang benar. Terdapat hubungan pengetahuan, Inisiasi Menyusui Dini (IMD), paritas dan pendidikan kesehatan dengan teknik menyusui ρ<0,05. Hasil multivariat pendidikan kesehatan merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap teknik menyusui(Exp ß;9,879). Hal ini menunjukan bahwa ibu menyusui yang tidak mendapatkan pendidikan kesehatan berisiko memiliki teknik menyusui yang salah 9,879 kali dibandingkan dengan ibu yang mendapakan pendidikan kesehatan tentang teknik menyusui sebelumnya. Disarankan bahwa, penting bagi tenaga kesehatan memberikan edukasi teknik menyusui yang benar bahkan sebelum kelahiran untuk meningkatkan pengetahuan, IMD dan keberhasilan menyusui yang benar.
Faktor yang Berpengaruh terhadap Penyembuhan Luka Perineum pada Ibu Postpartum Apri Sulistianingsih; Yossy Wijayanti
Journal for Quality in Women's Health Vol. 2 No. 1 (2019): Journal for Quality in Women's Health
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Most of women who has vaginal delivery is risky of perineum laceration even from spontaneous tears or episiotomy. Perineum laceration can effect of many complication that cause morbidity and mortality. This study to analyze the analysis of Factors Affecting The Healing Of Perineal Wounds in Post Partum Mother. The design was used observational analytic with cross sectional approach. The population of this study was postpartum mothers with second degree perineal laceration. There were 120 participant selected in this study. This study was located in Primary health care area in Pringsewu Lampung Indonesia. Statistic analysis used chi square and multiple logistic regression. The findings indicate that factors affecting of perineal wound healing significant are education, food abstinence, Types of suture, Knowledge of perineum care, Perineum Care, Drug rececption and Types of Laceration. The most dominant factor is food abstinent.
Pendampingan One Student One Client (OSOC) pada Ibu dan Balita dalam meningkatkan Pengetahuan tentang Gizi Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Pringsewu Apri Sulistianingsih
Journal of Community Engagement in Health Vol. 2 No. 2 (2019): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v2i2.21

Abstract

Pengetahuan ibu tentang gizi balita memberikan kontribusi dalam perilaku ibu memberikan makanan pada balita. Sampai saat ini Indonesia masih mengalami masalah gizi ganda. Pemerintah Kabupaten Pringsewu membuat program kesehatan dengan melibatkan mahasiswa untuk penangan masalah kesehatan yang dikenal dengan One Student One Client (OSOC). Salah satu program OSOC adalah dengan memberikan edukasi konseling kepada ibu balita secara door to door ke rumah ibu. Tujuan pengabdian ini adalah untuk memfasilitasi mahasiswa dalam memberikan edukasi dan meningkatkan pengetahuan ibu tentang gizi balita. Metode yang diberikan menggunakan konseling dengan media buku KIA. Hasil pengabdian didapatkan pada akhir pengabdian seluruh ibu memiliki pengetahuan baik 100%. Peningkatan pengetahuan ini karena ibu balita didampingi secara intensif oleh mahasiswa bidan dalam memberikan konseling, ibu lebih fokus pada saat edukasi dan dapat menemukan solusi masalah gizi pada balita. Diharapkan program ini terus berlanjut dan dapat memfasilitasi mahasiswa dan masyarakat untuk mengentaskan masalah kesehatan.