This Author published in this journals
All Journal Madaniya
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pelatihan Pembuatan Yoghurt Labu Kuning sebagai Ide Usaha di Desa Wisata Jamalsari Kota Semarang Pada Masa Pandemi Covid-19 Arik Dian Eka Pratiwi; Dewi Fitriani Puspitasari; Dewi Ramonah; Wulandari Wulandari; Nurchasanah Nurchasanah; Dita Mayang Sari; Taufik Ardiyanto
Madaniya Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.358

Abstract

Pandemi COVID-19 telah menyebabkan dampak dari banyak sektor, termasuk melemahnya bidang perekonomian di berbagai daerah. Salah satu daerah yang terdampak pandemi COVID-19 adalah Desa Wisata Jamalsari. Sektor yang paling terdampak adalah rumah tangga karena merupakan sektor yang tidak melakukan aktivitas ekonomi. Akibatnya, masyarakat harus berusaha bagaimana caranya untuk dapat bertahan dalam kondisi yang tidak menentu tersebut. Salah satu cara untuk dapat mengembangkan potensi serta kreativitas masyarakat adalah dengan cara mengikuti suatu pelatihan guna meningkatkan keterampilan. Pelatihan yang dilakukan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah pembuatan produk makanan sehat dengan memanfaatkan hasil bumi yang terdapat di Desa Wisata Jamalsari yaitu labu kuning. Desa ini mendapat julukan sebagai Kampung Tematik Labu karena terdapat banyak budidaya tanaman labu kuning. Tujuan pengabdian ini adalah untuk memberikan penyuluhan dan pelatihan terkait pembuatan produk yoghurt yang berbahan dasar susu dan labu kuning agar dapat meningkatkan kreativitas masyarakat dalam mengembangkan ide usaha di masa pandemi. Yoghurt labu kuning merupakan produk inovasi fermentasi berbahan dasar susu dan labu kuning. Metode pengabdian yang dilakukan dengan cara survei lapangan, rapat koordinasi tim pengabdian dengan mitra, kemudian penyuluhan dan pelatihan dengan warga. Sasaran pengabdian dapat menerima dan mengikuti pelatihan dengan sangat antusias, lancar dan tertib. Seluruh peserta sangat tertarik dengan pelatihan yang telah diberikan. Menurut warga, materi yang disampaikan juga sangat jelas dan sebagian besar tertarik untuk mengembangkan produk yoghurt labu kuning sebagai ide usaha karena alat, bahan dan proses pembuatan sangat mudah disiapkan serta dipraktikkan.
Pengembangan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) Sebagai Sumber Obat Tradisional di Desa Ngawurejo, Kelurahan Kentengsari, Kecamatan Kedungjati, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah Wulandari Wulandari; Arik Dian Eka Pratiwi; Dewi Fitriani Puspitasari; Dewi Ramonah; Nurchasanah Nurchasanah
Madaniya Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.1216

Abstract

Desa Ngawurejo terletak di Kelurahan Kentengsari, Kecamatan Kedungjati Kabupaten Grobogan, Provinsi Jawa Tengah. Desa ini dapat dikatakan jauh dari fasilitas Kesehatan seperti puskesmas dan apotek, yakni memerlukan waktu 30 menit untuk menuju ke apotek terdekat menggunakan kendaraan bermotor. Desa ini memiliki tingkat kesuburan yang bagus, sehingga dapat dimanfaatkan untuk menanam berbagai macam tanaman obat keluarga untuk menunjang kebutuhan pengobatan atau kesehatan masyarakat. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah memberikan penyuluhan kepada masyarakat Desa Ngawurejo untuk lebih mengetahui tanaman obat sebagai salah satu alternatif dalam meningkatkan Kesehatan. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian ini diawali dengan survei lapangan. Pelaksanaan pengabdian diawali dengan sambutan-sambutan, lalu dilanjutkan dengan penyampaian materi, tanya jawab dengan peserta, pengisian kuesioner dan penyerahan tanaman toga kepada masyarakat. Acara pengabdian diikuti oleh 23 peserta dari anggota Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK). Selama acara berlangsung, peserta antusias dengan informasi yang disampaikan dilihat dari banyaknya peserta yang memberikan timbal balik dengan memberikan pertanyaan kepada pemateri. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian ini adalah bahwa masyarakat belum mengetahui secara luas manfaat tanaman obat keluarga.