Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Promosi Kesehatan Tentang Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) Menggunakan Media Audiovisual Terhadap Peningkatan Pengetahuan Rusmala Dewi; Dini Anggraini; Madepan Mulia
Jurnal Kesehatan Panca Bhakti Lampung (JKPBL) Vol 10 No 2 (2022): JKPBL Vol 10 No 2 2022
Publisher : LPPM STIKes Panca Bhakti Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47218/jkpbl.v10i2.140

Abstract

Makanan Pendamping ASI adalah pemberian makanan pendamping yang mengacu pada pengenalan makanan padat atau setengah padat sebagai pendamping ASI yang dilakukan pada bayi usia 6 bulan sampai 2 tahun. Ibu perlu mendapatkan promosi kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan teintang Makanan Pendamping ASI. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu tentang makanan pendamping ASI dengan pemberian promosi kesehatan menggunakan media audiovisual. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Tekhnik pengambilan sampel adalah purposive sampling sejumlah 30 responden. Hasil penelitian terdapat tingkat pengetahuan sebelum diberikan promosi kesehatan tentang MP-ASI menggunakan media audiovisual sebanyak 25 responden ( 83,3%) memiliki tingkat pengetahuan cukup dan tingkat pengetahuan kurang sebanyak 5 responden (16,7%). Tingkat pengetahuan setelah diberikan promosi kesehatan sebanyak 30 responden (100%) dengan tingkat pengetahuan baik. Kesimpulan penelitian ini bahwa ada peningkatan pengetahuan sebelum dan setelah diberikan promosi kesehatan tentang MP-ASI menggunakan media audiovisual.
Gambaran Teknik Hipnosis Lima Jari dalam Mengatasi Kecemasan pada Pasien Hipertensi Vina Audhia; Madepan Mulia; Dewi Damayanti
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 2, No 1 (2021): JURNAL ILMU KESEHATAN INDONESIA (JIKSI)
Publisher : Univeristas Mitra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan gangguan pada pembuluh darah yang mengakibatkan suplai oksigen dan nutrisi yang dibawa oleh darah terhambat sampai ke jaringan tubuh yang membutuhkan. Klien dengan hipertensi mengalami kesulitan untuk tidur dan cenderung memikirkan tekanan darahnya sewaktu-waktu bisa saja meningkat sehingga mengakibatkan klien mengalami kecemasan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui tingkat kecemasan pada pasien yang mengalami hipertensi sebelum dan sesudah diberikan teknik hipnosis lima jari di Wilayah Kerja Puskesmas Gedong Air Bandar Lampung. Metode dalam penelitian menggunakan tindakan keperawatan berupa teknik hipnosis lima jari terhadap 2 orang pasien yang mengalami hipertensi yang dilaporkan dalam bentuk studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah diberikan tindakan keperawatan berupa teknik hipnosis lima jari pada kedua partisipan terjadi penurunan tingkat kecemasan. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa tindakan keperawatan berupa teknik hipnosis lima jari dapat menurunkan kecemasan pada pasien yang mengalami hipertensi.
Penerapan Terapi Bermain (Bernyanyi) Terhadap Kecemasan Anak Usia Pra Sekolah Yang Mengalami Hospitalisasi Madepan Mulia
Jurnal Ilmu Keperawatan Indonesia Vol 3, No 2 (2022): Jurnal Ilmu Keperawatan Indonesia (JIKPI)
Publisher : Universitas Mitra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hospitalization is a planning or emergency process that requires the child to stay in the hospital for therapy and treatment. The reaction of pre-school children when experiencing hospital treatment is a reaction of protest, hopelessness and regression. This study aims to determine the anxiety of preschool children who experience hospitalization before and after being given play therapy (sing) in the Mawar Room Clinic at Artha Medica Center, Central Lampung. The method in this study used nursing action in the form of play therapy (sing) to 10 preschool children who experienced nursing problems due to hospitalization which were reported in the form of a case study. The results showed that after being given play therapy (sing), there was a decrease in anxiety levels. The conclusion of this study is that the application of play therapy (sing) can reduce the level of anxiety due to hospitalization in preschool children.
GAMBARAN STRATEGI PELAKSANAAN HARGA DIRI RENDAH TERHADAP HARGA DIRI RENDAH PASIEN SKIZOFRENIA Madepan Mulia
Nightingale: Journal of Nursing Vol. 1 No. 02 (2022): Nightingale: Journal of Nursing
Publisher : Universitas Adiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35141/njn.v1i02.668

