Emsosfi Zaini
Institut Teknologi Nasional Bandung

Published : 32 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search
Journal : REKA INTEGRA

USULAN PERBAIKAN KUALITAS KUAT TEKAN PRODUK BATA BETON PAVING BLOCK DENGAN TAMBAHAN TRASS MENGGUNAKAN METODE TAGUCHI DI BALAI BESAR KERAMIK Efmi, Annisa; Adianto, Hari; Zaini, Emsosfi
REKA INTEGRA Vol 3, No 4 (2015): Edisi Keduabelas
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.903 KB)

Abstract

Penelitian ini akan mengembangkan kombinasi dan teknik pembuatan paving block dengan tambahan trass yang didapat oleh Balai Besar Keramik menggunakan Metode Taguchi. Dari Metode Taguchi, matriks ortogonal terpilih L27 dengan 3 faktor terkendali masing-masing 3 level dan 1 faktor tidak terkendali dengan 2 level. Faktor terkendali terpilih adalah komposisi bahan, kehalusan butir dan lama perawatan, sedangkan faktor tidak terkendali adalah kadar lumpur didalam pasir. Hasil kuat tekan yang optimal dari level dan faktor terpilih adalah sebesar 34,780 MPa, pada Standar Nasional Indonesia meningkat masuk kedalam Mutu B, dari hasil kuat tekan sebelumnya sebesar 15,624 MPa termasuk kedalam Mutu C. Hasil tersebut menunjukkan kombinasi hasil dari Metode Taguchi dapat memberikan kuat tekan lebih baik dari sebelumnya. Kata kunci: Metode Taguchi, kuat tekan, paving block, trass.   ABSTRACT This research will develop combinations and manufacturing techniques to make paving block with trass obtained by the Center hall of Ceramics using Taguchi method. From Taguchi method, orthogonal array elected L27 with 3 each controllable factor 3 level and one uncontrollable factor with two levels. Selected controllable factor is the composition of the material, grain fineness and length of treatment, while the uncontrollable factor is the levels of silt in the sand. Optimum compressive strength results of levels and factors amounted to 34.780 MPa, the Indonesian National Standard increased into Quality B, of the results of the previous compressive strength of 15.624 MPa included into the Quality C. These results suggest the combination of results from Taguchi method can provide compressive strength better than before. Keywords: Taguchi method, compressive strength, paving blocks, trass.
RANCANGAN SISTEM PERSEDIAAN BAHAN BAKU KERTAS MENGGUNAKAN MODEL PERSEDIAAN STOKASTIK JOINT REPLENISHMENT DI PT KARYA KITA Ramdhani, Irlan; Zaini, Emsosfi; Saleh, Alex
REKA INTEGRA Vol 3, No 1 (2015): Edisi Kesembilan
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (621.647 KB)

Abstract

PT. KARYA KITA adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang manufaktur yaitu dalam percetakan buku pelajaran, buku cerita majalah dan lain lain. Setiap jenis produk yang diproduksi membutuhkan bahan baku dengan kebutuhan yang berubah-ubah setiap periodenya. Pada saat ini, sistem pemesanan bahan baku yang dipasok dari satu supplier dilakukan secara mandiri apabila persediaan bahan baku di gudang telah mendekati safety stock, sehingga menyebabkan pemborosan ongkos persediaan. Model yang sesuai dengan kondisi perusahaan tersebut adalah model periodic review untuk kasus joint replenishment dengan permintaan stokastik. Interval pemesanan untuk setiap bahan baku sama, yaitu dengan interval pemesanan ( ) sebesar 0,481 bulan, kecuali untuk bahan baku sheet NCR memiliki interval 2 kali lebih besar dibanding bahan baku lainnya. Hasil rancangan sistem persediaan terhadap data masa lalu didapatkan ongkos total persedian gabungan sebesar  Rp. 76.152.994 per tahun, sedangkan total ongkos persediaan berdasarkan sistem perusahaan adalah Rp 92.689.841 per tahun. Maka dapat disimpulkan bahwa ongkos persediaan berdasarkan hasil rancangan lebih kecil dibandingkan dengan beradasarkan metode perusahaan.   Kata kunci: persediaan, periodic review, stokastik, joint replenishment.   ABSTRACT PT. KARYA KITA is a company that working at printing such as study book and magazine. Every product need a raw material that the amount is different in every periode.The exact model for the company condition is model periodic review for joint replenishment case with stocastic demand. Variabel for the model is demand interval and inventory level for each raw material. Interval demand for every raw material had the same interval except for one raw material, for raw material NCR it had interval demand twice more than the other raw material. The amount of interval demand is 0,481 month. Total cost from model is Rp. 65.101.703 a year, total cost from the company model is Rp 90.627.450 a year. So the conclusion is inventory total cost from the model had more less total cost than the company have. Keywords: inventory, periodic review, stochastic, joint replenishment.
USULAN PENJADWALAN PRODUK MENGGUNAKAN ALGORITMA NON DELAY DENGAN MESIN PARALEL PADA PT. ADHICHANDRA DWIUTAMA Barokah, Tifani Al; Zaini, Emsosfi; Saleh, Alex
REKA INTEGRA Vol 4, No 2 (2016): Edisi Keempatbelas
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.006 KB)

