Emsosfi Zaini
Institut Teknologi Nasional Bandung

Published : 32 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search
Journal : REKA INTEGRA

Algoritma PenjadwalanJob Shop Kelompok Mesin ParalelMenggunakanGreedy Randomized Adaptive Search Procedure with Fixed Threshold dengan Kriteria Minimisasi Makespan Usman, Habdhi Verdi; Zaini, Emsosfi; Imran, Arif
REKA INTEGRA Vol 2, No 1 (2014): Edisi Kelima
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (712.686 KB)

Abstract

Penelitian ini membahas tentang algoritma penjadwalan job shop kelompok mesin paralel menggunakan Greedy Randomized Adaptive Search Procedure(GRASP) with fixed threshold untuk minimisasi makespan. Pada metode ini, terdapat dua tahap untuk menyelesaikan permasalahan penjadwalan job shop kelompok mesin paralel. Tahap pertama merupakan tahap konstruksi untuk mendapatkan jadwal inisial. Tahap kedua merupakan tahap local search untuk memperbaiki jadwal inisial. Algoritma usulan diuji menggunakan set data dari literatur. Hasil yang didapat menunjukkan hasil yang sama baiknya dengan algoritma yang dikembangkan sebelumnya. Kata Kunci: Penjadwalan Job Shop, Kelompok Mesin Paralel, GRASP, Threshold Accepting ABSTRACT This paper discusses a job shop scheduling algorithms parallel machine groups using greedy randomized adaptive search procedure (GRASP) with a fixed threshold for makespan minimization. In this method, there are two phases to finish the job shop scheduling problem of parallel machine groups. The first phase is the phase of construction to obtain the initial schedule. The second stage is the phase local search to improve the initial schedule. Proposed algorithm was tested using data sets from the literature. The results showed equally good results with previously developed algorithms. Keywords: Job Shop Scheduling, Parallel Machine Group, GRASP, Threshold Accepting
RANCANGAN SISTEM PERSEDIAAN BAHAN BAKU PRODUK STEERING GEAR MENGGUNAKAN MODEL PERSEDIAAN STOKASTIK JOINT REPLENISHMENT DI PT PINDAD (PERSERO) Chidqi, Iqbal M.; Zaini, Emsosfi; Saleh, Alex
REKA INTEGRA Vol 3, No 3 (2015): Edisi Kesebelas
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.388 KB)

Abstract

Pengendalian persediaan bahan baku yang dijalankan oleh suatu perusahaan dengan tujuan yaitu untuk memenuhi kebutuhan bahan baku dalam waktu dan jumlah yang sesuai agar ongkos persediaan minimum. PT Pindad (Persero) merupakan perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur . Individual Order yang digunakan perusahaan pada  pemesanan bahan baku produk steering gear. Solusinya adalah sistem pemesanan beberapa bahan baku yang dipasok dari satu supplier dilakukan secara gabungan (joint replenishment) dimana pemesanan periodic review  dengan melihat jumlah frekuensi pemesanan yang sekaligus dapat meminimumkan ongkos simpan. Sedangkan perusahaan saat ini masih menggunakan model-Q yaitu apabila jumlah persediaan bahan baku digudang telah mendekati safety stock . Akibat pemesanan \bahan baku dilakukan secara terpisah atau pemesanan sendiri-sendiri (individual order) yang akibatnya persediaan bahan baku mengalami pemborosan ongkos. Kata kunci: Inventory, Joint replenishment, Stokastik   ABSTRACT Inventory control of raw materials which are run by a company with the aim of which is to meet the needs of raw materials in the appropriate amount of time and that the minimum inventory costs. PT Pindad (Persero) is a company engaged in manufacturing. Individual orders used by the company on ordering raw materials steering gear. The solution is a system of ordering some raw materials are supplied from one supplier is done jointly (joint replenishment) where ordering periodic review by looking at the number of bookings at the same frequency can minimize the cost savings. While the company is still using a model-Q that is when the amount of raw material inventory in warehouse has approached safety stock. Therefore, it is possible the occurrence of ordering raw materials is done separately or booking their own (individual orders) are consequently experiencing wastage of raw material inventory costs. Keywords: inventory, stochastic, joint replenishment.
RANCANGAN LINTASAN PERAKITAN PRODUK LEMARI ES MODEL TOP FREEZER DAN BOTTOM FREEZER MENGGUNAKAN ALGORITMA VARIABLE NEIGHBORHOOD DESCENT DI PT. X Sari, Winda Nur Andita; Saleh, Alex; Zaini, Emsosfi
REKA INTEGRA Vol 1, No 1 (2013): Edisi Pertama
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.19 KB)

