Safria Andy
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Concept and Practice of Tarbiyatun Nafs in Formal and Informal Educational Institutions: (A Comparative Study of UIN North Sumatra and Jabal Hindi Thariqah) Safria Andy; Uqbatul Khoir Rambe
At-Ta'dib Vol. 18 No. 2 (2023): At-Ta'dib Journal of Pesantren Education
Publisher : Fakultas Tarbiyah, Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/attadib.v18i2.10098

Abstract

This research aims to understand how soul education (tarbiyatun nafs) is implemented at the State Islamic University of North Sumatra and the Jabal Hindi Thariqah in shaping students and pupils with noble character, intelligence, caring, and well-mannered. By combining knowledge and virtuous conduct, intelligence is the main objective of this research in the two locations. The methodology used is qualitative field research, employing descriptive analysis with the results based on descriptive phenomena and participatory observation. The research was conducted at the State Islamic University of North Sumatra and the Naqshbandiyah Jabal Hindi Thariqah to examine the concepts of soul education held by both institutions and to compare these concepts as a means towards achieving true soul education in the field of Education, ultimately contributing to the development of a morally upright society. The findings reveal that the State Islamic University of North Sumatra has developed an educational concept that integrates moral excellence into every aspect of campus life, with the entire campus community directed towards goodness, serving as role models and fostering ideal imagination. It acts as a stimulus and catalyst for the students' personalities through spiritual and physical guidance. The Naqshbandiyah Jabal Hindi Thariqah places the soul as a faith that can be attained through contemplation, reflection, and remembrance, leading to the purification of the heart and soul (tazkiyatul qalb and nafs) achieved through spiritual practices to attain the pleasure of Allah. It stems from the servant's love towards Allah SWT and strengthens the physical body to achieve success (economically) to establish prosperity and noble civilization. The results of this research can be compiled into a textbook and contribute to society, especially for students and pupils.
Implementasi Pendidikan Agama dalam Membangun Kerukunan Umat Selama Pandemi Covid-19 pada Anak Usia Dini di Kecamatan Binjai Utara Safria Andy; Fakhraini Zahra Afifa; Nuh Aulya Sari Lubis; Regina Melina Ramadhani; Suci Permata Sari
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 5 No 1 (2021): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/edumaspul.v5i1.2028

Abstract

Saat ini pandemi Covid-19 masih sebagai pandemi berkepanjangan, Dengan adanya penyebaran virus ini, pemerintah harus membuat semua kegiatan masyarakat mengalami penyesuaian, mulai dari mengalihkan kegiatan menjadi di rumah saja sampai diterapkannya kebijakan physical distancing serta protokol kesehatan lainnya jika masyarakat akan melakukan kegiatan di luar rumah.Kegiatan KKN-DR (Kuliah Kerja Nyata – Dari Rumah) bertujuan untuk memberikan pengalaman kerja nyata di lapangan dalam bidang membentuk sikap mandiri dan tanggung jawab dengan mengedepankan protokoler kesehatan sesuai dengan intruksi pemerintah. Namun yang menjadi praktek utama dalam pelaksanaan KKN ini adalah di rumah saja, atau yang dikenal dengan KKN DR. Moderasi beragama dapat kita pahami dengan perilaku beragama yang seimbang antara keyakinan agama sendiri dan menghargai agama orang lain yang berbeda keyakinan, sehingga tidak ada tindakan ekstrem dan berlebih lebihan dalam peraktek keagamaan dan lingkungan dalam hidup yang damai. Observasi Dilakukan untuk mendapatkan data dan informasi yang diperlukan dan kemudian disatuakan melalui pengamatan langsung pada tempat penelitian tentang bagaimana implementasi moderasi beragama dimasa pandemi di Kelurahan Kebun Lada Kecamatan Binjai Utara.
The Motivation of Malays to Enter the Syattariyah Order: A Study of the Teachings of Tuan Sheikh Silau Laut Syukri Syukri; Sulaiman Muhammad Amir; Safria Andy
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 19, No. 6 : Al Qalam (November 2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/aq.v19i6.4933

Abstract

The Syattariyah Order is one of the orders that developed in the Indonesian archipelago, including among the Malay community. One of the central figures in the spread of this order is Tuan Syekh Silau Laut, who has had a significant influence on the spiritual formation of the Malay community. This study aims to analyze the motivations of Malays in entering the Syattariyah Order by referring to the teachings of Tuan Syekh Silau Laut. The research method used is qualitative with a historical and phenomenological approach. Data were obtained through literature study and interviews with followers of the order. The results show that the main motivations of Malays in joining the Syattariyah Order include the desire to get closer to God, seek inner peace, and receive spiritual guidance from a murshid who is considered to have blessings. The teachings of Tuan Syekh Silau Laut, which emphasize aspects of practical Sufism and moral development, are a key factor in attracting community interest. In conclusion, the Syattariyah Order plays a role not only as a spiritual system, but also as a means of forming the religious and social identity of the Malay community.
Cinta dan Kasih Sayang (Mahabbah) dalam Kisah Nabi Sulaiman dan Ratu Bilqis: Analisis Surah An-Naml ayat 27-44 Berdasarkan Tafsir Al-Azhar dan Tafsir Jailani Azizah Nurul Hidayati; Safria Andy; Siti Ardianti
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 3 No. 1 (2026): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/v8cyhs17

Abstract

Penelitian ini membahas tafsir kisah Nabi Sulaiman a.s. dan Ratu Bilqis dalam Surat An-Naml ayat 16–44 dengan fokus pada pemahaman cinta dan kasih sayang dalam perspektif Al-Qur’an. Berdasarkan Tafsir Al-Azhar karya Buya Hamka dan Tafsir Al-Jailani karya Syekh Abdul Qadir al-Jailani, penelitian menunjukkan bahwa hubungan Nabi Sulaiman a.s. dan Ratu Bilqis bukanlah cinta romantis atau asmara, melainkan bentuk dakwah yang dilandasi kasih sayang spiritual, kebijaksanaan, dan kepatuhan kepada Allah. Cinta yang dimaksud dalam tafsir ini bersifat mahabbah ilahiyyah atau cinta kepada kebenaran dan keimanan, bukan cinta duniawi antar manusia. Selain itu, penelitian ini menyoroti bagaimana Nabi Sulaiman a.s. menggunakan pendekatan bijak dalam berdakwah melalui komunikasi, pemindahan singgasana, serta ajakan berserah diri kepada Allah yang menunjukkan nilai-nilai kepemimpinan, etika, dan dialog yang berlandaskan tauhid. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan dalam pengembangan tafsir tematik, pendidikan, dan praktik dakwah, sehingga pemahaman terhadap Al-Qur’an tidak terjebak pada penafsiran romantis, tetapi menekankan dimensi spiritual dan etika kepemimpinan dalam menyebarkan kebenaran.