Abstract

Makalah ini membahas penjadwalan produk pada PT. Adhichandra Dwiutama. Perusahaan PT. Adhichandra Dwiutama adalah perusahaan yang bergerak dibidang percetakan yang memproduksi banyak jenis produk dan memiliki berbagai jenis mesin. Penjadwalan produksi diperlukan oleh perusahaan karena terdapat waktu menganggur pada mesin yang mengakibatkan waktu penyelesaian begitu lama. Penjadwalan berfungsi untuk mengurangi waktu penyelesaian agar tidak terlambat. Penjadwalan yang dilakukan menggunakan metode non delay, metode ini bertujuan untuk meminimumkan waktu penyelesaian (makespan) dengan mengurangi waktu menganggur (idle time). Terdapat pengembangan algoritma non delay dasar, hal ini dilakukan untuk mengakomodasi mesin paralel. Dari hasil penelitian ini akan menghasilkan makespan untuk per hari, selain itu dari penjadwalan akan terlihat mesin mana yang menganggur dan mesin yang mengalami penumpukan.   Kata kunci: Penjadwalan Non Delay, Mesin Paralel, Job Shop. ABSTRACT This paper discusses the product scheduling on PT . Adhichandra Dwiutama . Company PT . Adhichandra Dwiutama is a company engaged in printing which produces many kinds of products and have different types of machines . Scheduling of production needed by the company because there is idle time on a machine that resulted in the turnaround time for so long . Scheduling function to reduce the turnaround time in order not to be late . Scheduling is done using non- delay method , this method aims to minimize completion time ( makespan ) by reducing the idle time. There is a basic non- delay algorithm development, this is done to accommodate the parallel machine . From the results of this research will generate makespan for a day , other than that of the scheduling will be visible where the engine is idle and the engine is congested. Keywords : Scheduling Non Delay , Parallel Machine, Job Shop.
ALGORITMA VARIABLE NEIGHBORHOOD DESCENT WITH FIXED THRESHOLD UNTUK KESEIMBANGAN LINTASAN PERAKITAN TWO SIDED DENGAN KRITERIA MINIMISASI JUMLAH STASIUN KERJA Inayah, Inayah; Saleh, Alex; Zaini, Emsosfi
REKA INTEGRA Vol 1, No 2 (2013): Edisi Kedua
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (741.694 KB)