Abstract

Penelitian ini membahas rancangan keseimbangan lintasan perakitan mixed model, produk lemari es dua pintu model top freezer dan bottom freezer pada sebuah lintasan perakitan (Line B) di PT. X. Perancangan menggunakan algoritma Variable Neighborhood Descent (VND) dengan kriteria meminimisasi jumlah stasiun kerja agar meningkatkan efektivitas. VND merupakan salah satu pendekatan meta-heuristik dalam memecahkan masalah keseimbangan lintasan dengan tahap pembentukan inisial solusi melalui pendekatan heuristik dan tahap local search yang meliputi proses exchange dan insert. Exchange merupakan proses penukaran elemen kerja dengan elemen kerja di stasiun kerja lain tanpa melanggar precedence diagram dan kriteria lainnya. Insert merupakan proses penyisipan elemen kerja pada stasiun kerja lain tanpa melanggar precedence diagram dan kriteria lainnya Kata kunci: Perancangan lintasan perakitan, Mix model, Variable Neighborhood Descent, Minimisasi stasiun kerja
RANCANGAN SISTEM PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU KARET MENGGUNAKAN MODEL STOKASTIK JOINT REPLENISHMENT DI PT AGRONESIA Sijabat, Patar Hasiholan; Saleh, Alex; Zaini, Emsosfi
REKA INTEGRA Vol 3, No 3 (2015): Edisi Kesebelas
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.01 KB)

Abstract

PT. Agronesia merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri manufaktur yang memproduksi 3 kelompok produk yaitu kelompok otomotif, kelompok press, dan kelompok selang. Bahan baku yang digunakan pada PT.Agronesia yaitu karet. Pemesanan bahan baku yang dipesan dipasok dari supplier yang berbeda yang menyebabkan tingginya ongkos pesan. Sistem pengendalian bahan baku pada PT. Agronesia dilakukan berdasarkan intuisi. Sehingga pemesanan bahan baku dapat dilakukan secara gabungan yang berasal dari satu supplier maka digunakan model periodic review menggunakan metode joint replenishment. Metode ini memperhatikan interval pemesanan optimal selama 42 hari dalam satu tahun dengan frekuensi pemesanan sebanyak 8 kali. Sehingga didapatkan ongkos total gabungan sebesar Rp. 48.029.662,-/Tahun. Berdasarkan perbandingan frekuensi pemesanan diketahui bahwa hasil perancangan  merupakan hasil yang optimal untuk meminimasi ongkos total. Kata kunci: pengendalian persediaan, stokastik, joint replenishment, interval pemesanan.   ABSTRACT PT. Agronesia is a company engaged in the manufacturing industry that produces three groups of products including automotive group, press groups, and the group pipe. Raw materials used in PT.Agronesia is rubber. At this time the raw material control system at PT. Agronesia reservation raw materials separately. Raw materials ordered from different suppplier which high impact purchase order. Raw material control system at PT. Agronesia based on intuition. Problems can be solved by an order of raw materials combined from one supplier then used the model of periodic review using joint replenishment method. This method interval attention optimal order for 42 days in a year with as much as 8 times, Additionally obtained a combined total cost of Rp. 48,029,662, - / year. Based on the comparison of the frequency of order can be seen that the results of designing an optimal to minimize total costs. Kata kunci: inventory control, stochastic, joint replenishment, interval order.
Algoritma Guided Greedy Randomized Adaptive Search Procedures with Fixed Threshold Untuk Keseimbangan Lintasan Perakitan Mixed Model dengan Kriteria Minimisasi Jumlah Stasiun Kerja Ulma, Fajar; Saleh, Alex; Zaini, Emsosfi
REKA INTEGRA Vol 1, No 2 (2013): Edisi Kedua
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (565.39 KB)

