Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PROSES DIFUSI INOVASI PROGRAM SAKTI (STUDI KASUS PROSES DIFUSI INOVASI PROGRAM SISTEM APLIKASI KEUANGAN TINGKAT INSTANSI (SAKTI) DITJEN PERBENDAHARAAN DI D.I. YOGYAKARTA TAHUN 2018) Imam Tri Wibowo
Indonesian Treasury Review: Jurnal Perbendaharaan, Keuangan Negara dan Kebijakan Publik Vol 4 No 4 (2019): Indonesian Treasury Review: Jurnal Perbendaharaan, Keuangan Negara dan Kebijakan
Publisher : Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Kementerian Keuangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.914 KB) | DOI: 10.33105/itrev.v4i4.139

Abstract

Pemanfaatan teknologi informasi ditandai dengan muculnya bermacam inovasi, salah satunya Sistem Aplikasi Keuangan Tingkat Instansi (SAKTI) yang diinisiasi oleh Ditjen Perbendaharan. Inovasi tersebut telah digaungkan sejak lama dan direncanakan akan diterapkan pada seluruh instansi di Indonesia. Dalam implementasinya, masih ditemui beberapa permasalahan diantaranya adalah penundaan waktu implementasi, minimnnya informasi serta tingkat pemahaman dan pengetahuan di level pengguna yang masih belum optimal. Penelitian ini mencoba memahami proses difusi inovasi aplikasi SAKTI dan melihat bagaimana proses adopsi inovasi di KPP Sleman. Menggunakan teori difusi inovasi, konsep-konsep dari elemen difusi inovasi dan proses adopsi inovasi disajikan untuk mendapatkan gambaran proses difusi dan adopsi inovasi SAKTI di KPP Sleman. Metode dalam penelitian ini adalah studi kasus dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SAKTI dibutuhkan dalam pengelolaan keuangan di KPP Sleman yang penyebarannya melalui berbagai macam saluran komunikasi dengan pendampingan sebagai kunci keberhasilan implementasi. Percepatan difusi didukung dengan sifat homophily antara agen perubahan dan adopter serta lingkungan eksternal dan internal yang mendukung. Kendati begitu, masih ditemui beberapa persoalan pada inovasinya, saluran komunikasi serta kecakapan trainer. Pada proses adopsi, keuntungan dari sisi praktek dirasakan adopter lebih dominan ketimbang dari sisi keuntungan ekonomis. Keputusan inovasi bersifat otoritas karena cenderung dipengaruhi oleh peran pimpinan, sedangkan pada tahap implementasi masih ditemui beberapa prosedur yang tidak sesuai dengan yang seharusnya dilakukan. Oleh sebab itu, evaluasi atas program SAKTI perlu dilakukan oleh Ditjen Perbendaharaan sebagai pemilik program terutama dalam kaitannya dengan inovasinya sendiri, proses pelatihan, kompetensi trainer, dan media komunikasi yang digunakan.
The Influence Of Net Profit Margin, Working Capital Turnover, Debt To Equity Ratio, And Total Asset Turnover On Profit Growth Astrid Dita Meirina Hakim; Ahmad Romi Kurniawan Ardianto; Imam Tri Wibowo
Jurnal Multidisiplin Sahombu Vol. 5 No. 03 (2025): Jurnal Multidisiplin Sahombu, (2025)
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to examine the influence of Net Profit Margin (NPM), Working Capital Turnover (WCTO), Debt to Equity Ratio (DER), and Total Asset Turnover (TATO) on Profit Growth in energy sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) during the period 2019–2023. The research employs a quantitative approach using secondary data derived from audited financial reports. Sampling was conducted using purposive sampling, resulting in 15 companies that met the criteria. Data were analyzed using panel data regression with the help of EViews 12 software. The classical assumption tests confirmed that the data met normality, multicollinearity, autocorrelation, and heteroscedasticity requirements. The findings revealed that DER has a positive and significant effect on profit growth, while NPM, WCTO, and TATO showed no significant influence. These results suggest that effective management of capital structure, particularly through optimized use of debt, contributes meaningfully to enhancing company profits. Meanwhile, profitability, working capital efficiency, and asset utilization alone do not guarantee growth in earnings within the capital-intensive and volatile energy sector. This study contributes to the understanding of financial performance drivers in the energy industry and offers practical insights for investors, managers, and academics in financial decision-making.