Galang Pujo Setyanto
Direktorat Jenderal Perbendaharaan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Evaluasi penerimaan aplikasi modul penerimaan negara generasi kedua (MPN-G2) dengan pendekatan model integrasi TRUST-TAM-TPB dari perspektif pengguna Galang Pujo Setyanto
Indonesian Treasury Review: Jurnal Perbendaharaan, Keuangan Negara dan Kebijakan Publik Vol 4 No 1 (2019): Indonesian Treasury Review: Jurnal Perbendaharaan, Keuangan Negara, dan Kebijakan
Publisher : Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Kementerian Keuangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.194 KB) | DOI: 10.33105/itrev.v4i1.113

Abstract

The Second Generation Government Receipt System (MPN-G2) is one of government effort to manage cash and to improve citizen service. Its implementation in DKI Jakarta needs long time before it used by most of citizen. The use of e-banking facility which is one of the advantage using MPN-G2 is still low. Evaluation MPN-G2 using acceptance factors on the Trust-TAM-TPB model show that MPN-G2 needs to be repaired. Billing facility needs repairment to enhance perceived usefulness and perceived ease of use. E-banking facility needs repairment to enhace perceived usefulness, perceived ease of use, and trust. Sistem Modul Penerimaan Negara Generasi Kedua (MPN-G2) merupakan salah satu upaya dan inovasi pemerintah dalam rangka manajemen kas dan memperbaiki pelayanan kepada masyarakat. Implementasi MPN-G2 di Provinsi DKI Jakarta ternyata membutuhkan waktu yang cukup lama sebelum akhirnya dipergunakan oleh sebagian besar masyarakat. Selain itu penggunaan fasilitas e-banking yang seharusnya menjadi keunggulan dari sistem MPN-G2 masih rendah. Evaluasi sistem MPN-G2 menggunakan faktor-faktor penerimaan pada model –Trust-TAM-TPB menunjukkan bahwa diperlukan perbaikan-perbaikan terkait sistem tersebut. Pembuatan billing sebagai salah satu fasilitas yang diberikan MPN-G2 memerlukan perbaikan untuk meningkatkan persepsi kegunaan dan persepsi kemudahannya. Sedangkan fasilitas pembayaran e-banking memerlukan perbaikan untuk meningkatkan persepsi kegunaan, persepsi kemudahan, dan kepercayaan fasilitas tersebut.