Abstract

ABSTRAK   Assembly line balancing (ALB) adalah suatu penugasan pekerjaan pada stasiun kerja yang saling berhubungan antar lintasan produksi untuk memperoleh target laju produksi yang terpenuhi. Pembahasan yang dilakukan pada penelitian ini adalah tentang keseimbangan lintasan perakitan menggunakan lintasan mixed model. Penelitian ini bertujuan untuk  mengembangkan algoritma Guided GRASP With Fixed Treshold terhadap lintasan perakitan mixed model dengan kriteria minimisasi jumlah stasiun kerja. Pengujian algoritma usulan dilakukan dengan menggunakan tiga skenario, skenario 1 menggunakan set data Bedworth dan Bailey (1982) yang terdiri dari 2 variasi produk dengan jumlah elemen kerja (n) = 11, skenario 2 menggunakan set data Thomopoulos (1970) yang terdiri dari 3 variasi produk dengan jumlah elemen kerja (n) = 19, dan skenario 3 menggunakan set data penelitian Su dan Lu (2007) yang terdiri dari 3 variasi produk dengan jumlah elemen kerja (n) = 17. Hasil pengujian ketiga skenario menunjukkan bahwa algoritma usulan dapat memberikan solusi yang lebih baik pada efisiensi lintasan dan smoothness index dengan jumlah stasiun kerja yang sama bila dibandingkan dari penelitian-penelitian sebelumnya yang telah dipublikasikan. Kata Kunci: Keseimbangan Lintasan, Mixed Model, Guided GRASP With Fixed Threshold ABSTRACT Assembly line balancing (ALB) is a job placement assignment on workstations that are interconnected across the track to get the target production rate of production is met. The discussion carried out in this study is about the balance of mixed model track assembly. The study aims to develop Guided GRASP With Fixed threshold algorithm to address assembly line mixed model with a minimization criterion number of work stasions. The algorithm is then tested using three three scenarios, scenario 1 using data sets Bedworth and Bailey (1982) which consists of 2 variations of the product by the number of working elements (n) = 11, scenario 2 using data sets Thomopoulos (1970) which consists of 3 variations product by the number of working elements (n) = 19, and scenario 3 using data sets Su and Lu (2007) which consists of 3 variations of the product by the number of working elements (n) = 17. The results obtained show that the proposed algorithm can provide  better solution to efficiency line and smoothness index with the same number of work stasions when compared  to previous studies that have been published. Keywords: Line Balancing, Mixed Model, Guided GRASP With Fixed Threshold
Algoritma Penjadwalan Job Shop Alternatif Routing Menggunakan Greedy Randomized Adaptive Search Procedure With Fixed Threshold Untuk Minimisasi Makespan SYAILANDRA, KHARIZA; Imran, Arif; Zaini, Emsosfi
REKA INTEGRA Vol 2, No 1 (2014): Edisi Kelima
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.041 KB)