Abstract

Skizofrenia merupakan gangguan jiwa berat yang ditandai dengan terjadinya distorsi persepsi, pikiran dan emosi yang tidak sesuai. Harga diri rendah masuk ke dalam gejala negatif dari penilaian ideal diri yaitu perasaan negatif terhadap diri sendiri, termasuk kehilangan rasa percaya diri, tidak berharga, tidak berdaya, tidak ada kontak mata dan postur tubuh menunduk. Salah satu cara penanganan pasien dengan harga diri rendah adalah dengan menerapkan strategi pelaksanaan harga diri. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui tingkat dan tanda gejala harga diri rendah pada pasien skizofrenia dengan masalah keperawatan harga diri rendah sebelum dan sesudah diberikan strategi pelaksanaan harga diri rendah di Panti Rehabilitasi Gangguan Jiwa dan Narkoba Wisma Ataraxis Kabupaten Lampung Selatan. Metode dalam penelitian menggunakan tindakan keperawatan berupa strategi pelaksanaan harga diri rendah terhadap 2 orang pasien skizofrenia dengan masalah keperawatan harga diri rendah yang dilaporkan dalam bentuk studi kasus Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah diberikan tindakan keperawatan berupa strategi pelaksanaan harga diri rendah pada kedua partisipan terjadi peningkatan tingkat harga diri dan penurunan tanda gejala harga diri rendah. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa tindakan keperawatan berupa strategi pelaksanaan harga diri rendah dapat meningkatkan harga diri dan menurunkan tanda gejala harga diri rendah.
Pengaruh Terapi Reminiscence Terhadap Harga Diri Lansia di UPTD Pelayanan Sosial Lanjut Usia Tresna Werdha Natar Madepan Mulia; Rina Mariani; Deni Metri
Jurnal Ners Vol. 7 No. 2 (2023): OKTOBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v7i2.12701