Abstract

ABSTRAK Lintasan two-sided adalah dua lintasan seri (bagian sisi kiri dan bagian sisi kanan) yang bekerja secara pararel. Pekerjaan harus dikerjakan pada bagian kiri atau pada bagian kanan dari sisi perakitan, namun ada juga pekerjaan yang dapat dikerjakan dari kedua sisinya. Algoritma Variable Neighborhood Descentwith Fixed Threshold (VND with Fixed Threshold) memungkinkan penerimaan ruang solusi lebih besar karena mempertimbangkan semua solusi yang muncul meskipun bukan solusi yang lebih baik. VND with Fixed Threshold memanfaatkan perubahan struktur yang terjadi dalam neighborhood untuk mengatasi masalah jika pencarian solusi terjebak dalam minimum lokal. VND with Fixed Threshold terdiri atas tahap pembangkitan solusi inisial  menggunakan algoritma region approach dan tahap perbaikan solusi inisial dalam pencarian local search (exchange dan insert). Kata kunci: keseimbangan lintasan perakitan, lintasan perakitan two-sided, metaheuristik, varible neighborhood descent with fixed threshold.   ABSTRACT Two-sided line is a two serial line (on the left side and the right side) working togetherin parallel. Work to be done on the left or on the right side of the assembly line, and there is also work that can be done from both sides. Variable neighborhood descent algorithm with fixed threshold (VND with Fixed Threshold) allows a larger solution space of acceptance because it considers all the solutions that emerge even though not the better solution. VND with Fixed Threshold utilize structural changes that occur in the neighborhood to address issues if the search was stuck in a local minimum solution. VND with Fixed Threshold stages consist of generating the initial solution using region approach algorithm and then improving the initial solution using local search (exchange and insert). Kata kunci: assembly line balancing, two-sided assembly line balancing, metaheuristic, varible neighborhood descent with fixed  threshold.
Algoritma Variable Neighbourhood Descent with Fixed Threshold untuk Keseimbangan Lintasan Perakitan Tunggal dengan Kriteria Minimisasi Jumlah Stasiun Kerja Hardini, Septa; Zaini, Emsosfi; Imran, Arif
REKA INTEGRA Vol 1, No 2 (2013): Edisi Kedua
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (630.299 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini membahas simple assembly line balancing problem tipe I (SALBP I) menggunakan algoritma variable neighbourhood descent with fixed threshold dengan kriteria minimisasi jumlah stasiun kerja. Algoritma variable neighbourhood descent with fixed threshold ini terdiri atas dua tahap, yaitu tahap pembangkitan solusi inisial dan tahap local search. Prinsip dasar dari algoritma ini ialah dengan melakukan pencarian solusi pada neighbourhood yang terbentuk dari sekumpulan elemen kerja dengan melakukan modifikasi atau perubahan struktur neighbourhood dengan mempertimbangkan %Th serta solusi yang bukan solusi terbaik dalam algoritmanya. Performansi algoritma usulan diuji dengan menggunakan 3 set data dari data literatur. Hasil pengujian algoritma usulan tersebut memberikan solusi yang lebih baik dibandingkan dengan hasil penelitian-penelitian sebelumnya yang telah dipublikasikan. Kata kunci: simple assembly line balancing problem, lintasan perakitan tunggal, minimisasi stasiun kerja ABSTRACT This study discusses the simple assembly line balancing problem of type I (SALBP I) using variable neighbourhood descent algorithm with fixed threshold by considering minimum number of work stations criteria. Variable neighbourhood descent algorithm with fixed threshold consists of two stages, namely initial solution generation stage and local search stage. The basic principle of this algorithm is to perform the search for solutions to the neighbourhood made ​​up of a set of elements of the work by making modifications or changes to the structure by considering the neighbourhood %Th, and the solution is not the best solution in the algorithm. Performance of the proposed algorithm was tested using three sets of data from the literature data. Test results of proposed algorithm gives better solutions with the results of previous studies that have been published.   Keywords: simple assembly line balancing problem, single-track assembly, minimization work station
ALGORITMA PENJADWALAN NO-WAIT JOB SHOP MENGGUNAKAN GREEDY RANDOMIZED ADAPTIVE SEARCH PROCEDURE WITH FIXED THRESHOLD DENGAN KRITERIA MINIMISASI MAKESPAN Prasetyo, Kenno; Zaini, Emsosfi; Imran, Arif
REKA INTEGRA Vol 3, No 1 (2015): Edisi Kesembilan
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.288 KB)