Abstract

Penelitian ini membahas algortima penjadwalan job shop dengan alternatif routing menggunakan greedy randomized adaptive search procedure with fixed threshold dengan fungsi tujuan minimisasi makespan. GRASP with fixed threshold adalah metode metaheuristik dua tahap untuk menyelesaikan masalah-masalah optimasi kombinatorial. Tahap pertama adalah tahap konstruksi jadwal inisial. Tahap kedua adalah tahap local search untuk memperbaiki jadwal inisial. Performansi algoritma usulan diuji melalui 2 skenario dengan menggunakan set data dari literatur. Hasil pengujian kedua skenario menunjukkan bahwa algoritma usulan memberikan solusi yang kompetitif jika dibandingkan dengan penelitian-penelitian sebelumnya. Kata Kunci: Penjadwalan Job Shop, Alternatif Routing, GRASP, Threshold Accepting ABSTRACT In this paper we present algorithms job shop scheduling with alternative routing using a greedy randomized adaptive search procedu with a fixed threshold with makespan minimization objective function. GRASP with fixed threshold is a two-phase metaheuristic methods for solving combinatorial optimization problems. The first stage is the initial stage of construction. The second stage is the stage of local search to improve the initial schedule. Performance of the proposed algorithm was tested through two scenarios using data sets from the literature. Theresults indicate that the proposed algorithm provides a competitive solution when compared with previous studies. Key words: Job Shop Scheduling, Alternative Routing, GRASP, Threshold Accepting
RANCANGAN SISTEM PENJADWALAN BUKU FIKSI DENGAN PENDEKATAN THEORY OF CONSTRAINTS DI PT. MIZAN GRAFIKA SARANA Shabrina, Dina Nur; Zaini, Emsosfi; Saleh, Alex
REKA INTEGRA Vol 2, No 4 (2014): Edisi Kedelapan
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.539 KB)

Abstract

Makalah ini membahas penjadwalan buku fiksi dengan menggunakan pendekatan Theory of Constraints. Pendekatan ini mencari stasiun kerja yang menjadi konstrain dalam produksi kemudian memaksimalkan utilitas dari stasiun kerja tersebut. Penjadwalan dilakukan pada stasiun kerja konstrain tersebut kemudian melakukan penjadwalan pada stasiun non-konstrain. Penjadwalan pada stasiun kerja non-konstrain sebelum stasiun kerja konstrain dilakukan secara backward, sedangkan stasiun kerja non-konstrain setelah stasiun kerja konstrain dilakukan secara forward. Hasil yang diinginkan dari penjadwalan ini yaitu makespan yang minimum.   Kata kunci:Flow shop, maksimasi utilitas stasiun konstrain, makespan minimum   ABSTRACT This paper discusses the scheduling fiction book by using the Theory of Constraints approach. This approach looking for work stations be constrained in production then maximize the utility of the work station. Scheduling is done on the workstation and then perform the scheduling constraints on the non-constrained station. Scheduling on a non-constraint work station before the constraints work station done backward, whereas the non-constraint work station after constraints work station carried forward. The desired result of this scheduling is the minimum makespan. Keywords:Flow shop, maximum utility of constraints, workstation minimum makespan
MODEL PENJADWALAN NO-WAIT JOB SHOP MENGGUNAKAN ALGORITMA VARIABLE NEIGHBOURHOOD DESCENT DENGAN THRESHOLD UNTUK MEMINIMISASI MAKESPAN Respati, Yoni Adityo; Zaini, Emsosfi; Imran, Arif
REKA INTEGRA Vol 3, No 1 (2015): Edisi Kesembilan
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.93 KB)

Abstract

Permasalahan no-wait job shop didefinisikan sebagai masalah penjadwalan job shop dengan batasan no-wait didalamnya. Batasan no-wait yaitu kondisi dimana antar dua operasi pada satu job harus dikerjakan secara kontinu tanpa adanya jeda waktu. Pada penelitian ini digunakan algoritma variable neighborhood descent dengan threshold untuk meminimisasi makespan. Algoritma usulan menggunakan threshold sebagai batas untuk mendapatkan current solution dimana nilai ini diambil dari makespan terbaik dari setiap iterasi. Set data dari literatur digunakan untuk menguji algoritma. Hasil pengujian menunjukkan bahwa algoritma memberikan hasil yang sama baiknya dengan hasil yang telah dipublikasikan. Kata kunci: penjadwalan, job shop, variable neighborhood descent, threshold, neighbor   ABSTRACT No-wait job shop scheduling problems is defined as a job shop scheduling problems with no-wait constraints therein . No-wait constraint is a condition in which between two operations in one job should be done continuously without any lag time. In this study will be used variable neighborhood descent with threshold algorithm to minimize the makespan. Proposed algorithm uses a threshold as a limit to get current solution where the value is taken from the best makespan of each iteration. Several data set from literature are used to test the algorithm. The results show that the algorithm gives equally good results with the results that have been published . Keywords: scheduling, job shop, variable neighborhood descent, threshold, neighbor
RANCANGAN SISTEM PERSEDIAAN BAHAN BAKU TALANG MENGGUNAKAN MODEL PERSEDIAAN STOKASTIK JOINT REPLENISHMENT DI PT SANLON Kartikasari, Enden Citra; Zaini, Emsosfi; Saleh, Alex
REKA INTEGRA Vol 4, No 1 (2016): Edisi Ketigabelas
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.045 KB)