Abstract

The number of elderly tends to increase every year. An increase in the number of elderly is also usually followed by physical, mental, spiritual, economic and social changes. The aging process has an impact on a decrease in physical, mental, psychosocial conditions, changes related to work and the social role of the elderly. Problems in the elderly can cause stress which is characterized by feelings of uselessness, not needed and feelings of being left out. This situation has the potential to cause problems in the elderly, one of which is low self-esteem. The aim of the study was to determine the effect of reminiscence therapy on the self-esteem of the elderly at the UPTD Tresna Werdha Natar Elderly Social Services. This study used a quantitative method with a quasi-experimental design with a pre-post test without a control group using a purposive sampling technique and a random sampling method with a total sample of 30 respondents. The samples taken were the elderly who experienced low self-esteem with a score <15. The researcher used the Rosenberg Self Esteem Scale (RSES) questionnaire to measure the self-esteem of the elderly. The results showed that after being given reminiscence therapy in the elderly there was an increase in self-esteem. Nurses are expected to be able to provide reminiscence therapy to the elderly who experience low self-esteem.
Penggerakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Kawasan Wisata Berbasis Masyarakat Tirta Shinta Kabupaten Lampung Utara: Moving Clean and Healthy Living Behavior in The Tirta Shinta Community-Based Tourism Area, North Lampung District Fitarina; Hasti Primadilla; Deni Metri; Zenni Puspitarini; Madepan Mulia
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Notokusumo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Sarana sanitasi merupakan aspek penting bagi kesejahteraan masyarakat sehingga ketersediaan sanitasi menjadi komitmen bangsa-bangasa yang tertuang dalam SGD’s. Taman Wisata Bendungan Tirta Shinta terletak di Desa Wonomarto di Kecamatan Kotabumi Utara Kabupaten Lampung Utara. Permasalahan yang muncul di lokasi wisata ini adalah kurang memadai sarana prasarana untuk Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), seperti jamban kurang mencukupi, pengelolaan tempat sampah dan sampah yang belum tepat, tidak tersedianya informasi kesehatan di sekitar lokasi wisata, dan kebersihan toilet yang kurang. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah melakukan skrining penyakit tidak menular dan menggerakkan masyarakat dalam penerapan hidup bersih dan sehat di desa wisata Tirta Shinta. Metode pelaksanaan kegiatan untuk mengatasi masalah tersebut yaitu membentuk tim pengelola wisata, pemasangan media promosi kesehatan dan penyuluhan mengenai PHBS. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah tersedianya sarana PHBS yaitu 2 unit sarana cuci tangan, tersedianya media promosi kedehatan tentang PHBS, tersedianya data pemeriksaan kesehatan, dan peningkataan pengetahuan tentang penyakit tidak menular. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian ini adalah munculnya kesadaran pengelola dan aparat desa tentang PHBS di tempat wisata, terwujudnya kondisi yang mendukung PHBS dan terwujudnya budaya gotong royong untuk membersihkan tempat wisata satu minggu sekali. Saran untuk pengabdian masyarakat berikutnya adalah agar pengelola dan apart desa dapat mempertahankan PHBS di desa wisata Wonomarto.   Abstract: Sanitation facilities are an important aspect for people's welfare, so the availability of sanitation is a national commitment as stated in the SGD's. Tirta Shinta Dam Tourism Park is located in Wonomarto Village in Kotabumi Utara District, North Lampung Regency. The problems that arise at this tourist location are inadequate infrastructure for Clean and Healthy Behavior (PHBS), such as inadequate latrines, improper management of trash cans and trash, unavailability of health information around tourist sites, and inadequate toilet cleanliness. The aim of this community service activity is to carry out screening for non-communicable diseases and mobilize the community to adopt clean and healthy living in the Tirta Shinta tourist villag The method of implementing activities to overcome this problem is forming a tourism management team, installing health promotion media and counseling about PHBS. The results of this service activity are the availability of PHBS facilities, namely 2 units of hand washing facilities, the availability of health promotion media about PHBS, the availability of health examination data, and increased knowledge about non-communicable diseases. The conclusion of this service activity is the emergence of awareness of village managers and officials about PHBS in tourist attractions, the creation of conditions that support PHBS and the realization of a culture of mutual cooperation to clean tourist attractions once a week.  The next suggestion for community service is for village managers and apart to maintain PHBS in the Wonomarto tourist village.
EFFECTIVENESS OF A REGULAR EXERCISE PROGRAM IN REDUCING THE RISK OF TYPE 2 DIABETES IN INDIVIDUALS WITH PREDIABETES Madepan Mulia
INTERNATIONAL JOURNAL OF SOCIETY REVIEWS Vol. 2 No. 10 (2024): OCTOBER
Publisher : Adisam Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prediabetes is a condition characterized by blood sugar levels that are higher than normal but have not yet reached the threshold for type 2 diabetes. Management of prediabetes through a regular exercise program is claimed to reduce the risk of developing type 2 diabetes. This literature research was carried out by reviewing various published empirical studies in health and medical journals in databases such as PubMed, Scopus, and the Cochrane Library. The studies analyzed were those that evaluated the effectiveness of a regular exercise program with a minimum duration of 12 weeks, and compared Hemoglobin A1c (HbA1c) scores, weight loss, and insulin sensitivity between intervention and control groups among individuals with prediabetes. Findings showed a significant reduction in HbA1c values, improved blood glucose control, and increased insulin sensitivity in individuals who underwent a regular exercise program compared to a control group who did not. It was identified that a combination of aerobic activity and resistance training provided the best benefit in reducing the risk of transition to type 2 diabetes. Regular physical activity plays an important role in combating the global increase in the incidence of type 2 diabetes, especially in individuals with prediabetes. Regularity and intensity of exercise are important factors in determining the success of the intervention. Based on the literature reviewed, a regular exercise program is effective in reducing the risk of type 2 diabetes in individuals with prediabetes. Recommendations for increasing the success of the intervention include creating individualized exercise programs, increasing awareness of the importance of physical activity, and support to maintain patient motivation.
Penerapan Terapi Autogenik Pada Pasien Skizofrenia Dengan Masalah Keperawatan Ansietas Di Puskesmas Kotabumi ILampung Utara Fika Trisyani; Madepan Mulia; Deni Metri
Jurnal Dunia Ilmu Kesehatan (JURDIKES) Vol. 2 No. 2 (2024): JURDIKES - DESEMBER
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/jurdikes.v2i2.432