Abstract

Pada kenyataannya, beberapa perusahaan industri tidak mengijinkan adanya kondisi no-wait. Kondisi no-wait, yaitu kondisi yang tidak memperkenankan adanya delay, dimana saat selesai operasi dari suatu job di suatu mesin harus sama dengan saat mulai operasi dari job tersebut pada mesin berikutnya. Penelitian ini membahas tentang metode metaheuristik untuk menyelesaikan masalah no-wait job shop. Algoritma yang digunakan yaitu greedy randomized adaptive search procedure (GRASP) with fixed threshold dengan kriteria minimasi makespan. Algoritma ini mempunyai dua tahap. Tahap pertama merupakan tahap konstruksi yang menghasilkan solusi inisial. Tahap kedua merupakan tahap local search untuk memperbaiki jadwal inisial dengan melakukan proses insert dan exchange. Nilai fixed threshold ditambahkan untuk membuka batas makespan yang diijinkan, sehingga kemungkinan untuk mendapatkan makespan dengan nilai lebih kecil akan lebih besar. Algoritma usulan diuji menggunakan set data dari literatur. Hasil yang didapat menunjukkan hasil yang sama baiknya dengan penelitian yang sebelumnya. Kata kunci: Penjadwalan, No-Wait Job Shop, GRASP, Fixed Threshold   ABSTRACT In the fact, some industrial companies doesn’t allow no-wait condition. it’s a condition that doesn’t allow of any delay, which completed the operation from a job in a machine should be the same with the start of operations of the job on the next machine. This research discusses about metaheuristic method to resolve no-wait job shop problem. It’s used greedy randomized adaptive search procedure (GRASP) with fixed threshold with mekespan minimization criteria. It’s has two stages. First stage is construction stage which generates initial solution. Second stage is local search stage to fixing initial solution by doing insert and exchange process. Fixed threshold value added to open makespan permitted, so that a chances of getting an makespan with a smaller value will be greater. Porposed algorithm is tested using data sets form literature. The result obtained showed the same result as good as previous research. Keywords: Scheduling, No-Wait Job Shop, GRASP, Fixed Threshold
USULAN RANCANGAN SISTEM PENJADWALAN PRODUKSI BERBASIS VISUAL BASIC FOR APPLICATION DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN THEORY OF CONSTRAINTS DI PT X Budiono, Raynaldi Ario Putro; Zaini, Emsosfi
REKA INTEGRA Vol 4, No 1 (2016): Edisi Ketigabelas
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.339 KB)

Abstract

Penjadwalan merupakan salah satu perancangan sistem produksi yang digunakan untuk menjadwalkan mesin-mesin yang terdapat di perusahaan dalam melakukan proses produksi. Penjadwalan dilakukan agar pemakaian setiap mesin yang dimiliki oleh perusahaan menjadi optimal. Adanya penumpukan barang setengah jadi pada salah satu stasiun kerja membuat perlu dilakukannya perbaikan pada sistem penjadwalan produksi dengan menggunakan metode Theory of Constraints (TOC). Metode Theory of Constraints memprioritaskan penjadwalan pada stasiun yang menjadi stasiun konstrain. Setelah itu, barulah dilakukan penjadwalan seluruh order yang diterima dengan mengacu pada buffer di stasiun kerja konstrain. Penjadwalan yang dilakukan dibantu dengan bahasa pemrograman visual basic of application agar proses penjadwalan produksi dapat menjadi lebih cepat, lebih mudah, dan tetap menghasilkan nilai yang akurat Kata Kunci: Sistem Produksi, Penjadwalan, Theory of Constrain (TOC), Visual Basic for Application (VBA) ABSTRACT Scheduling is one of a production system design that used for scheduled machines in factory to do the production process. Scheduling used to make the utility of all machine become optimal. A bunch of work in process in one of a work stasion make the scheduling system needs to be investigated and improved with the Theory of Constraints (TOC) methods. The Theory of Constraints (TOC) methods make a priority for a work stasion that become constraints stasion. After that, sceduling of all order that gave to the factory can be realized based on a buffer that the constrain work stasion have. The scheduling process will be helped with a coding from visual basic for applicaton to make the scheduling process faster, easier, but still make an exact value. Keywords: Production System, Scheduling, Theory of Constrain (TOC), Visual Basic for Application (VBA)
USULAN PERBAIKAN PROSES PRODUKSI PADA LANTAI PRODUKSI ROLAND CHAIR MENGGUNAKAN KONSEP LEAN MANUFACTURING Rinaldi, Muhammad; Kurniawan, Dwi; Zaini, Emsosfi
REKA INTEGRA Vol 4, No 2 (2016): Edisi Keempatbelas
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.261 KB)

