I Wayan Dauh
UNIVERSITAS HINDU INDONESIA DENPASAR

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

NILAI PENDIDIKAN AGAMA HINDU DALAM CERITA PERGURUAN SANG ARUNIKA, SANG UTAMANYU, DAN SANG WEDA KEPADA BHAGAWAN DHOMYA I Wayan Dauh
VIDYA WERTTA : Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia Vol 1 No 2 (2018): Vidya Wertta, Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia
Publisher : FAKULTAS ILMU AGAMA DAN KEBUDAYAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.53 KB) | DOI: 10.32795/vw.v1i2.185

Abstract

Pendidikan merupakan sebuah proses di mana manusia memperoleh pengajaran untuk meningkatkan kemampuannya dalam menjalankan kehidupan. Dalam proses pendidikan, peran guru tidak saja mentransfer ilmu pengetahuan kepada siswanya, tetapi lebih pada pembentukan sikap, moral, dan pribadi yang luhur terhadap siswa. Tuntunan ajaran agama Hindu banyak sekali dituangkan dalam konsep cerita karena pendidikan agama Hindu sesungguhnya dari dulu telah mengusahakan pendidikan kepada siswa dengan menyeimbangkan aspek jasmani dan rohani. Salah satu ajaran tata susila yang ada dalam ajaran agama Hindu adalah ajaran yang terkandung dalam cerita “Bhagawan Dhomya”. Cerita Bhagawan Dhomya merupakan cerita yang banyak mengandung nilai-nilai pendidikan yang mampu dijadikan pedoman atau pegangan pada masa (tahapan) berguru baik sebagai siswa dan guru, karena mengingat penyelenggaraan pendidikan terhadap tingkah laku siswa di zaman sekarang yang semakin cenderung menurun.
TRADISI PERANG PISANG DI DESA TENGANAN DAUH TUKAD KABUPATEN KARANGASEM I Wayan Dauh; Desak Nyoman Seniwati
VIDYA WERTTA : Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia Vol 3 No 1 (2020): Vidya Werta, Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia
Publisher : FAKULTAS ILMU AGAMA DAN KEBUDAYAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1110.114 KB) | DOI: 10.32795/vw.v3i1.666

Abstract

Tradisi Perang Pisang dilaksanakan masyarakat Desa Tenganan Dauh Tukad didasari oleh beberapa landasan, yaitu : 1) landasan histori, berkaitan dengan usaha Jro mangku Dukuh untuk melestarikan tradisi Perang Pisang; 2) landasan teologi, yaitu sebagai ungkapan rasa angayubagia (terimakasih dan syukur) kehadapan Ida Sanghyang Widhi/Tuhan Yang Maha Esa atas anugrah kemakmuran yang dinikmati masyarakat; 3) landasan filosofi, berhubungan dengan kepercayaan bahwa tradisi Perang Pisang itu sesungguhnya adalah sebagai bentuk persembahan yadnya juga; dan 4) landasan sosiologi berhubungan erat dengan struktur kepemimpinan sosial masyarakat desa Tenganan Dauh Tukad terutama dalam hal memilih calon pemimpin (ayah dan penampih) dari seke terunanya agar memperoleh pemimpin yang sesuai dengan nilai-nilai etika Hindu. Prosesi tradisi Perang Pisang ini dimulai dari tahap persiapan, pelaksanaan dan penutup yang kesemua itu dijalankan dengan penuh kepatuhan oleh masyarakat setempat. Sedangkan nilai-nilai etika yang terdapat pada tradisi Perang Pisang.