Abstract

Ansietas adalah gangguan mental emosional yang bermanifestasi sebagai gangguan kecemasan dan depresi sehingga dapat mempengaruhi pasien dalam menjalani proses penyembuhan, relaksasi autogenik diketahui menjadi salah satu dari terapi autogenik yang dapat memberikan efek positif terhadap kondisi kecemasan yang dialami oleh pasien. Penelitian ini bertujuan memperoleh gambaran tanda dan gejala pasien ansietas setelah penerapan terapi autogenik di Wilayah Kerja Puskesmas Kotabumi I Lampung Utara. Metode penelitian dalam bentuk studi kasus berupa penerapan terapi autogenik terhadap 1 orang pasien skizofrenia dengan masalah keperawatan ansietas di Wilayah Kerja Puskesmas Kotabumi I Lampung Utara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah diberikan tindakan keperawatan berupa penerapan terapi autogenik terjadi penurunan tanda dan gejala ansietas sebesar 42%. Perawat diharapkan dapat memberikan tindakan keperawatan terapi autogenik kepada pasien ansietas.
GAMBARAN STRATEGI PELAKSANAAN HARGA DIRI RENDAH TERHADAP HARGA DIRI RENDAH PASIEN SKIZOFRENIA Madepan Mulia
Nightingale: Journal of Nursing Vol. 1 No. 02 (2022): Nightingale: Journal of Nursing
Publisher : Universitas Adiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Skizofrenia merupakan gangguan jiwa berat yang ditandai dengan terjadinya distorsi persepsi, pikiran dan emosi yang tidak sesuai. Harga diri rendah masuk ke dalam gejala negatif dari penilaian ideal diri yaitu perasaan negatif terhadap diri sendiri, termasuk kehilangan rasa percaya diri, tidak berharga, tidak berdaya, tidak ada kontak mata dan postur tubuh menunduk. Salah satu cara penanganan pasien dengan harga diri rendah adalah dengan menerapkan strategi pelaksanaan harga diri. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui tingkat dan tanda gejala harga diri rendah pada pasien skizofrenia dengan masalah keperawatan harga diri rendah sebelum dan sesudah diberikan strategi pelaksanaan harga diri rendah di Panti Rehabilitasi Gangguan Jiwa dan Narkoba Wisma Ataraxis Kabupaten Lampung Selatan. Metode dalam penelitian menggunakan tindakan keperawatan berupa strategi pelaksanaan harga diri rendah terhadap 2 orang pasien skizofrenia dengan masalah keperawatan harga diri rendah yang dilaporkan dalam bentuk studi kasus Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah diberikan tindakan keperawatan berupa strategi pelaksanaan harga diri rendah pada kedua partisipan terjadi peningkatan tingkat harga diri dan penurunan tanda gejala harga diri rendah. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa tindakan keperawatan berupa strategi pelaksanaan harga diri rendah dapat meningkatkan harga diri dan menurunkan tanda gejala harga diri rendah.