Abstract

PT. Chitose International merupakan suatu perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur. Perusahaan ini memproduksi berbagai macam produk kursi, salah satunya adalah roland chair. Dalam menjalankan produksi roland chair ini belum efisien dikarenakan masih banyak ditemukan pemborosan yang terjadi di lantai produksinya. Pemborosan yang terjadi tersebut merupakan aktifitas yang tidak memberi nilai tambah atau non value adding activities (NVA). Permasalahan tersebut dapat diminimisasi dengan menggunakan lean manufacturing. Lean manufacturing mengidentifikasi dan menghilangkan pemborosan (waste) yang diakibatkan non value adding activities. Pada kasus ini, perbaikan dilakukan dengan merancang sebuah alat bantu serta perbaikan prosedur, perancangan line balancing dan metode kerja. Dengan perbaikan yang telah dilakukan, non value adding activities yang terjadi berkurang dari 125,7 menit menjadi 67,15 menit. Kata kunci: Lean manufacturing, non value adding activities, line balancing, waste. ABSTRACT PT. Chitose International is a company engaged in manufacturing industry. The company produces various types of chairs, such as roland chair. In producing roland chair, the company has not been efficient yet because there are still a lot of waste that occurs in the shop floor. The waste is non value adding activities (NVA). That problem can be minimized by applying lean manufacturing. Lean manufacturing identifies and eliminate waste caused by non value adding activities. In this case, waste reduction through material handling and procedure, line balancing and work method improvement is proposed. Through this improvement, non value adding activities is reduced from 125,7 minutes to 67,15 minutes. Keywords: Lean manufacturing, non value adding activities, line balancing, waste.
USULAN PENGURANGAN WASTE PROSES PRODUKSI MENGGUNAKAN WASTE ASESSMENT MODEL DAN VALUE STREAM MAPPING DI PT. X Anugrah, Muhammad; Zaini, Emsosfi; Rispianda, Rispianda
REKA INTEGRA Vol 4, No 1 (2016): Edisi Ketigabelas
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (657.403 KB)

Abstract

. X adalah perusahaan yang menghasilkan produk part-part mesin industri, sparepart alat berat, dan sparepart tower BTS. Pada proses produksinya masih ditemukan waste terutama pada pembuatan roda sliding dan roda katrol. Untuk mengurangi waste yang terjadi digunakan  Lean Manufacturing dengan mengggunakan metode value stream mapping (VSM) dan waste asessment model yang terdiri dari Waste Relationship Matrix (WRM) dan Waste Asessment Questionnaire (WAQ). VSM bertujuan untuk menggambarkan aliran produk mulai dari masuknya bahan baku sampai produk jadi. Dan WAM bertujuan untuk mengidentifikasi waste yang paling dominan yang ada di lantai produksi perusahaan. Rekomendasi perbaikan dilakukan berdasarkan 5 presentase berdasarkan diagram pareto, yaitu melakukan controlling, melakukan pengendalian persedian yang baik, melakukan kegiatan maitenance mesin, membuat layout penyimpanan bahan baku dan melakukan penerapan 5S. Kata kunci: Lean manufacturing, waste, value stream mapping, WRM, WAQ   ABSTRACT PT. X is the company that produces the parts of industrial machinery, heavy equipment spare parts, and spare parts BTS tower. In the process of waste production is still found mainly in the manufacture of sliding wheels and pulley wheels. To reduce the waste that occurs is used Lean Manufacturing to use traditional methods of value stream mapping (VSM) and waste assessment model consisting of Waste Relationship Matrix (WRM) and Waste assessment Questionnaire (WAQ). VSM aims to describe the flow of products ranging from the entry of raw materials to finished products. And WAM aims to identify the most dominant waste in the company's production floor. Recommendations for improvement made by 5 percentage based Pareto diagram, which is doing the controlling, doing a good supply control, conducting maitenance machine, create a layout storage of raw materials and carry out the implementation of Keywords: Lean manufacturing, waste, value stream mapping, WRM, WAQ