Abstract

PT Sanlon merupakan perusahaan yang memproduksi talang dan memiliki dua supplier yaitu PT Lautan Luas dan PT AKR. PT Sanlon memiliki masalah dalam pemesan bahan baku, pemesanan ini dilakukan secara individual order atau pemesanan secara terpisah pada supplier. Solusinya adalah sistem pemesanan dari satu supplier yang memeasok bahan baku terbanyak dilakukan secara gabungan atau joint replenishment, Model stokastik joint replenishment yang dikembangkan oleh Eynan & Kropp (1998) dapat membantu dalam memperbaiki sistem pengendalian bahan baku di PT Sanlon menggunakan Model-P atau model periodic review. Periodic review terlebih dahulu menentukan interval waktu pemesanan untuk memperbaiki sistem persediaan bahan bakunya. Kata kunci: pengendalian persediaan bahan baku, joint replenishment, Model-P ABSTRACT PT Sanlon is a company that manufacture gutters and has two main suppliers are PT Lautan Luas and PT AKR. PT Sanlon have problem in ordering raw materials, ordering raw materials are in individually order or booking separately on supplier. The solution is a system of reservations one supplier of raw materials with joint replenishment, model stochastic joint replenishment by Eynan and Kropp (1998) can assist in improver raw material control system at PT Sanlon use Model-P or model periodic review. Periodic review to first determine the time interval for reservation for repair material inventory system. Keyword: raw material inventory control, joint replenishment, Model-P
MINIMISASI WASTE PADA PROSES PRODUKSI TALANG STD DENGAN MENERAPKAN KONSEP LEAN MANUFACTURING DI PT SANLON Wibisono, Muhammad Rahadyan; Zaini, Emsosfi; Saleh, Alex
REKA INTEGRA Vol 3, No 4 (2015): Edisi Keduabelas
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (942.019 KB)

Abstract

PT Sanlon adalah salah suatu pabrik yang memproduksi berbagai jenis talang air dengan bahan baku utama yaitu PVC. Saat proses produksi talang berlangsung, perusahaan menyadari dan mengevaluasi banyak terjadi pemborosan di lini produksi. Banyaknya pemborosan, mengakibatkan waktu penyelesaian dalam pembuatan produk sering kali tidak tepat waktu. Penerapan konsep lean manufacturing dilakukan untuk menghilangkan aktifitas yang tidak memberikan nilai tambah suatu produk. Perancangan yang dilakukan adalah dengan membuat suatu sistem kerja baru, perancangan alat bantu, pembenahan fasilitas, dan manajemen sumber daya. Setelah dilakukan perancangan, produktivitas mesin dan operator meningkat menjadi 28%. Dengan rancangan perbaikan ini, membantu perusahaan dalam upaya meningkatkan produktifitas operator dan mesin, serta menciptakan sistem kerja yang efektif dan efisien.   Kata kunci: Lean manufacturing, waste, value stream mapping   ABSTRACT PT Sanlon is a factory that produces various types of pipe with the main raw material, namely PVC. When the pipe production process underway, the company realized and evaluate a lot going waste in the production line. The amount of waste, resulting in a settlement in the manufacture of a product is often not timely. The application of the concept of lean manufacturing is done to eliminate activities that do not provide value-added products. The design is done by making a new work systems, design tools, housekeeping facilities, and resource management. After doing design, machine and operator productivity increas to 28%. With the design of this improvement, helps companies in an effort to improve operators and machine productivity, as well as creating system that work effectively and efficiently Keywords: Lean manufacturing, waste, value stream mapping