Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMANFAATAN PELAYANAN KESEHATAN PADA USIA LANJUT DI POSYANDU LANSIA WILAYAH KERJA PUSKESMAS BAOLAN KABUPATEN TOLI-TOLI Ashar Ashar; Sudirman Sudirman; Abdul Kadri
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 1 No. 1: Oktober 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.756 KB) | DOI: 10.56338/jks.v1i1.334

Abstract

Berdasarkan data dari Profil Dinas Kesehatan Kabupaten Toli-toli tahun 2015 cakupan pelayanan kesehatan lansia yang berumur ≥ 60 tahun di Kabupaten Toli-toli sebanyak 843 jiwa dengan jumlah lansia sebanyak 1.902 jiwa. Data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Toli-toli tahun 2016, Puskesmas Baolan merupakan salah satu puskesmas yang memiliki capaian kinerja standar pelayanan kesehatan pada usia lanjut terendah dengan jumlah lansia yang berumur ≥60 tahun sebanyak 110 jiwa. Untuk mengetahui Faktor yang berhubungan dengan Pemanfaatan pelayanan kesehatan pada usia lanjut di Puskesmas Baolan Kabupaten Toli-toli. Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan pendekatan secara Cross Sectional Study dimana variabel dependent dan variabel independent dikumpulkan dalam waktu bersamaan. Hasil dari penelitian ini adalah tidak ada hubungan antara Sikap Lansia dengan Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan Pada Lansia di posyandu lansia Wilayah Kerja Puskesmas Baolan Kabupaten Toli-toli dengan nilai P = 0,248 (>0,05), ada hubungan antara Dukungan Sosial dengan Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan Pada Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Baolan Kabupaten Toli-toli dengan nilai P = 0,021 (>0,05), ada hubungan antara pengetahuan dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan lanjut usia di puskesmas baoalan kabupaten Toli-toli p = 0,021 (<0,05). Berdasarkan penelitian tersebut maka disarankan agar Diharapkan pihak instansi untuk mengikut sertakan peran keluarga lansia dalam mendukung pemanfaatan pelayanan kesehatan. Serta meningkatkan penyuluhan berbagai macam hal terkait masalah kesehatan dalam pelayanan kesehatan lansia.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KINERJA PETUGAS KESEHATAN PELAYANAN MANAJEMEN TERPADU BALITA SAKIT DI PUSKESMAS KAMONJI KOTA PALU Adhi Wahyudi; Munir Salham; Abdul Kadri
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 1 No. 1: Oktober 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.414 KB) | DOI: 10.56338/jks.v1i1.352

Abstract

Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) merupakan suatu pendekatan terhadap balita sakit secara terpadu yang dilaksanakan di Puskesmas Kamonji namun dalam pencapaian cakupannya selama tiga tahun terakhir mengalami penurunan. Pencapaian cakupan MTBS tersebut merupakan gambaran dari kinerja petugas kesehatan dalam pelayanan MTBS.Selain itu juga masih tingginya jumlah kasus penyakit diare dan pneumonia pada balita, dimana kedua penyakit tersebut adalah sasaran dari MTBS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kinerja petugas kesehatan pelayanan manajemen terpadu balita sakit di Puskesmas Kamonji Kota Palu. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian cross sectional. Jumlah populasi yaitu 43 petugas kesehatan yang semuanya dijadikan responden (total sampling). Data dianalisis secara deskriptif yaitu analisis univariat dan bivariat, pada taraf kepercayaan 95% (p<0,05). Hasil uji Rank Spearmen, menunjukkan bahwa variabel pengetahuan tidak berhubungan dengan kinerja petugas kesehatan (ρ=0,375), sedangkan variabel yang berhubungan dengan kinerja petugas kesehatan adalah sikap (ρ=0,003), motivasi (ρ=0,008), kepemimpinan (ρ=0,043) dan fasilitas (ρ=0,019). Perlunya dilakukan pemenuhan fasilitas untuk pelayanan MTBS di Puskesmas Kamonji agar petugas kesehatan dapat memberikan pelayanan yang lebih maksimal terhadap pelayanan MTBS.
IMPLEMENTASI PENANGANAN TB PARU DI PUSKESMAS LAMBUNU 2 Ahkam Bakir Mangkau; Sudirman Sudirman; Abdul Kadri
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 1 No. 1: Oktober 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.588 KB) | DOI: 10.56338/jks.v1i1.355

Abstract

Tuberkulosis / TB Paru merupakan satu penyakit menular yang hingga saat ini masih tinggi angka kesakitan dan kematiannya serta menjadi masalah kesehatan masyarakat. Banyak kasus baru muncul dan proporsinya lebih besar pada kelompok masyarakat yang tidak mampu. Penyakit ini masih menjadi masalah dunia, satu masalah yang ditimbulkannya adalah karena masih rendahnya cakupan program dalam pengobatan penderita. Jenis penelitian ini yang di gunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode wawancara mendalam (indepth interview) dan observasi yang bertujuan untuk mengetahui implementasi penanganan TB Paru pada penemuan kasus, pada pengobatan dan penanganan efek samping, pengawasan kepatuhan menelan obat, pemantauan kemajuan pengobatan dan hasil pengobatan, dan pelacakan kasus mangkir. Puskesmas Lambunu 2 pada tahun 2016 – 2017 ditemukan jumlah kasus tuberkulosis 19 kasus, tahun 2016 ditemukan suspek TB paru 2 orang, yang sudah di obati 5 orang. Tahun 2017 ditemukan 12 kasus TB paru, dalam masa pengobatan 7 orang, 3 orang sudah selesai pengobatan, dan 2 orang mangkir diantaranya 1 orang meninggal, 1 orang putus pengobatan. Angka penemuan kasus yang juga merupakan salah satu indikator untuk menilai kemajuan atau keberhasilan penanganan TB Paru, hal ini dikarenakan pengobatan TB Paru yang cukup lama yakni 6 bulan, harus didasari kesadaran kedua belah pihak dan fokus petugas kesehatan dalam pelaksanaan penanganan dan pengawasan efek samping, kepatuhan menelan obat, pemantauan kemajuan pengobatan dan hasil pengobatan, juga komunikasi kedua belah pihak yang terus terjalin dengan baik selama pengobatan.
UJI EFEKTIVITAS SERBUK DAUN KERSEN (Muntingia calabura) TERHADAP DAYA BUNUH LARVA Aedes aegypti Ela Susela; Miswan Miswan; Abdul Kadri
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 1 No. 1: Oktober 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (44.017 KB) | DOI: 10.56338/jks.v1i1.365

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit virus yang sangat berbahaya karena dapat menyebabkan penderita meninggal dunia dalam waktu yang pendek (beberapa hari).Penelitian ini bertujuan untuk menguji serbuk daun kersen (Muntingia calabura) terhadap larvas aedes aegypti. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel bebasterhadap variabel terikat.Rancangan penelitian menggunakan Post Test Only With Control Group Design. Penelitian ini berlokasi di Kampus Universitas Muhammadiyah Palu Fakultas Kesehatan Masyarakat, dan dilakukan pada bulan September 2016. Hasil penelitian menunjukan bahwa serbuk daun kersen dapat di jadikan Larvasida. Hal ini terlihat pada masing-masing perlakuan pada waktu kontak 15 jam, terjadi kematian significand. Disarankan bagi masyarakat karna serbuk daun kersen bisa dimanfaatkan sebagai larvasida Aedes aegypti ,sehingga masyarakat tidak perlu khawatir lagi untuk memberantas perkembangbiakan nyamuk.